Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 03


__ADS_3

Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Saat ini Galkar dan juga Ghea sedang berada di markas Darkness.


"Galkar kita ngapain kesini, ini rumah siapa? balik yuk, ngga enak sama yang punya rumah ih"desis Ghea menarik ujung jaket Galkar.


"Ini markas darkness"Galkar mendorong kening Ghea dengan telunjuknya.


"Ha? markas?" Galkar langsung menarik tangan mungil Ghea.


"Heyy guys"sapa Galkar kepada teman-temannya. Di markas sudah ada banyak orang. Dan Ghea tidak mengenal siapa mereka. Yang ia kenal cuma Aska, Eja, dan juga Andi.


"Wehhh si boss bawa cewe cuyy"


"Si bos kepingin ngebucin tuh"


"Boss cewe nya bening bat dah"


"Eh gila cewenya bos cupu-cupu gitu tapi cakep cuy"


"Gila, si bos bawanya yang cupu"


"Yahh kaga montok, awokawokawok"


Dan masih banyak lagi, bisik-bisikan dari mereka.


"Woi setan, jangan berisik!"teriak Eja. Semua terdiam.


"Lo ngapain bawa Ghea kesini bos?"tanya Aska.


"Gue pengen lo semua tau tentang hubungan gue sama Ghea"Galkar melirik Ghea. Ghea hanya menunduk sejak tadi anak-anak Darkness mengatai nya dengan kata-kata pedas.


"Ghee"Galkar menarik pelan dagu Ghea. Ghea menatap galkar dengan mata yang berkaca-kaca.


" WOI LO SEMUA, MINTA MAAF SAMA CEWE GUE" teriak Galkar. Semua pada diam tak bergeming.


" Lo pada dah buat cewe gue nangis, minta maaf sama dia sekarang"sarkas Galkar murka.


"Maaf ya neng"


"Iya neng kita minta sorry"


"Jan nangis neng, nanti abang lalan beliin coklat deh"


"Maaf ya cantik"Galkar langsung menatap laki-laki berponi panjang itu.


"E-eh canda boss"cowo itu hanya berpeace


"Iya gapapa kok, aku ngerti"Ghea tersenyum sangat manis. Membuat mereka semua terpesona.


"Ghee?"Ghea mendongkan kepalanya, menatap paras sempurna Galkar.


"Mau jadi pacar gue?"ucap Galkar dengan angkuh. Ghea. Perempuan itu hanya terdiam saat laki-laki yang amat ia cintai menembaknya di depan teman-teman cowo itu.


"I-iya Ghea mau"ucap Ghea tersipu. Galkar tersenyum miring.


"Dasar cewe bego" batin Galkar.


"WEHHHH SELAMAT BOSSS"


"Kiw kiw sabi kali bos pj nya"


"Anjayyy punya pawang"

__ADS_1


Markas Darkness seketika riuh oleh suara laki-laki, ada yang bersiul, menggoda, meminta pajak jadian, dan masih banyak lagi.


"Sorry ghe, gue harus bawa-bawa lo dalam hal ini" batin eja.


"Ksian banget ghea" batin aska.


"Dia ngga salah apa-apa,nkenapa dia yang harus menerima lukanya" batin andi.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-


Hari pertama menjadi pacar Galkar sungguh menyenangkan. Pikir Ghea.


Yaa. Sekarang Ghea dan juga Galkar sedang berada di kantin. Ghea menyuapi anak laki-laki jangkung itu.


"Enak ngga gal?"Ghea mengulum senyumnya.


Galkar mengangguk."Enak"


"Besok Galkar mau Ghea masakin apa? biar nanti Ghea masak"ucap Ghea penuh semangat.


"Ngga usah, gue ngga mau repotin lo"


"Ngga ngerepotin kok, malah Ghea seneng bisa masakin buat Galkar"Ghea tersenyum.


"Ngga usah Ghea"tekan Galkar.


"Kenapa? masakan Ghea kurang enak ya gal?"lirih Ghea.


"Enak kok, tapi gue ngga biasa makan masakan rumah kaya gini, gue biasa makan masakan luar"


"Astagaa sekarang ngga boleh, makanan luar itu ngga bergizi Galkar, nanti kalo Galkar sakit gimana"


"Biarin aja"


Ghea menyentil dahi anak laki-laki itu.


"Ngga boleh ya ngga boleh Galkar, Galkar ngertii?"


Galkar mengeritkan keningnya. Dia jadi teringat dengan mamanya, yang selalu melarangnya untuk makan diluar.


