Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 27


__ADS_3



Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea menyalami tangan Mama Galkar dan Papa Galkar.


"Assalamu'alaikum om, tante"


"Wa'alaikummussalam"ucap keduanya.


"Ini siapa?"ujar Papa Galkar, Mama Galkar tak menghiraukan ucapan Papa Galkar.


"Saya Ghea om, pacar Galkar"sahut Ghea tersenyum ramah, Papa Galkar sampai kaget mendengar kalimat 'pacar Galkar', Papa Galkar hanya ber-oh ria.


"Tante, Galkar lagi sakit ya?"nada bicara Ghea terdengar khawatir, Mama yang menyadari itu langsung menyadarinya.


"Iya ghe, anaknya ngga mau makan, dipaksa juga ngga mau, malah kamarnya dikunci dari dalam"


"Boleh Ghea ke kamar Galkar tan, biar Ghea bujuk Galkar buat makan"Mama menyetujui permintaan Ghea.


"Keatas aja ghe, kamar Galkar ada disebelah kiri dekat almari"Ghea mengangguk.


"Ghea keatas dulu ya om, tan"pamit Ghea dengan sopan, Mama tersenyum, Papa hanya mengangguk.


Ghea keatas sembari membawa bubur yang dirinya beli sebelum ke rumah Galkar.


Ghea membuka knop pintu, yang ternyata sudah dibuka oleh Galkar.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum"cicit Ghea pelan, takut-takut menganggu Galkar.


Ghea berjalan mendekati ranjang Galkar yang berwarna hitam legam. Ghea duduk disisi kanan ranjang, diusapnya rambut hitam Galkar"Alkar.."


Galkar langsung merenguh pinggang ramping Ghea, ia menangis didalam dekapan Ghea."mana yang sakit hm?"


Galkar menunjuk keningnya dengan tangisan yang masih keluar dari bibirnya. Ghea memijat kening Galkar dengan pelan.


"Makan dulu ya? nanti minum obat, biar cepet sembuh"Ghea masih setia mengusap lembut rambut Galkar.


"Makanan nya pait, gue ngga suka"cicit Galkar, Ghea merasa kasihan melihat Galkar.


"Makan, biar perut Alkar ada isinya"paksa Ghea halus, dengan desakan Ghea, Galkar menuruti ucapan gadis itu.


Ghea membantu Galkar untuk duduk, Ghea dengan telaten menyuapi Galkar.


"Paitt"cicit Galkar, Ghea tersenyum.


Selesai Galkar makan, Ghea mengecek suhu tubuh Galkar, terasa sangat panas. Ghea melihat ada baskom kecil dan handuk.


"Ngga mau dikompres?"ujar Ghea, melirik baskom kecil itu, Galkar mengeleng bak anak kecil yang polos.


"Harus dikompres"


"Gue ngga mau"


"Alkar mau cepet sembuh ngga?"nada bicara Ghea naik satu oktaf, Galkar menunduk, bibirnya bergetar, jika sudah sakit seperti ini, ia akan cosplay seperti anak bayi.


Ghea mengambil gelas yang berada disamping baskom."minum obat dulu"


"Gue ngga mau dibentak"pintanya seperti anak kecil, Ghea tersenyum geli.

__ADS_1


"Iyaa, maaf ya udah bentak Alkar, Ghea cuma mau yang terbaik buat Alkar, Ghea khawatir al"Galkar menenggelamkan kepalanya diceluk leher Ghea.


"Minum obat dulu ya? baru nanti peluk"Galkar melepaskan pelukannya, lalu meminum obat yang diberi Ghea.


Direngkuh lagi tubuh kecil Ghea kedalam dekapan Galkar, ia tenggelamkan kepalanya diceluk leher Ghea seperti sebelumnya. Ghea tersenyum geli melihat sikap manja dari sesosok Galkar Mahakiel.


"Cepet sembuh al, jangan sakit, Ghea khawatir"Ghea mengelus punggung kekar Galkar.


Galkar tersenyum mendengar penuturan lembut Ghea.


"Tuhan...gue mohon, jangan pisahin gue dengan gadis yang berada didalam rengkuhan gue sekarang, gue mencintainya"batin Galkar.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea sudah membujuk Galkar dengan ratusan rayuan. Nyatanya hasilnya nihil, Galkar tidak ingin ditinggal oleh Ghea.


"Gal, izinin Ghea pulang, jangan seperti anak kecil gal"seru Mama yang melihat sikap anaknya itu.


Ghea membuang nafasnya pelan."al.. Ghea pulang dulu ya? besok Ghea kesini lagi, udah mau sore, hm"dengan sabarnya gadis itu terus membujuk bayi besar itu.


Kepala Galkar menggeleng lemah."jangan pulang, nginep aja, ya?"


Ghea menggeleng pelan."ngga bisa al, Ghea janji besok kesini lagi"Ghea menangkup pipi laki-laki itu.


"Janji?"Galkar mengulurkan kelingkingnya.


Ghea mengangguk. Mengaitkan jari kelingking nya."janji.."


Mama tersenyum melihat kedekatan mereka.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


__ADS_2