
Gadis taruhan galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Udah selesai?"Galkar. Menatap gadis yang sedari tadi menunduk itu.
Ghea. Ghea hanya mengangguk dengan sangat imut.
"Cih, gue engga akan terpikat, dasar murahan" batin Galkar.
"Yaudah ayo masuk "Galkar membuka pintu samping. Ghea menatap Galkar lalu menaiki mobil Galkar.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Galkar melirik Ghea yang diam saja.
"Lo kenapa? diem aja dari tadi"Galkar membuka suaranya dilanda keheningan 20 menit lalu.
"Gapapa kok, aku seneng aja"jujur Ghea.
"Seneng? engga pernah naik mobil lo?"ceplos Galkar tanpa dosa. Ghea terkekeh pelan.
"Bukan, maksud aku, aku seneng bisa pulang bareng Galkar"ucap Ghea. Gadis itu dengan polosnya mengungkapkan isi hatinya. Galkar dibuat tercengang.
"Norak" batin Galkar.
"Oh iya, kita pergi beli novel dulu ya"ajak Ghea.
Galkar hanya berdehem menanggapi ucapan Ghea.
Sesampainya di toko buku. Ghea sedari tadi menyari buku novel berjudul pacar kesayangan dikta. Tapi buku itu tak kunjung ketemu.
"Nyari apa si lo"Galkar memasukan tangannya ke kantong jaketnya.
"Aku lagi nyari novel"Ghea menjelajah setiap rak yang ia lewati
"Yahhh kayanya engga ada dehh"lirih Ghea, raut wajahnya sangat lesu.
"Novel apa?"tanya Galkar sok peduli.
"Pacar kesayangan dikta"Ghea menatap Galkar yang dua kali lebih tinggi darinya.
"Tanya sama mbaknya, punya otak di pake"ucap Galkar sengit. ghea tersenyum diam-diam.
"Udah ganteng, peduli lagi" batin Ghea.
"Mbak novel pacar kesayangan dikta udah ada belum ya?"tanya Galkar.
"Buku nya sudah habis mas, kemarin sudah diborong"ucap pegawai itu.
Galkar melirik Ghea yang jauh lebih pendek darinya."Tuh denger, novelnya udah habis"Ghea merosotkan bahunya lesu.
"Yahhh"Mata Ghea berkaca-kaca.
"Nanti kita cari, makasih ya mbak"Galkar menarik tangan Ghea. Ghea yang mendapat perlakuan itu berteriak didalam hatinya.
"Yaa tuhan, tangannya hangat banget" batin ghea.
"Besok gue cari novel yang lo cari, mau makan dulu engga?"
"Ngga usah, biar Ghea aja yang cari, huemm Ghea mau es cream, boleh?"Ghea tersenyum sangat manis.
Galkar mengangguk."Ayo"
mereka sekarang berada dikedai es cream.
"Mau es cream rasa apa?"Galkar melihat menu nama-nama es cream.
"Mau rasa strobery"
"Mas es cream stroberynya satu sama es cream cheese nya satu"
"Baik mas, mohon di tunggu"Mas kedai es cream membuat es cream yang dipesan mereka.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian es cream pun jadi.
"Silahkan mbak, mas ini es creamnya"mas kedai tersenyum.
"Makasih mas kedai"ucap Ghea bak seorang anak kecil. Mas kedai terkesima sebentar.
"Ah iya sama-sama mbak "ucapnya ramah.
"Engga usah genit, cepet makan"sindir Galkar tak suka dengan interaksi mereka.
Ghea cemberut sambil memakan es cream strobery nya.
"Kalo makan tuh jangan belepotan, kaya anak kecil dih"celetuk Galkar pedas.
Galkar mengusapnya dengan ibu jari nya. Ghea terdiam.
"MAMSKYYY GHEA TERBANGG" teriak Ghea didalam hati.
"Dasar bocil"Galkar terkekeh pelan. Ghea terpesona dengan tawa kecil itu.
"Ganteng"gumam Ghea.
"Siapa?"Galkar menatap Ghea penuh selidik.
"Ahh itu tadi mas kedai nya ganteng heheh"Galkar memutar bola matanya malas.
"Kalo bukan karna dare ngga mau gue deket-deket sama cewe cupu ini" batin Galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Makasih ya gal"Ghea. Tersenyum sangat manis.
"Hmm"dehem Galkar.
"Hati-hati ya, jangan ngebut"ucap Ghea tulus, matanya terlihat bahagia.
"Ya" Galkar keluar dari halaman rumah Ghea. Ghea tersenyum hangat.
"Galkar"gumam Ghea dengan perasaan senang.
"Mamskyy Ghea back homeee"teriak Ghea.
"Astaga Ghea"Mamsky menghampiri anak tunggalnya itu.
"Ehehe maaf Mamsky, Mamsky lagi apa?"Ghea melepaskan sepatunya.
