
Gadis Taruhan Galkar
•••
"Makasih udah nemenin gue buat olahraga ghe"Galkar mengacak rambut Ghea.
"Sama-sama al, Ghea juga mau bilang makasih karna Alkar udah ajak Ghea buat olahraga"Ghea tersenyum.
Galkar mengangguk."gue balik ya?"
Ghea mengangguk."hati-hati,"
"Tapi gue masih pengen sama lo"ujar Galkar tiba-tiba.
"Pulang dulu, mandi al"jawab Ghea.
Galkar menggeleng."boleh disini dulu?"
"Al.."Ghea menekan ucapannya.
"Becanda Ghea, gue balik ya?"ucap Galkar lagi, sudah dua kali ia mengatakan hal yang sama.
"Iyaa Alkar,"
"Jangan kangen gue ya?"
Ghea melotot dengan tangan di pinggang."Alkar!"
Galkar tertawa lebar, tawanya itu sangat manis, gigi gingsul disebelah kanan nya menambah kesan lucu.
•••
Ghea sedang merebahkan dirinya dikasur, setelah mandi tadi, Ghea sudah nangkring dikasur dengan novel yang ia baca sebelum Galkar datang untuk mengajaknya untuk berolahraga.
"Aaaa so sweet banget Gasta nya,"ngeram Ghea, ia berguling-guling ke kanan dan ke kiri.
"Bisa mati muda kalo Ghea baca novel terus ih"monolog Ghea, ia beranjak turun dari kasur.
Ghea turun ke lantai dasar. Dilihatnya Dilan yang sedang ngopi santai digazebo dekat kolam renang.
Ghea ikut duduk di gazebo dekat kolam."udah bangun ghe?"
__ADS_1
"Ih pertanyaannya ngeselin,"ujar Ghea tidak terima."Ghea itu udah bangun pagi-pagi banget, sebelum ka lanlan bangun, Ghea udah bangun tau!"lanjutnya
"Masa sih?"ujar Dilan kurang yakin.
"Yaaaa"kesal Ghea.
"Terus kenapa baru turun?"
"Lagi pengen baca novel dikamar, Ghea bosen jadinya Ghea turun deh"ucap Ghea, helaan nafas ia keluarkan.
Dilan melirik Ghea."kenapa, lagi ada masalah sama Galkar? narik napasnya panjang banget kaya menghadapi beban negara"celetuk Dilan mencari topik.
"Ngga ada, Ghea cuma bosen ditambah cape"
Dilan terkekeh pelan."cape ngapain sih?"
Ghea mengedihkan bahunya."kak..?"
"Hmm?"Dilan menyeruput kopinya.
"Ghea cape nafas, boleh berhenti nafas ngga sih?"ujar Ghea tiba-tiba.
"Ghea becanda ka, serius banget sih jadi orang"ucap Ghea tertawa, Dilan memasang wajah dinginnya dihadapan Ghea, ia tidak suka jika ada orang yang membahas tentang kematian, secara tidak langsung Ghea ingin mati, bukan?
"Kakak ngga suka sama candaan kamu ghe"ujar Dilan dingin, Ghea berhenti tertawa, menatap Dilan yang juga sedang menatap dirinya.
"Maaff kaa, janji deh ngga diulangi lagi"
"Jangan bahas kematian, lagi ya?"mohon Dilan, dengan cepat Ghea mengangguk. Dilan sedari remaja sudah ditinggal oleh kedua orangtuanya, orangtua Dilan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua orangtuanya meninggal.
•••
Ghea meringis sakit perut."sakit banget"Ghea meringkuk dikasur dengan memegangi perutnya.
Dilan sudah pergi satu jam yang lalu ke kampus, Mamsky sedang arisan dirumah teman lamanya, dan Ghea sekarang dirumah seorang diri.
"Shh kayanya mau dateng bulan, Ghea cek dulu deh"Ghea beranjak dari kasur, mengecek didalam kamar mandi, dan benar feeling Ghea, ia maju dua hari dari masa datang bulannya.
"Yah, Ghea dateng bulan, stok pembalutnya udah habis lagi"Ghea keluar dari kamar mandi.
Suara bell pintu utama membuat kening Ghea mengerut. Dengan pelan, Ghea turun ke lantai dasar, membuka pintu utama.
__ADS_1
"Al..?"beo Ghea.
"Gue disuruh nemenin lo sama Mamksy"ucap Galkar, Ghea hanya mengangguk, menggiring Galkar untuk masuk.
Ghea meringis kecil, Galkar melirik Ghea dengan rasa khawatir."kenapa?"Galkar memegang lengan Ghea.
Ghea mengangguk."ngga apa-apa, cuma sakit perut karna dateng bulan, sebentar ya, Ghea mau keatas ganti baju, mau beli pembalut di supermarket depan"
"Biar gue yang beli, lo tunggu sini"
"Tapi al--"ucapan Ghea disela.
"Ngga ada tapi-tapian, bentar ya"Galkar mengusap lembut pipi Ghea, lalu dengan cepat ia keluar rumah.
Beberapa menit berlalu Galkar sudah membawa kresek yang isinya ada pembalut, susu full cream, snack-snack, dan kiranti.
"Nihh"
"Loh kok?"bingung Ghea, ia hanya ingin pembalut.
"Snacknya lo makan, gue juga beliin susu full cream buat lo, oh iya, itu kirantinya juga diminum" ucap Galkar mengelus punggung tangan Ghea lembut.
"Makasih ya, Ghea mau pake pembalut nya dulu, Alkar kalo mau minum, ambil aja di dapur ya, ngga apa-apa Ghea tinggal sebentar?"
Galkar mengangguk."ngga apa-apa ghe"
•••
Ghea dan Galkar sedang diruang tengah rumah Ghea. Ghea sesekali meringis sakit diperutnya.
"Sakit banget ghe? ke rumah sakit aja, ya?"ucap Galkar khawatir.
"Ngapain ke rumah sakit, Ghea cuma sakit perut doang al"
"Tapi gue ngga tega liat lo sakit kaya gini"
"Ghea ngga apa-apa, udah, Alkar ngga usah khawatir, ya?"Galkar mengangguk ragu.
"Kalo sakitnya nambah ke rumah sakit aja, biar dikasih obat sama dokter"ucap Galkar polos, Ghea tertawa dengan rasa nyeri diperutnya.
•••
__ADS_1