Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 12


__ADS_3

Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


"Gue ngga suka ghe, gue ngga suka" racau Galkar memejamkan kedua matanya.


Ghea tersenyum kecil. Sangat lucu jika galkarnya ini sedang cemburu.


Ghea mengusap rambut Galkar yang ada dibahunya.


"Iya-iya Galkar ngga suka, udah nggaa usah cembur, yang penting kan Ghea suka nya cuma sama Galkar " Galkar mengangguk, dan masih diposisi sama.


"Gemes banget deh kalo liat Galkar cemburu gini " ucap Ghea. Galkar langsung menegakkan kepalanya seperti semula.


"Mana ada, gue ngga cemburu" Galkar mrmbuang mukanya.


"Mini idi, giwi nggi cimbiri" cibir Ghea. Galkar menabok bibir Ghea. Ghea meringis.


"auu" ringkis Ghea.


"Makanya tuh mulut main cibir-cibir " kesal Galkar, lebih tepatnya ia sungguh malu.


"Abisannya Galkar ngga mau ngaku " Galkar diam.


"Ghee? " Galkar menatap serius mata Ghea.


"Iya Galkar? "


"Janji jangan tinggalin gue? " ucap Galkar. Ghea tersenyum, lalu mengangguk


"Iya Ghea janji ngga akan tinggalin Galkar " Ghea tersenyum.


"Kalo lo ninggalin gue, gimana? "


"Gampang, Galkar tinggal kerumah ghea terus teriak bilang 'gheaaa jangan tinggalin guaa, gua ga mau lo pergi' . gituu" ucap Ghea. Galkar terkekeh. Mengacak rambut Ghea.


"Ishh Galkar, kenapa sihh cowo suka banget acak-acak rambut cewe " omel Ghea. Galkar menatap tajam ghea.


"Rambut lo suka di acak-acakiin sama cowo? " Ghea mengangguk polos.

__ADS_1


"Sama siapa? " suara Galkar berubah dingin. Ntah kenapa ia tak suka miliknya disentuh oleh laki-laki mana pun.


"Kak Dilan " Galkar bernafas lega.


"Yahh Galkar, kita jadi bolos nih gara-gara Galkar cemburu " Ghea mengerucutkan bibirnya.


"Gapapa, sekal-sekali ngebolos sama pacar, kapan lagi coba? " ledek Galkar. Ghea dibuat tertawa oleh ledekan receh Galkar.


"Oh iya, nanti abis pulang sekolah jadi main ke rumah? "


"Jadi lah, kan mau ketemu sama calon mama mertua " pipi Ghea bersemu merah, mendengar ungkapan yang dilontarkan oleh Galkar.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Keduanya turun dari atas motor ninja Galkar. Ghea membawa kresek berwarna hitam. Galkar memasukan motornya ke dalam garasi rumah Ghea.


"Ayoo gal " Galkar angguk.


Keduanya masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum Mamskyyy "


"Iya tan " Galkar tersenyum.


"Mam, ajak Galkar duduk dulu. Ghea mau ambil piring dulu didapur " ucap Ghea.


"Iya sayaang, ayo gal duduk " Galkar angguk.


"Kangen banget ya gal sama Ghea? sampai-sampai setiap hari bareng" sindir Mamsky terkekeh. Galkar dibuat mematung oleh ucapan calon mertua nya ini. Hahah.


"A-- i--iya tan hehe " Galkar tertawa kaku. Tanpa dipungkiri ucapan Mamsky benar adanya.


"Tante mohon sama Galkar, jaga anak tante ya, gitu-gitu dia anaknya cengeng gal " Mamsky membuka aib anaknya sendiri. dasar mamsky!


"Iya tan, Galkar bakal jaga Ghea "


"Tante percaya sama kamu" Mamksy tersenyum.


"Makasih udah percaya sama Galkar tan " Mamksy mengangguk dengan senyuman yang selalu mengembang.

__ADS_1


"Sih Ghea lama banget ambil piring doang didapur " gerutu Mamsky. Galkar hanya terkekeh kecil.


"'Assalamu'alaikum mam " ucap seorang laki-laki memasuki rumah.


"Wa'alaikummussalam " ucap Mamsky dan Galkar.


"Eh ada tamu ya " ucap seseorang itu, Dilan.


"Iya nih lan, ada pacarnya Ghea " Dilan menyalami tangan Mamsky. Galkar menyalami tangan Dilan.


"Galkar kak" Dilan mengangguk menepuk bahu Galkar.


"Dilan " Galkar tersenyum cangung. Ia jadi canggung kalo seperti ini. Ahh Ghea kenapa lo lama banget si. batin Galkar.


"Pacarnya ghea? " tanya Dilan, duduk disamping Galkar.


"Iya kak, saya pacarnya Ghea "


"Selalu sabar sama Ghea ya gal, dia anaknya ngga bisa diem " Dilan terkekeh. Galkar hanya mengangguk sesekali tersenyum.


"Wahh wahh mau jelek-jelekin Ghea didepan Galkar ya? " Ghea keluar dari dapur dengan kresek yang masih dibawanya dan seteko es teh. Dilan hanya terkekeh.


"Wihh apa nih ghe? " ucap Mamsky.


"Ketoprak mam, tadi Galkar yang beli "


"Wahh makasih ya gal" ucap Mamsky. Galkar tersenyum.


"Nih ayo makan " Ghea membuka bungkusan plastik itu, lalu diletakkan di piring.


"Wiishh makasih ya gal, baek bener jadi calon adik ipar " ucap Dilan santai. Galkar lagi-lagi hanya tersenyum.


"Nih buat Galkar, ngga pakai kacang, ngga pakai togek, ngga pedes " ucap Ghea.


"Busett hapal kamu ya dek, yang ngga disukai sama Galkar. Makanan yang kakak suka aja boro-boro kamu inget " cibir Dilan. Ghea hanya memeletkan lidahnya, meledek. Galkar dan Mamsky hanya memandang keduanya. Mamsky geleng-geleng kepala, sedangkan Galkar? tersenyum. Kenapa bisa dia tersenyum? karna bidadarinya sangat cantik jika dilihat sedekat ini.


"Ayoo kita makannnn !!! " teriak Ghea. Membuyarkan lamunan Galkar.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


__ADS_2