"Mamsky lagi masak, mendengar teriakanmu Mamsky jadi kaget"akunya.
"Ehehe maaf ya mam, muach"Ghea menyium pipi wanita cantik alami itu.
"Yaudah sana, kamu ganti baju dulu abis itu makan"
"Siappp Mamsky kuuu"Ghea berlari bak seorang anak kecil.
"Astaga punya anak perawan tingkahnya seperti anak kecil"Mamsky geleng-geleng
kepala.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"GALKAR SUDAH BERAPA KALI PAPA BILANG JANGAN KEBUT-KEBUTAN DI JALAN"teriak Papa Galkar di teras rumahnya.
"Apa si pah, Galkar cuma nongkrong di basecamp" bohong Galkar.
"JANGAN BOHONG KAMU, PAPA DAPAT LAPORAN DARI MATA-MATA PAPA"sentak Papa emosi.
Galkar hanya diam tak bergeming.
"GALKAR KAMU DENGAR TIDAK?!!"
"Udah marah-marahnya pah? ngga cape?"Galkar turun dari motor ninjanya, ia terkekeh miris.
"Udah kerja dari pagi sampe malem terus ketemu pagi lagi, terus kerja lagi. Ngga cape abis kerja ngomel-ngomel mulu?"Galkar menghampiri Papanya dengan berani. Galkar menatap Papanya, tatapannya menyorotkan kekecewaan.
__ADS_1
"Mama lagi di rumah sakit jiwa, Papa enak-enakan main sama wanita lain? hebat"Galkar bertepuk tangan seolah-olah memberi apresiasi kepada Papa kandungnya ini.
Papa membeku ditempatnya.
"Hahaha jangan pikir Galkar bodoh pah, MAMA SAKIT GARA-GARA PAPA"Galkar sudah murka. Ia sudah muak dengan sikap papa kandungnya ini.
"BERANI KAMU BERTERIAK SAMA PAPA"gertak Papa.
"Itu karna Papa, Papa yang udah ngajarin aku kaya gini. Cape pah. Galkar cape"keluh laki-laki sangar itu.
"Pah... Mama butuh Papa"Galkar duduk dilantai. Di depan Papanya.
Papa hanya diam. Tak bisa menjawab apa-apa.
Galkar mendongak menatap lelaki paruh baya itu.
"Papa ngga peduli"Papa pergi masuk ke dalam rumah.
"Hiks..."isak kecil terdengar dari bibir kecil Galkar.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Haii galkar"Ghea menduduki kursi didepan Galkar. Sekarang mereka berada dikantin.
"Hmm"
"Galkar. Ghea bawa bekal buat Galkar, di makan ya" Ghea menyodorkan kotak nasi ke hadapan Galkar. Nasi goreng.
"Gue ngga laper"tolak Galkar mentah-mentah.
"Galkar harus makan, kata Mamsky kalo ngga makan nanti cacingnya nangis didalam perut"Ghea menirukan suara Mamskynya yang selalu menasehatinya seperti itu.
Galkar terkekeh kecil.
"Ayyo di makan, tadi Ghea di bantu Mamsky buat nasgornya. Semoga suka ya"Ghea tersenyum sangat merekah.
"Thanks"Galkar mengambil sekotak nasi itu.
"Wehh ada cewe nih"heboh Aska duduk disamping Galkar.
"Boleh gabung ngga nih"Ghea mengangguk dengan senyum yang selalu terbit dari bibirnya.
"Tembak Ghea secepatnya"bisik Eja.
"Hmm"
"Nama lo Ghea kan?"tanya Eja.
"Iya, nama aku Ghea "
"Kenalin nama gue Rivejandra Akhtar"Eja mengulurkan tangannya. Ghea menerimanya dengan senang hati.
"Gue Alaska Rajadewa, panggil aja Aska " Aska menepis tangan Eja. Eja menatapnya sengit.
Ghea tersenyum."Ghea"
"Duhh neng, senyum lo manis battt arghhh" Aska mendramatis.
"Andi"Andi mengulurkan tangannya.
"Ghea"Ghea menerima uluran tangan Andi, lalu tersenyum.
"Cantik euy, buat gue ya"bisik Aska ditelinga Galkar. Galkar menatapnya dengan tatapan memangsa.
"Canda elah"Aska terkekeh kaku mendapat tatapan menghunus dari Galkar.
"Btw dah mesen makan ghe?"tanya Aska.
Ghea mengeleng."Aku bawa bekal Aska"lagi. Ghea tersenyum.
"Ngga usah senyum terus, ngga kesian sama air liur lo jadi kering"sengit Galkar menatap Ghea dengan tatap lain. Ghea mengulum senyumnya.
"Yaelahh pelit amat si babang Galkar"tawa Andi.
__ADS_1
"Biar terlihat care" batin Galkar. Tersenyum miring.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•