Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 29


__ADS_3

Gadis Taruhan Galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Deringan ponsel Ghea acuhkan, ia mengambil benda pipih itu, lalu memblokir nomor yang terus menerus menelponnya, ia sudah menduga siapa penelepon itu.


"Aku benci Galkar"gumam Ghea, suara ketukan pintu membuat Ghea tersadar dari lamunannya.


Pintu terbuka menampakkan wajah Mamsky."Ghee?"


"Iya mam, ada apa?"


Mamsky berjalan mendekat, duduk disamping Ghea."ngga apa-apa, emang ngga boleh Mamksy kesini, hm?"


Ghea tersenyum."boleh kok mam"


"Meoww"Ghea mengambil kucing yang berada dibawah kasur."una laper yaa?"


"Meoww"Ghea mengusap lembut bulu putih kekuningan-kuningan itu.


"Mam, aku kasih una makan dulu ya"


Mamksy mengangguk."iya gih sana"


•••


"Una?"seru Ghea melamun sembari mengusap bulu kucing itu.


"Meoww"seolah-olah kucing itu tau, jika dirinya dipanggil oleh sang majikan.

__ADS_1


"Alkar jahat sama Ghea, unaa"adu Ghea mengerucutkan bibirnya.


"Meow meow, meow meow"seru kucing itu heboh.


"Emang iya? kayanya ngga deh, Ghea udah putus sama Alkar, unaa"ucap Ghea tersenyum kecut.


"Meow meow meow, meow meow"kucing itu seakan paham kondisi Ghea sekarang."meow meow"seru kucing itu, seakan ingin mengajak Ghea ke suatu tempat.


"Una mau ajak Ghea kemana?"


"Meow meow"Ghea hanya mengikuti Una. Ternyata, Una membawanya ke teras rumah.


"Kita ngapain disini una? una mau main?"una tidak menghiraukan ucapan Ghea, kucing imut itu berlari kearah gerbang, mengambil sesuatu yang terselip disana.


"Meoww meoww"kucing itu membawa sebuah kertas kecil. Kening Ghea mengerut, mengambil kertas itu.


Ghea membuka kertas itu. Ada sebuah tulisan. Maafin gue, Ghea.


"Meow meow"


•••


Galkar mengigit bibir bawahnya, mengenggam kuat-kuat liontin matahari pemberian Ghea.


"Maafin gue, Ghea"gumam laki-laki itu.


"Gue ngga boleh diem aja kaya gini, gue ngga mau ngelepas Ghea"pekik Galkar.


"Hiks hiks"Galkar terisak hebat.

__ADS_1


"Galkar kamu kenapa sayang?"Mama panik melihat kondisi anak bungsunya itu. Wanita paruh baya itu memeluk Galkar.


"Hiks Mama, maa, bilang sama Ghea, jangan tinggalin Galkar hiks"racau Galkar, ia memeluk kuat tubuh Mamanya.


"Sttt kamu tenang dulu, minum dulu"Mama mengambil gelas yang berada diatas nakas, lalu memberi gelas itu untuk Galkar.


Setelah Galkar tenang, Mama pelan-pelan bertanya.


"Galkar putus mah"bibir laki-laki itu bergetar.


"Kenapa bisa putus sayang?"Mama jadi ikut sedih mendengarnya. Galkar menceritakan semuanya kepada Mama.


"Kamu jadikan Ghea taruhan?"Galkar mengangguk membenarkan ucapan Mamanya. Mama terlihat marah, sebelum Mama berujar Galkar langsung menyela ucapan Mama.


"Galkar cinta Ghea mah, awalnya emang Galkar jadiin Ghea taruhan, tapi lambat laun perasaan cinta Galkar ke Ghea ngga bisa dibohongi, Galkar cinta Ghea mahh, Ghea ngga percaya kalo Galkar cinta dia, bilang sama Ghea mah jangan tinggalin Galkar"ucap Galkar dengan kepala tertunduk.


Mama mengusap rambut Galkar."nak, kalo itu yang terjadi, dateng ke rumah Ghea, minta maaf sama Ghea dan orang tuanya, bicarakan baik-baik"


"Tapi Ghea minta putus mah"


"Kalo itu kemauan Ghea, ikuti kemauannya, jangan memaksa Ghea untuk selalu menjadi milik kamu, nak"Galkar mengigit bibir bawahnya.


"Galkar akan mempertahankan Ghea, walaupun Ghea tetep nolak Galkar, mah"ujar Galkar, setelah itu ia pergi dari kamarnya.


Mama tersenyum, mengeluarkan benda pipih dari kantong celananya.


"Kamu udah denger semuanya kan, ghe?"ucap Mama. Ternyata, saat Mama memasuki kamar Galkar, panggilan sudah terhubung.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


ALOO TEMAN-TEMAN SEMUA, selamat siang, dukung terus karya aku ini yukk hihi, jangan lupa vote, like, and komen yaa! satu like kalian berarti bangett buatt akuu, terima kasii >•< <3


__ADS_2