Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 11


__ADS_3

Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea sedang membaca novel didalam kelas. Jam masih menunjukkan pukul 06 lewat 20 menit, dikit lagi pelajaran akan dimulai.


"Sendirian aja neng" suara laki-laki membuat Ghea kaget bukan main.


"Astaga Reihan" Ghea memukul lengan laki-laki itu. Laki-laki itu terkekeh.


Kalian masih ingat dengan Reihan? yap benar, Reihan adalah orang yang meminta contekan kepada Ghea waktu itu.


"Enak yee lo abis liburan" Reihan mengunyah permen karetnya.


"Ngga sih, biasa aja" ucap Ghea santai.


"Oleh-oleh buat gue mana ghe? parah lo, masa sama temen sendiri lupa" Reihan mencibir karna kesal.


"Mau oleh-oleh? " Reihan mengangguk dengan antusias.


"Minta sama Mamsky aku" Ghea tertawa pelan melihat raut wajah Reihan yang berubah.


"Suee lo" Reihan menoyor dahi Ghea pelan. Ghea hampir kehilangan keseimbangan nya karna toyoran Reihan yang cukup kuat.


"GHEAAAA" suara cempreng seorang gadis membuat dua orang remaja didalam kelas itu menutup telinga nya rapat-rapat.


"Astaga cinta" Cinta berjalan kearah meja Ghea.


"Hehehe kangen gue ghe sama lo, ngga ada yang ngasih contekan lagi ke gue " ceplos Cinta blak-blakan.


"Se*an lo, anak orang lu manfaatin ngga ada adab" sosor Reihan. Cinta hanya cengengesan.


"Lo dah ketemu sama bokap lo?" tanya Cinta.


"Udah kok, alhamdulilah Papksy aku sehat" Ghea tersenyum.


"Syukur deh, calon mertua gue sehat" sela Reihan. Membuat dua gadis itu mengerutkan dahinya.


"Maksud lo apaan?" Cinta memincingkan kedua matanya.


"Eh ngga apa-apa, lo berdua salah denger" Reihan mengaruk tenguknya yang tidak gatal.


"Gue keluar dulu, tadi dah ada janji sama temen" Reihan langsung lari keluar kelas.


Cinta dan Ghea saling pandang. Lalu keduanya menatap pintu kelas kembali.


"Lo sepemikiran sama gue kan ghe?"


"Iya Ghea sepemikiran sama kamu"


"Apa?"


"Reihan ngga jelas, masa Papsky Ghea dikira calon mertuanya, kan seharusnya Papksy Ghea calon mertua Galkar"


Cinta dibuat tepuk jidat melihat kelakuan polos Ghea.


"Ngga peka nih bocah" gumam Cinta.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea tersenyum saat melihat Lak-laki yang dicintainya sedang duduk sendiri dimeja pojok kantin.

__ADS_1


Ghea menghampiri Galkar."Hai Galkar" sapa Ghea.


Galkar tak menghiraukan sapaan Ghea. Ghea mengerutkan keningnya.


"Gall" Ghea mencoba meraih tangan Galkar. Galkar segera menarik tangannya.


"Galkar kenapa?" Ghea mengerucutkan bibirnya.


Galkar menatap Ghea malas.


"Ada apa? kaya males gitu natap Ghea, Ghea buat salah kah?"


"Pake nanya" Galkar memainkan ponselnya. Ghea bingung sendiri.


"Galkar kenapa sih? Ghea bingung"


"Hmm"


"Galkar udah makan belum?"


"Hmm"


"Nih Ghea bawa makanan buat Galkar, kata Mamsky, jangan lupa nanti main ke rumah abis pulang sekolah "


"Hmm"


"Hmm hmm mulu ih dari tadi" Ghea terkekeh.


"Galkar" suara Ghea melembut. Galkar menoleh.


"Galkar kenapa? Ghea minta maaf ya kalo Ghea punya salah" Ghea mengedipkan matanya berulang kali.


"Hmm"


"Ini buat Galkar" Ghea membuka kotak itu. Sebuah liontin dari Grenpa.


