
Gadis taruhan galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Seorang gadis melihat pantulan dirinya didepan cermin, sangat cantik.
"Astaga sejak kapan, ghea bisa secantik ini"kikiknya geli.
Ghea menemui Mamskynya yang sedang menunggu dirinya dimeja makan.
"Morningg Mamsky" Ghea mengecup pipi Mamskynya. Sudah kebiasaan Ghea sejak kecil.
"Morning too, incessnyaa Mamsky " Mamsky mengusap sayang rambut Ghea.
Ghea tersenyum. Lalu menduduki dirinya diatas kursi.
"Galkar tau kan kalo kamu mau ke singpura hari ini?"
"Iya mam, Galkar tau"
"Kamu sudah hubungi dia?" Ghea mengangguk.
"Kalian cocok jika di liat-liat ghee" Mamsky terkekeh.
"Ihh Mamsky, ghea maluu" Ghea menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan.
Ting tong.
Bunyi bell rumah membuat ibu dan anak itu menatap satu sama lain.
"Siapa ghe?" tanya Mamsky. Ghea mengedikan bahunya tanda tidak tau.
"Sebentar, biar Ghea bukain dulu"Ghea beranjak berdiri dari duduknya. Membuka pintu utama.
Ceklek.
Pintu terbuka. Menampakan pria jangkung dengan jaket kulitnya. Menambahkan kesan gagah didiri pria itu.
"Galkar?" beo Ghea.
"Gue ngga disuruh masuk?"
"Ah iya, silahkan masuk" Ghea tersenyum kaku.
Galkar dan juga Ghea masuk ke dalam rumah. Galkar menyalami wanita paruh baya itu.
"Ehh Galkar toh yang kemari" heboh Mamsky. Galkar hanya tersenyum tipis.
"Galkar udah sarapan belum?" tanya Mamsky.
__ADS_1
Galkar mengeleng."Belum tante "
"Yaudah makan bareng yuk, ghee sendokin dong buat pacarnya" kode Mamsky. Ghea dengan semangat 45 nya langsung menyendokan nasi serta lauk pauk ke dalam piring.
"Ini Galkar, semoga suka ya"Galkar mengangguk.
"Yuk dimakan gal"
"Iya tante "
Selesai mereka sarapan. Mamsky izin untuk mengambil 2 kopernya didalam kamar.
"Mamsky ke atas dulu ya" Galkar dan juga Ghea hanya mengangguk menanggapi ucapan Mamsky.
"Galkar ngga sekolah?" Ghea mengeritkan keningnya bingung. Pasalnya ini adalah hari senin.
" Ngga, gue mau nganter lo sama mamsky ke bandara"
"Uuu Galkar so sweet bangett" Ghea terkekeh geli.
"B aja"acuh galkar.
"Bi iji"Ghea menyenye.
Tug.
"Auuu sakitt ih" Ghea memegang keningnya yang serasa panas.
"Makanya jangan menyenye"
"Iyaa-iyaa"Ghea cemberut.
"Jaga diri disana"
Ntah mengapa. Ucapan Galkar kali ini membuat Ghea ingin terbang ke langit ketujuh
"--Jangan kegeeran, gue bilang begitu karna gue ngga mau lo digodain sama cowo" lanjut Galkar. Gengsi.
"Ahaha gal..gal, gengsi kok digedein si" Ghea mencolek hidung mancung Galkar.
"Siapa juga yang gengsi, ngga jelas " Galkar membuang mukanya kearah lain. Ia yakin mukanya kini kian memerah.
"Eh iya, biar Ghea ngga kangen sama Galkar. mending kita foto dulu" Ghea mengeluarkan benda pipih itu dari tas mungil miliknya.
"Hmm"
"Kalian mau foto ya?"
tiba tiba Mamsky datang. Ia langsung mengambil ponsel milik Ghea.
__ADS_1
"Biar Mamsky fotoin, kalian deketan dong"intruksi Mamsky.
Mereka menurut.
Cekrek.
Mamsky berhasil mengambil foto mereka.
"Mana mam, Ghea mau liat" Mamsky memberikan ponselnya ke Ghea.
"Aaaa cutee"gemas Ghea.
Galkar tersenyum tipis.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Galkar menatap kepergian Ghea. Bibirnya ia paksa untuk tersenyum. Pesawat Ghea sudah lepas landas sejak 5 menit yang lalu.
Flashback on
"Inget pesan Ghea ya gal, jangan makan di luar karna itu ngga baik buat kesehatan Galkar. Oh iya salamin sama temen-temen Galkar ya. Eh iya satu lagi, bilang sama Mama Galkar makasih udah lahirin Galkar ke dunia" Ghea terkekeh dengan kalimat yang terakhir yang ia lontarkan. Galkar hanya mendengarkan ucapan demi ucapan yang Ghea katakan .
"Ngerti gal?"Galkar mengangguk.
"Yaudah, Ghea pamit dulu ya. Jaga diri baik-baik ya, jangan kangen sama Ghea"
" Kami pamit ya gal" ucap Mamsky. Galkar menyalami tangan Mamsky. Ghea tersenyum melihat sisi manis seorang Galkar Mahakiel.
Ghea dan juga Mamsky tersenyum dengan melambaikan tangan kearah Galkar. Galkar membalas melambaikan tangan.
Flashback off
"Sh***, kenapa gue jadi galau gini"Galkar mengusap wajah nya kasar. Berlalu pergi dari bandara.
Galkar berniat untuk pergi ke sekolah, walau telat.
Dengan santainya, Galkar langsung nyelonong masuk ke dalam kelas, tanpa rasa bersalah.
"GALKAR MAHAKIEL" teriak Pak Harto. Galkar menatapnya malas.
"Keluar dari kelas saya" pinta Pak Harto dengan penekanan. Galkar berlalu pergi keluar kelas.
"Eh si Galkar kenapa tuh"bisik Aska ke Eja.
"Mana gue tau"ucap Eja. Mencoret-coret kertas miliknya.
"Kayanya dia lagi galau" ucapan Andi membuat kedua makhluk itu mengerutkan keningnya.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
__ADS_1