
Gadis taruhan galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Sebulan sudah berlalu sejak kejadian Ghea mendiami Galkar, dan hari adalah kepulangan Papsky Ghea.
Ghea tersenyum lebar saat melihat laki-laki paruh baya itu sedang duduk disofa ruang tamu.
"AAAAA PAPSKYY"Ghea berlari dan berhamburan memeluk tubuh tegap Papksynya. Papksy hampir saja jantungan mendengar teriakan anak tunggalnya ini.
"Astaga anak Papsky ini, hampir copot jantung Papsky"aku Papksy.
"Eheheheh maaf pap, ishhh Papsky kok ngga bilang kalo mau pulang sekarang siihhh, kan Ghea bisa jemput Papsky dibandara"kesal Ghea.
"Papsky mau kasih suprise buat Ghea, putri kesayangan Papsky"Papksyy mempererat pelukannya.
"Ghea beruntung punya Papsky, meskipun Papsky sering keluar negeri terus, tapi rasa sayang papksy ngga pernah berkurang, Papsky mau jadi Papksynya Ghea di semesta lain?"melas Ghea, matanya berkaca-kaca. Ntah mengapa ucapan Ghea sangat menyentuh relung hati laki-laki paruh baya itu.
"Papksy akan selalu menjadi Papskynya Ghea disemesta lain"
"Makasih Papsky"Ghea tersenyum.
Mamsky yang melihat kehangatan keduanya tersenyum haru.
"Selalu persatukan kami tuhan"gumam Mamsky.
...•••...
"Ghea dipanggil Papsky, sayang"seru Mamsky dari luar kamar Ghea.
"Iya mam, nanti Ghea turun"Ghea menutup buku-bukunya, lalu bergegas keluar kamar.
"Kenapa pap?"Ghea duduk disamping Papsky.
"Ghea katanya punya pacar kan?"tanya Papsky, Ghea mengangguk jujur.
__ADS_1
"Boleh kenalin Papsky sama pacarnya Ghea?"Ghea terdiam terpaku.
"Emm, boleh kok pap, Papsky kapan mau ketemu sama Galkar?"
"Sekarang bisa, sayant? sekalian ajak pacar kamu makan malam"Papsky mengusap rambut tergerai Ghea. Ghea tersenyum, lalu mengangguk.
"Bisa pap, nanti Ghea hubungin Galkar suruh kesini"
...•••...
Galkar menyalami tangan orang tua Ghea. Ia tersenyum canggung saar bertemu langsung dengan Papsky Ghea.
"Kamu yang namanya Galkar?"tanya papsky dengan santai.
"Iya om, saya Galkar"Ujar Galkar soapn.
"Ayo silahkan duduk, ghee tolong buatin minum untuk Galkar ya"titah Papsky sangat lembut.
"Syapp pap"Ghea langsung bergegas ke dapur.
"Kamu udah berapa lama pacaran sama Ghea?"seru Papsky, Galkar menelan salivanya dengan susah payah.
"Saya percaya sama kamu, tolong jaga anak saya ya, saya mempercayai kamu Galkar"ucapan Papsky sangat tegas namun lembut. Galkar mengangguk yakin.
"Siap om, saya akan selalu jaga anak om, sebelum om kecewa sama saya, saya minta maaf jika saya nantinya akan menyakiti anak om, untuk kedepannya"
"Maksud kamu?"dahi Papsky mengerut, mendengar penjelasan yang dilontarkan oleh Galkar, seakan-akan Galkar telah mengkode bahwa kedepannya ia akan menyakiti anak tunggal kesayangannya itu.
"Bukan apa-apa om, saya takut nantinya om akan kecewa sama saya, maka dari itu saya minta maaf dari sekarang"Galkar mengatakan hal ini bukan tanpa alasan, ia sangat mengingat akan taruhan itu. Galkar menatap wajah Papsky.
"Saya usahakan akan menjaga amanah om"
Papsky mengangguk mantap."terima kasih ya"
"Ngga perlu sungkan om, orang tua Ghea orang tua saya juga"Galkar tersenyum lembut.
__ADS_1
"Saya percaya kamu, Galkar"
...•••...
"Kenapa Alkar?"Ghea menatap manik mata hitam legam milik Galkar.
"Ngga apa-apa, gue cuma pengen diluar aja ghe, bokap lo ramah, kirain gue bakal kaya difilm-film"ungkap Galkar jujur. Ghea terkekeh pelan.
"Kamu ada-ada aja al, kan ini kisah kita bukan kisah difilm-film"
"Ghee?"Galkar menoleh menatap wajah cantik Ghea.
"Kenapa al?"
"Guee takut kehilangan lo"lirih Galkar, kepalanya menunduk.
Ghea tersenyum."Ghea ngga akan kemana-mana al, Ghea akan selalu disini"
"Gue bener-bener takut ghee"mata Galkar memerah, Ghea yang menyadari itu langsung terdiam.
"Galkar percaya kan sama Ghea?"Galkar mengangguk.
"--Ghea ngga akan kemana-mana, Ghea janji"Ghea tersenyum.
"Bener ya? kalo lo bohong gimana?!"sentak Galkar, tak sadar air matanya kian jatuh. Ghea langsung menghapus jejak air mata itu.
"Ghea ngga pandai berbohong, kalopun Ghea bohong, Galkar bisa marahin Ghea, jangan nangis ya, masa gantengnya Ghea nangis sii"hibur Ghea terkekeh kecil.
"Gue akan selalu jadi gantengnya lo kan? ngga ada yang lain kan? jawab ghe..ngga ada yang lain kan?"desak Galkar tak sabaran.
"Ngga ada sayang, gemes dehh"ucap Ghea.l, kuping Galkar seketika memerah, rasanya oksigen disekitarnya serasa menipis.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
NOTE!!
__ADS_1
Teruntuk para readers, mohon kerja samanya yaa, aku yang berhayal, kalian bantu like, vote, komen, and favorit yaa!
jangan dibacaa ajaa please, hargain perjuangan otak kecil aku yaaa, see uu next time guyss, semoga hari-hari kalian menyenangkan.