Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 24


__ADS_3

Gadis Taruhan Galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Galkar menatap nyalang seorang gadis dibawah sana. Gadis itu adalah Ghea. Suara gemelutuk gigi Galkar beradu, ia sangat emosi.


Bagaimana tidak emosi. Reihan. Musuh bebuyutan Galkar sedang caper ke pacarnya dibawah sana.


"Gheaa"teriak Galkar, suaranya mengema dikoridor lantai dua. Ghea mencari sumber suara itu, lalu dirinya menatap ke lantai dua.


"Alkar"ucap Ghea melambaikan tangannya dengan sebuah senyuman. Galkar menatapnya datar.


"Sana masuk kelas"pinta Ghea. Galkar tidak menghiraukan ucapan Ghea. Ia turun ke lantai satu, menemui Ghea.


Kening Ghea bertaut."Emang kelas Alkar lagi pelajaran apa?"tanya Ghea. Pertanyaan itu tidak digubris oleh Galkar.


"Gue ngga suka"


Ghea mengedipkan matanya, bingung."Ngga suka Ghea?"


"Ngga suka lo deket-deket sama cowo astral itu"Galkar menunjuk Reihan yang sedang istirahat diujung lapangan.


"Iyaa Ghea paham, tapi tadi Ghea cuma bantuin Reihan obatin lukanya karna jatuh pas main basket"aku Ghea.


"Mau lo jelasin kaya gimana pun, rasa cemburu gue ngga akan ilang ghe"seru Galkar.


"Alkar.."lirih Ghea.


"Gue cemburu ghe, jika lo pikir cemburu gue ngga wajar artinya lo ngga menganggap gue penting"muka Galkar merah padam. Menahan emosi yang akan membeludak.


"--Kalo bukan disekolah, udah abis dia"lanjut Galkar. Berlalu pergi dari hadapan Ghea. Ghea menatap menanar punggung kekar milik Galkar.


"Ghea ngga pernah berpikir kaya gitu.. Alkar"gumam Ghea.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Cepet naik, kemarin siapa yang minta ke rumah gue?"sindir Galkar. Ghea mengulum senyumnya malu.

__ADS_1


"Ghea"Galkar mengangguk setuju.


"Cepetan"


Ghea menaiki motor ninja Galkar. Motor itu sudah keluar dari area sekolah. Angin sore memang sangat menyejukkan.


"Udah izin kan sama ortu lo?"


"Udahh, kata Papsky Alkar harus balikin Ghea dengan selamat"Ghea giggles.


"Pasti, gue ngga akan buat lecet anak Papsky lo yang satu ini, apalagi dia calon ibu dari anak-anak gue"Galkar tersenyum tipis. Muka Ghea memerah bak seperti kepiting rebus.


"Ihh Alkar mahh"Ghea memukul punggung Galkar pelan, Galkar tertawa lepas. Ghea mengerucutkan bibirnya.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Yaa ampunn, Galkar kok kamu ngga bilang sama Mama kalo calon menantu Mama mau datang"Mama memeluk tubuh kecil Ghea. Ghea membalas pelukan Mama Galkar.


"Udah mah, jangan peluk-peluk pacar Galkar, Galkar aja ngga pernah dipeluk"ucap Galkar melirik Ghea.


"Idihh curhat lo deck"Nara tiba-tiba muncul dibalik gerbang.


"Hallo kak Nara"Ghea menyalami tangan Nara.


"Halloo ade gemoy, cantik banget sihhh, kan kaka jadi insecure"


"Kak Nara jugaa cantikk ihh, ngga boleh insecure yaa, kalo insecure berarti kak Nara ngga bersyukur sama apa yang tuhan berikan"patuah seorang Ghea. Nara cengengesan.


"Tuh denger ucapan calon adik ipar mu ra"seru Mama tersenyum.


"Syapp Mama, makasih yaa calon adik ipar"Nara mengedipkan satu matanya. Ghea terkekeh, lalu mengangguk.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Eh ghe"ucap Nara menyolek bahu Ghea, bersiap untuk bergosip.


"Kenapa kak?"

__ADS_1


"Awet-awet ya sama Galkar, tampang tengil kaya Galkar, gitu-gitu dia setia ghe"ujar Nara. Ghea hanya mendengarkan.


"--Kak Nara harap kalian bisa melanjutkan hubungan kalian kejenjang yang lebih serius. Kak Nara cuma pesen sama Ghea, kalo suatu hubungan ada masalah, jangan mengambil keputusan ketika sedang marah, itu bakal merusak semuanya ghe"nasihat Nara.


"--Kak Nara juga seneng banget Ghea hadir ditengah-tengah keluarga ini, jangan pergi ya? kalo Galkar buat kamu kecewa nantinya, tetep contactan sama kaka walaupun kamu udah ngga ada hubungan apa-apa sama Galkar"


Mata Ghea berembun, mendengar setiap penuturan tulus dari seorang kakak.


"Ihh Ghea kenapa nangis"Nara memeluk tubuh kecil Ghea.


"Ghea terharu dengernya kak, jadi kaya gini rasanya punya kakak"ujar Ghea dalam tangisannya.


"Kaka udah anggap kamu ade kedua bagi kaka, jadii kalo ada apa-apa langsung bilang ke kaka, kaka maju paling depan"


"Makasih udah mau jadi kaka bagi Ghea, padahal kita baru kenal"Ghea menyeka air matanya. Nara terkekeh.


"Karna kamu lucu makanya kak Nara mau jadi kaka kamu"


"Jawaban kaka sama persis kaya Alkar"Ghea tersenyum.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Tadi kenapa lo nangis, kaka gue apain lo?"Ghea gelagapam sendiri.


"Kak Nara ngga apa-apain Ghea, al"


"Terus lo kenapa nangis?"todong Galkar, menunggu jawaban.


"Ngga apa-apa"


"Ngga apa-apa itu bukan jawaban Ghea, jujur sama gue"


Ghea gemas sendiri, ia menangkup rahang tegas milik Galkar."Ghea ngga apa-apa al, Ghea cuma terharu denger ucapan kak Nara"


Galkar mematung mendapat perlakuan dari Ghea."Ghee, lo mau gue cium?"ucap Galkar, pasalnya wajah mereka sangat dekat, hanya berjarak 3 centi.


"Aaa Alkar mesum"Ghea langsung memukul wajah Galkar yang terlihat seram mengatakan kalimat keramat itu.

__ADS_1


"Auuu"rintih Galkar.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


__ADS_2