"Ma.. Galkar rindu" batin Galkar.


"Iya-iya"Galkar hanya pasrah.


"Good boyynya ganteng kuu"Ghea mencubit gemas pipi Galkar. Galkar tidak merespon.


"Oh iya, abis pulang sekolah Galkar mau kemana lagi?"tanya Ghea.


"Ketemu Mama"jawab Galkar seadanya.


"Ghea boleh ikut?"


"Boleh"


"Asikkkk"girang Ghea.


"Yaudah sana masuk kelas, udah bel tuh"pinta Galkar. Ghea menghormat seperti berhormat di tiang bendera. Galkar tersenyum samar, bahkan sangat samar, sampai mungkin tidak terlihat seperti sebuah senyuman.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Mahh"panggil Galkar kepada wanita paruh baya yang sedang duduk menatap keluar jendela. Ghea hanya memegang tas pundaknya. Ia hanya memandang Galkar dengan perasaan kasihan. Ghea baru mengetahui satu rahasia Galkar tentang Mamanya.


"Mahh ini Galkar" Galkar mendekati Mamanya dengan hati-hati ia takut mamanya akan mengamuk seperti dua minggu yang lalu.


Mama menatap Galkar tajam."SIAPA KAMU, JANGAN DEKATI SAYA ARGHH" teriak Mama histeris.

__ADS_1


"Mah tenang, ini Galkar anak Mama"Galkar sungguh tidak bisa menahan tangisannya. Ia sungguh sakit menatap kondisi Mamanya saat ini.


"PERGI KAMU, SAYA TIDAK INGIN MELIHAT KAMUU"usir Mama kepada Galkar. Galkar menatap Mamanya dengan perasaan sedih, setiap ia ke tempat ini, ia selalu di usir oleh mamanya.


Ghea mendekati mama galkar."Haii tante"sapa Ghea ramah dengan senyuman manisnya.


Mama memegang tubuhnya sendiri."Jangan sakiti aku, aku mohon hiks.. "Mama terisak.


"Heyy, Ghea ngga sakiti tante kok"ucap Ghea dengan nada halus.


"Benerkah?"Mama membinarkan kedua matanya. Ghea mengangguk.


"Nama tante siapa?"


"Gisa, nama ku Gisa "


Speechless. Galkar yang berada disana tercengang oleh interaksi Ghea dengan Mamanya. Bagaimana bisa Mamanya berbicara dengan Ghea sedangkan dirinya? selalu di usir untuk kesekian kalinya.


"Tante udah mam belum nih, pasti belum yaa"Ghea menujuk Mama galkar dengan telunjuknya. Wanita paruh baya itu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Mau Ghea suapin?"Mama Galkar mengangguk semangat.


"MAU MAU MAU"


Ghea tersenyum. Mengambil mangkok yang berisi bubur ayam itu.


"Ayo buka mulut nya, aaaa"Mama Galkar memakan nya. Sungguh. Galkar sangat kaget.


"Nyam..nyammm enakk "girang Mama Galkar.


"Pinter, ayo makan lagi, aaaa" Mama Galkar melahap dengan semangat.


Beberapa menit kemudian.


"Abis makan, harus minum biar ngga cegukan"Ghea memberi gelas ke Mama Galkar. Mama Galkar meminumnya hingga tandas.


"Alhamdulilah kenyang tante?"


"Iya kenyang"Memegang perutnya. Ghea tersenyum.


"Nama mu siapa?"tanya Mama Galkar.


"Nama aku Ghea tante "


"Nama yang cantik hihihi, sama seperti ku"Ghea tersenyum.


"tante..."


"Iya Ghea? "


"Gal sini"panggil Ghea kepada Galkar yang sedari tadi berdiri. Gisa menatap Galkar tak suka.


Galkar mendekat."Tante, ini Galkar. anak tante " ucap Ghea.


"Anak?"Gisa tampak ragu. Ghea tersenyum, lalu mengangguk.


"Iya tante, Galkar ini anak tante"


"Aku punya anak, astagaa anak kuu" Mama berhamburan memeluk Galkar. Galkar kaget bukan main, sudah sangat lama. Ia tidak merasakan hangatnya tubuh Mamanya.


"Senangnya aku memiliki anakk"girangnya mengelus punggung kekar Galkar yang tertutup oleh jaket kulit nya.


Ghea tersenyum haru. Ia jadi merindukan mamskynya yang sedang berada dirumah.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


__ADS_2