Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 16


__ADS_3

Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•



Gadis dikuncir satu itu tersenyum sangat merekah, Ghea. Ghea sedaritadi tak henti-hentinya untuk tersenyum.


"Yaa ampunn, Alkar beneran beliin martabak buat Ghea? kok ada sihh martabak siang-siang gini al?" Ghea menyunggingkan senyuman manisnya. Huemmm martabaknya sangat menggiurkan.


"Ada lah, gue bela-belain tau ngga"sewot Galkar. Ghea mengangguk.


"Yuk kita makan bareng, oh iya pembalutnya letakan aja dimeja ya, makasih Alkar, sayang kamu"Ghea ngibrit masuk ke dalam mengambil minuman untuk Galkar. tidak tahu kah Ghea, sudah membuat jantung Galkar ingin keluar dari tempatnya?.


"HALOOO GHEA COMBEKKK, MANA RED CARPETNYAAA" teriak Ghea didepan pintu. Galkar dibuat tutup kuping mendengar suara cempreng gadisnya ini.


"Berisik Gheaa" tegur Galkar. Ghea terkekeh pelan.


"Ini minum buat Galkar"


"Hm" dehem Galkar.


"Ghea boleh makan martabaknya?" Galkar mengangguk.


"Yuhuuu" Ghea membuka plastik itu, lalu memakannya dengan lahap.


"Enak Alkar, Alkar mau?" tawar Ghea. Galkar menggeleng.


"Buat lo aja, nyokap mana?"


"Mamsky lagi kerja, nanti malem baru pulang" jelas Ghea. Galkar mengangguk paham.

__ADS_1


"Oh iya, kok Alkar bisa sih beli pembalut, emang ngga malu?"Ghea mengulum bibirnya.


"Buat apa malu? gue beli bukan minta-minta" celetuk Galkar seadanya, Ghea cemberut.


Ghea mengambil satu martabak, Ia sodorkan ke mulut Galkar. Galkar hanya pasrah.


"Enak?" tanya Ghea.


"Hm" dehem Galkar. Ghea tersenyum senang, lalu melanjutkannjut makan.


"Kenapa lo seneng banget?"


"Seneng lah, martabak keju kan kesukaan Ghea, apalagi yang beli Alkar. tambah seneng deh Ghea"


"Eh Alkar, Ghea boleh tanya ngga?"Ghea menatap wajah Galkar dengan penuh keseriusan.


"Boleh"


"Tengah-tengah"


"Maksudnya tengah-tengah?" dahi Ghea mengerut sedih.


"Ngga sayang, dan sayang. Jadi tengah-tengah" Ghea terdiam. Ia paham maksud Galkar, apa dihatinya tidak ada Ghea disana?.


"Emm oke" Ghea menghentikan makannya.


"Ghea udah ngga nafsu makan, Alkar pulang gih. Ghea pengen tidur, bye" Ghea langsung masuk kedalam rumahnya, meninggalkan Galkar yang masih duduk anteng diteras rumah.


"Lah dia kenapa?" gumam Galkar.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


Ghea menduduki dirinya dikasur empuknya. Setelah melihat kepergian motor ninja Galkar.


Mata Ghea berkaca-kaca, akan ada butiran air yang akan turun di pipi chubbynya.


"Hiks.." isakan itu pun keluar. Ghea tidak dapat menahan tangisannya lebih dalam lagi.


"Hiks hiks, Mamskyy pulang" racau Ghea, ia sangat sedih. Ghea memeluk boneka panda kesayangannya.


"Hikss Papsky pulang hiks, huaa hiks"pecah sudah suara tangisan Ghea didalam kamarnya.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Kenapa dek?"tanya Dilan, melihat Ghea yang sedang melamun.


"Eh kak Dilan udah pulang?"alih Ghea menatap Dilan dengan senyuman khasnya.


"Udah, kamu kenapa hm? daritadi kaka panggilin tapi ngga respon"Dilan mengusap lembut rambut panjang Ghea.


Ghea mengeleng."Ghea ngga apa-apa kok kak"


"Kalo ada masalah cerita aja sama kaka, jangan dipendem nanti malah kamu tertekan"


Ghea tertawa."Kak Dilan sok tau ihh, siapa yang punya masalah ihh, Ghea ngga punya masalahh"


"Kalo ada masalah bilang ya?"Ghea hanya mengangguk.


Mereka sama-sama diam, namun suara Ghea menghentikan keterdiaman mereka beberapa detik lalu."Kak Dilan sayang Ghea ngga?"


"Tanpa kamu tanya, kak Dilan sayang banget sama Ghea, kenapa nanya gitu hm?"


"Ngga apa-apa, Ghea cuma memastikan kalo kak Dilan sayang sama Ghea"Ghea giggles, manis sekali gadis itu. Dilan tersenyum.

__ADS_1


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


__ADS_2