
Gadis taruhan galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-
"Astaga Alkar, ini kebanyakann"Ghea tercengang melihat begitu banyak snack makanan, dan es cream.
Daripada lo rengek-rengek kaya anak kecil, jadi gue langsung borong aja buat lo, biar nyetok"santai Galkar.
"Ishh tapi kan--"ucapan Ghea terpotong.
"Mau ngga? kalo ngga mau gue bawa lagi"ancam Galkar, niatnya hanya main-main, dirinya tidak mungkin membawa nya kembali.
"Mauu ishh, tapi bantu abisin yaaa"pinta Ghea.
"Ini buat stok lo, perut lo kan udah kaya gentong, ngga bisa makan makanan manis"sinis Galkar, Ghea cemberut.
"Jangan disama-samain sama gentong dongg, Ghea imut gini disama-sama in gentong"decak Ghea, tak terima.
"Becanda, udah sana masuk"
"Hugh... Alkar ngga mau mampir?"
"Ngga, udah malem, pasti orang tua lo juga udah pada tidur, gue ngga mau ganggu"Galkar mengacak rambut Ghea, Ghea menggembungkan pipinya."oh iya, jangan pulang bareng makhluk astral itu lagi, gue ngga suka"hardik Galkar.
"Yauda kalo gitu, eh iya, Ghea kan lagi marah sama Alkar ihhh"desis Ghea, Galkar terkekeh.
"Gue tau gue salah, gue minta maaf ya? janji, gue ngga akan ulangin lagi"Galkar tersenyum.
"Beneran ya? kalo Alkar ingkar gimana?"
__ADS_1
"Lo bisa cium gue"
"Ihh Alkar modus"celetuk Ghea.
"Becanda, kalo gue ingkar, lo bisa hukum gue, apapun hukuman nya, gue bakal sanggupin"
"Beneran yaa?"
"Iyaaa bocill, udah sana masuk, jangan lupa dimakan, abis itu minum air putih, biar giginya ngga sakit, jangan lupa sikat gigi juga biar ngga bolong"pesan Galkar, penuh perhatian.
"Iyaa iyaa, sekarang Alkar cosplay jadi kak lanlan yaa, bawel nya 11 12"Ghea terkekeh.
"Terserah lo mau kaya siapa, yang penting inget pesen gue"Ghea mengangguk mengerti.
"Gue balik ya?"
"Iyaa al, hati-hati ya"Galkar mengangguk kecil.
"Jangan ngebut-ngebut ya gantengnya Ghea"Ghea tersenyum lebar.
"Al?"panggil Ghea, Galkar menoleh.
"Ghea ngga akan pulang bareng Reihan lagi, Ghea janji"Ghea tersenyum, Galkar mengangguk dengan senyuman kecilnya."kabarin kalo udah sampai ya, makasih snacknya Ghea suka, orangnya juga Ghea suka"
"Gue juga suka lo, ghea"
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Ghea tersenyum-senyum sendiri, melihat pesan laki-laki itu. Ghea rasa ada puluhan kupu-kupu berterbangan diperutnya.
__ADS_1
"AAAAA"histeris Ghea.
BRAK.
"Kenapa ghe?"ucap Mamsky, panik.
"Sayang kamu kenapa?"panik Papksy.
"HEH BOCIL KAMU KENAPAA"heboh Dilan dengan buka bantalnya. Ghea terkejut melihat ketiganya bertanya dengan sangat cepat.
"A-anu, Ghea ngga apa-apa kok, Ghea cuma salting"giggles Ghea. Ketiganya menatap Ghea dengan ekspresi datar.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Kamu kenapaa senyum-senyum hm? lagi keasmaran ya"goda Mama, tersenyum menggoda anak bungsunya. Galkar gelagapan, menyembunyikan ekspresi wajahnya yang terlihat memerah.
"Ngga kok mah, Mama mah ngga jelas"
"Masaa siihh"
"IHH IYAA MAMAHH, Mama jangan gitu dongg"rengek Galkar. Mama tertawa.
"Ada apa ini?"suara bariton membuat anak dan ibu itu menatap ke sumber suara.
"Ngga ada apa-apa"ujar Mama, datar.
Orang tua Galkar memang sekamar, tapi, Mama Galkar tidak ingin seranjang dengan manusia biadab ini.
"Mah, Galkar keatas dulu ya, selamat malam Mama"Galkar mencium lembut pipi Mama, berlalu pergi.
"Liat, bahkan, anak kamu saja tidak ingin melihat kamu lama-lama"sinis Mama dengan muka judesnya. Papa terdiam.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
__ADS_1
NOTE: Jangan lupa, vote, like, komen, and favorit.