
Gadis taruhan galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Ghea memberikan helm ke Galkar. "Makasih ya al, mau mampir dulu?"sebelum menjawab pertanyaan Ghea, Galkar sudah turun dari atas motornya.
"Ayo, gue pengen main"Ghea mengangguk senang.
"Motor al nggaa dibawa masuk?"
"Ngga usah"
"Nanti ada yang maling, gimana?"
"Tinggal beli lagi"ucap Galkar dengan gampangnya. Ghea hanya geleng-geleng kepala.
"Assalamu'alaikum Mamskyy, Ghea pulang"
"Wa'alaikumussalam, eh Galkar mampir juga, ayo masuk dulu"
"Galkar diteras aja tan"Galkar tersenyum, Mamsky mengangguk mengiyakan ucapan Galkar.
"Yauda tante buat cemilan dulu ya, sebentar"sebelum Galkar menjawab, Mamsky sudah masuk kedalam rumah.
"Bilangin Mamsky lo ngga usah repot-repot"seru Galkar, menduduki kursi ukiran kayu diteras rumah Ghea.
"Ngga apa-apa al, Mamsky seneng banget kan tadi? Mamksy sayang banget sama al, Ghea ganti baju dulu ya? al ngga apa-apa kan Ghea tinggal sebentar?"
Galkar mengangguk."iya ngga apa-apa, sana ganti baju"
"Sebentar ya"Ghea berlalu masuk kedalam rumah.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
__ADS_1
"Dimakan gal"
"Eh iya tan, makasih"Galkar meminum air tehnya.
"Tante senang sekali Galkar yang menjadi pacar anak tante"ucap Mamsky tiba-tiba, ia duduk dikursi yang berbeda.
"Jangan sakiti anak tante ya gal? anak tante itu sangat cengeng, tante ngga mau anak tante disakiti sama orang"Galkar terdiam, mendengar penuturan lembut dari Mamsky.
"Emm tan, sebelum tante kecewa sama Galkar, Galkar cuma bisa minta maaf sama tante"Galkar menunduk.
"Tapi tante percaya sama Galkar, Galkar ngga akan pernah sakiti anak tante, jaga Ghea ya gal? dia anaknya lemah lembut, ngga bisa dibentak dikit"Mamsky tertawa pelan.
"Iyaaaa tan, Galkar akan selalu jaga Ghea, Galkar janji tan, bahkan sekalipun jodoh Galkar bukan Ghea, Galkar akan selalu jaga Ghea"ucapan tulus itu sangat menyentuh hati seorang ibu beranak satu ini.
"Makasih udah mau jaga Ghea, kamu udah tante anggap anak kedua bagi tante, jadi jangan sungkan-sungkan sama tante ya?"Galkar mengangguk dengan tersenyum.
"Iyaa tan, makasih sebelumnya"
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Iyaa, gue mau balik"
"Hugh kenapa cepet bangett"desis Ghea.
Galkar mengacak-acak rambut Ghea."Jangan lesu gitu, cantik"Ghea tercengang, apa dirinya tidak salah dengar? cantik? Galkar mengakui dirinya cantik? benarkah?.
"Tanggung jawab, Ghea baperr aaa"ucap Ghea, salting brutal.
"Ahaha nanti setelah gue mapan, gue bakal tanggung jawab buat nikahin lo"
"Bener ya?"tagih Ghea, dengan alis yang dinaikan satu.
"Iyaa ghee, gue balik ya?"
__ADS_1
"Iyaa, al?"Galkar menghentikan gerakannya untuk menaiki motor ninjanya.
"Apa hm?"
"Besok Ghea mau main kerumah al, boleh?"
"Bolehh, asal lo izin dulu sama Mamsky, Papsky lo"
"SYAPPP KOMANDANN"Ghea hormat, Galkar tertawa geli.
"Dadahh, cantikkk"Galkar menjalani motor ninjanya, menghilang dibalik pohon besar yang berada diujung kompleks.
"Dadahh ganteng"Ghea tersenyum.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Gal?"seru Mama didepan pintu, Galkar yang sedang rebahan berangsut untuk duduk.
"Mah? sini masuk mah"ucap Galkar, Mama masuk kedalam kamar Galkar, duduk disebelah Galkar.
"Kenapa mah? Mama butuh sesuatu?" Mama mengeleng.
"Ngga kok, Mama cuma pengen disini aja, tadi kamu abis darimana?"
"Abis dari rumah Ghea mah"ungkap Galkar jujur, Mama tersenyum.
"Mama ngga mau anak bujang Mama menyakiti hati seorang perempuan, kamu menyakiti nya, kamu sama saja menyakiti Mama"Galkar tertohok dengan kalimat Mama yang dirinya lontarkan.
"Mah..?"cicit Galkar.
"Jangan pernah sakiti Ghea, Galkar"ucap Mama, memohon.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
__ADS_1