Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 38


__ADS_3

Gadis Taruhan Galkar


•••


Hari ini adalah hari weekend, seperti biasa, Ghea hanya ingin bermalas-malasan di dua hari ini.


Gadis itu sedang membaca novel, dan tentunya ia belum mandi.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu Ghea acuhkan, bukan sengaja Ghea acuhkan, ia adalah tipekal orang yang jika sudah serius membaca dunia nyata pun ia acuhkan.


Tok tok tok


Kali ini, ketukan itu semakin keras, Ghea sampai mendelik tajam pintu yang tidak memiliki salah itu. Dengan rasa malasnya, Ghea bangkit dari tempat tidur, membuka pintu.


Ghea tercengang."Alkar.."


"Bukannya dibukain!"cetus Galkar.


"Ngapain pagi-pagi kesini?"Ghea celingak-celinguk mencari sosok Mamksy.


"Mamksy lo lagi masak, Papksy lo baru aja berangkat kerja keluar kota, gue udah izin sama kedua orang tua lo, jadi, lo ngga usah takut kaya anak ilang"jelas Galkar membaca mimik wajah Ghea yang berbeda.


Ghea bernafas lega."pertanyaan Ghea belum Alkar jawab, ngapain Alkar pagi-pagi kesini?"todong Ghea meminta jawaban.


"Lo ngga liat penampilan gue,"Galkar merentangkan tangannya, memperlihatkan penampilan nya ke Ghea, Ghea menatap Galkar dari atas sampai bawah."gue mau ajak lo lari pagi ghe, sambil sepedaan"lanjutnya.


"Tapi Ghea males al, pengen rebahan aja sambil baca novel,"protes Ghea dengan wajah ditekuk.


"Ngga boleh males-malesan, gih sana ganti baju, gue tunggu dibawah, ya?"pinta laki-laki itu dengan penuturan yang sangat lembut, Ghea sampai terkesima sebentar.


"Iya al"


•••


"Awali hari dengan olahraga bukan baca novel"ujar Galkar mensejajarkan sepedanya dengan sepeda Ghea.

__ADS_1


Ghea yang asik mengowes sepeda melirik Galkar sekilas, tidak menjawab ucapan laki-laki itu.


"Diajak ngobrol malah dicuekin"


"Iyaaaa Alkar iyaaaa, astaga"


Galkar tersenyum."mau makan bubur ngga didepan, tadi kayanya sebelum gue ke rumah lo, gue liat ada tukang bubur"


"Mau mau"semangat Ghea, ia sudah lama tidak memakan bubur abang-abang.


Mereka turun dari sepeda masing-masing.


"Mang, buburnya dua, ya?"ujar Galkar.


"Yang satu ped--"


Ucapan Ghea disela.


"Yang satu jangan terlalu pedes ya mang, lo bocil jangan suka makan pedes-pedes"tegas Galkar. Ghea sudah kesal bukan main.


"Eh, duduk dulu mas mba"ucap abang tukang bubur, Ghea langsung saja duduk dengan wajah kesalnya.


Galkar membawa dua mangkok yang sudah diisi oleh bubur."nih buburnya"


Ghea mengambil bubur ditangan Galkar dengan kesal, hampir saja bubur itu terbuang sia-sia.


Galkar ikut duduk."jangan marah-marah, gue cuma ngga pengen perut lo sakit kalo makan pedes"


Ghea tidak menghiraukan ucapan Galkar, matanya kini berkaca-kaca, ntah kenapa moodnya sedang tidak baik hari ini.


"Bodo amat, jangan berisik"pekik Ghea menatap tajam Galkar.


Galkar yang menyadari ada perubahan dimata Ghea, langsung mendekatkan bangkunya."kenapa nangis?"ucap Galkar, ia jadi merasa bersalah.


"Pengen bubur yang pedes!"


"Mang, boleh minta sambelnya ngga? nih bocil kalo ngga diturutin nangis"celetuk Galkar melirik Ghea yang menghapus air matanya asal.

__ADS_1


"Boleh mas, mangga, ini sambelnya"


"Makasih ya mang"


"Sami-sami mas, mbanya jangan nangis toh"ucap Abang tukang bubur itu.


"Ngga nangis kok mang, cuma kelilipan"Ghea tersenyum, lalu Abang tukang bubur itu mengangguk, pergi dari hadapan mereka.


"Nihh,"


Mata Ghea membinar kesenangan. Menerima mangkuk kecil itu. Menuangkan tiga sendok ke dalam mangkuk buburnya.


"Nih mang sambelnya, makasih ya"


Ghea makan dengan perasaan senang. Terlihat dari begitu lahapnya ia memakan bubur.


"Seneng, hm?"


"Seneng Alkar"


Setelah keduanya selesai makan bubur, mereka melanjutkan perjalanan mengowes sepeda.


"Ghe..?"


Baru ingin mengowes, Galkar malah memegang stang sepeda Ghea.


"Kenapa al?"bingung Ghea.


"Gue minta maaf udah buat lo nangis hari ini,"ucap Galkar mengelus punggung tangan Ghea.


Ghea tersenyum."ngga apa-apa al, mood Ghea kalo pengen deket-deket hari dateng bulan pasti kaya gini"


"Kapan emang dateng bulannya?"


"Nanti tanggal 7"


Galkar mengangguk."yaudah ayo lanjut jalan"

__ADS_1


•••


__ADS_2