
Gadis Taruhan Galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Apa kabar Galkar, sudah lama saya ngga melihat kamu, kamu tambah ganteng aja ya"ucap Papksy menggoda Galkar.
"Eh, saya baik om, om bisa aja, tapi, makasih om atas pujiannya"
Papksy mengancungkan jempol."awet-awet ya kalian, jangan sampe kejadian kemarin terulang lagi"
Keduanya bergeming, sama-sama merasa bersalah.
"Iya pap"ujar Ghea memainkan jari-jari lentiknya.
"Apa Ghea udah maafin Galkar?"tanya Papksy melirik anak tunggalnya itu yang masih saja menunduk. Sudah kebiasaan Ghea, jika sudah berhadapan dengan Papksy, ia akan selalu menunduk.
"Udah pap"
"Sepenuhnya udah maafin Galkar?"Papksy mendesak, merasa kurang puas dengan jawaban dari Ghea.
Ghea mengangguk, menegakan kepalanya."Ghea udah maafin Alkar sepenuhnya pap, selama Ghea dan Alkar terjalin konflik, ngga ada rasa dendam dilubuk hati Ghea, Ghea emang kecewa dan marah, tapi, rasa itu lama-kelamaan akan hilang dan digantikan oleh suatu kebahagiaan pap"ucap Ghea, wajahnya terlihat serius, ia tidak main-main dengan ucapannya. Galkar dibuat jatuh cinta melihat sisi dewasa seorang Ghea.
Papksy mengangguk baru merasa puas dengan jawaban Ghea kali ini."bagus"
•••
Perut Galkar sangat begah memakan makanan yang terhidang dimeja rumah Ghea, huhh, makanannya sangat enak, bahkan jika saja perut Galkar bisa menampung, ia akan menghabiskan semuanya.
"Nih minum dulu air angetnya"Ghea menyuguhkan secangkir air putih hangat, Galkar menerimanya.
"Makasih ghe"Galkar mulai mendaratkan bokongnya dikursi kayu teras rumah Ghea.
__ADS_1
"Makanannya siapa yang masak? enak-enak banget, sampe ketagihan gue"celetuk Galkar menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi.
Ghea mengulum bibirnya, ingin mengatakan yang sejujurnya tapi ia sangat malu.
"Emm, itu semua masakan Ghea, gal"seru Ghea mengigit bibir dalamnya, membuang rasa malu dan juga gugupnya.
Galkar tercengang."cocok jadi istri gue ini mah, gass, besok nikah ya sama gue?"tawar Galkar. Hanya seorang Galkar yang mengajak nikah seperti ingin mengajak ke pasar malam.
Ghea tertawa."kalo jodoh"
Wajah Galkar terlihat kesal dan masam."lo jodoh gue, kalo lo jodoh orang, gue pun orang"elak Galkar dengan kenyataan yang ia buat-buat.
Ghea membawa tangan Galkar untuk ia genggam."Alkar percaya ngga, kalo bulan ada pada pagi hari?"
Galkar mengeleng tegas."selama gue hidup, gue ngga pernah ngeliat bulan dipagi hari"sahut Galkar.
Ghea mengangguk."kenapa Alkar ngga liat, padahal bulan ada dipagi hari, loh.."
"Kok dilepas?"Galkar membuka matanya melirik tajam kearah Ghea.
"Ngga apa-apa, tiduran aja dulu"
"Tapi gue mau tangan gue digenggam sama lo"protes Galkar, merengek.
"Yaa ampun,"Ghea mengambil tangan Galkar kembali. Mengangkat tinggi-tinggi kaitan tangan mereka."nihh udah aku genggam"lanjutnya.
"Sampe besok pagi, ya?"tengil Galkar, mencoba untuk membuat Ghea tersipu.
"Pegel dong tangan Ghea, nanti tangan Ghea kesemutan kalo genggam tangan Alkar terus"Ghea cemberut. Sungguh, Galkar tidak menyangka atas ucapan Ghea yang sangat diluar ekspektasinya.
"Yaudah, lepas aja"wajah masam Galkar terlihat. Membuat Ghea menoel-noel pipi mulus Galkar.
__ADS_1
"Cie ngambek"goda Ghea.
"Ngga"cetus Galkar.
"Ciee"
"Diem deh!"
"Maaf yaa, anak ganteng, kan aku cum--"
"Astaga! Alkar kenapa?"panik Ghea. Galkar tiba-tiba saja tertidur dilantai, dengan memegang dada sebelah kirinya.
"Arghh"pekik Galkar.
"Alkar! Alkar kenapa,"Ghea membawa kepala Galkar untuk diletakan dipahanya, ia mengusap rambut lebat legam milik Galkar.
"Alkar udah, jangan kaya gini, mana yang sakit, dada Alkar sakit?"Ghea mencoba mengusap dada kiri Galkar. Galkar menumpukan tangannya diatas tangan Ghea.
"Ghe..?"
"Iya Alkar, Alkar mau minum?, Ghea panggil Papsky ya buat dibawa kerumah sakit"tersurat rasa khawatir Ghea lebih besar daripada rasa paniknya.
Galkar menggeleng."lo denger detak jantung gue?"Ghea mengangguk.
"Cuma sama lo jantung gue berdebar kaya gini, gue juga bingung gue sakit apa kalo lagi deket sama lo, bawaan nya deg-degan dan berefek kaya gini"jujur Galkar, ada rasa ingin menjaili tapi malah..
"AAAA ALKAR, BIKIN KHAWATIR AJA!"teriak Ghea."Sana pulang, Ghea males sama Alkar"lanjutnya, bangkit dari duduknya.
Galkar tertawa."siapa sekarang yang ngambek, hm?"Galkar mendongakkan kepalanya.
"Diem, Ghea lagi males sama Alkar"
__ADS_1
•••