"Dipakai ya" Ghea tersenyum.


"Kata Grenpa, ini liotin untuk pasangan Ghea, dan Ghea udah yakin kalo Galkar adalah pasangan yang tepat untuk Ghea " galkar dibuat tertohok oleh kalimat Ghea.


"Liat, Ghea udah pakai liotin bulan"


"--Dan Galkar harus memakai liontin matahari ini "lanjutnya.


Galkar hanya diam.


"Galkar"


Galkar tersadar dari lamunannya.


"Sini Ghea pakaiin" Ghea memakaikan liontin itu dileher Galkar. Galkar tak berkutik. Ia hanya menurut seperti kambing ompong.


"Nahh udah, ih Galkar tambah ganteng sama liontin matahari itu" Ghea tersenyum. Galkar memegang liontin berbentuk matahari itu.


"Thanks" Ghea mengangguk.


"So? tadi Galkar kenapa?"


Galkar mendongak, menatap Ghea.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


"Masih tanya kenapa?" Galkar menyeruput es lemon nya. Dahi Ghea mengerut.


" Ghea ngga ngerti maksud Galkar "


"Terserah lo lah" Galkar berlalu pergi.


"Hayoo loh" tiba-tiba Cinta datang.


"Eh Cinta"


Cinta duduk disamping Ghea."Kayanya gue tau dia kenapa ghe" Cinta terkekeh.


"Galkar kenapa cin? sumpah Ghea ngga ngerti sama Galkar, tiba-tiba berubah kaya gitu, padahal tadi malem dia baik-baik aja"


"Sebelumnya nih ya ghe, sebelum gue masuk kelas, gue liat si Galkar lagi ngintip kekelas kita, awalnya gue pengen nyuruh dia masuk, tapi keburu dia pergi"


"--lo ngga inget sama kejadian dikelas tadi pagi?" Ghea berpikir mengingat kejadian tadi pagi.


"Inget, kita belajar kan"


"Busett dah, punya temen dongonya minta ampun" Ghea terkekeh mendengar omelan Cinta.


" Galkar tuh jealous ghee, peka dong jadi cewe "


" Galkar cemburu? " beo Ghea. Cinta mengangguk, membenarkan ucapan Ghea.


"Karna apa? " Cinta menoyor dahi Ghea pelan.


"Coba diinget-inget ghee " Cinta berusaha sabar sama makhluk satu ini.


"Reihan? " tebak Ghea. cinta mengangguk, membenarkan ucapan Ghea lagi.


"Gadis pintar"


"Ih apa masalahnya sama Reihan"celetuk Ghea tanpa beban.


"Percuma cantik kalo dongo ghee" ceplos Cinta blak-blakan.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea memasuki ruang musik yang tidak ada orang. Ia sudah menduga kalo Galkar akan disini. Dan ternyata dugaan nya benar. Galkar sedang bermain gitar dipojok ruangan.


" Galkar " suara Ghea mengema diruangan itu. Pandangan Galkar tertuju menatap manik mata hazel Ghea. Ghea menghampiri Galkar. Duduk disamping Galkar.


"Hm? " dehem Galkar.


" Galkar cemburu ya? " Galkar menatap dalam manik hazel Ghea. Galkar hanya diam.Tak niat untuk bersuara.


"Ghea sama Reihan ngga ada apa-apa kok gal, kita cuma sebatas friend " jelas Ghea, menampakan senyuman manisnya.


"Lo ngomong apa sih, siapa juga yang cemburu " elak Galkar, memainkan gitarnya. Ghea memegang tangan Galkar.


"Bener ngga cemburu? tadi Reihan ngajakin Ghea pergi ke caffe depan abis pulang sekolah" Galkar mendelik tajam Ghea. Ghea dibuat terkekeh.


"Kann bener Galkar cemburu " Ghea mencolek hidung Galkar.


Galkar menyenderkan kepalanya dibahu Ghea. Ghea dibuat mematung ditempatnya.


"Gue ngga suka ghe, gue ngga suka" racau Galkar, sambil memejamkan kedua matanya.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•

__ADS_1


__ADS_2