
Gadis taruhan galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
SINGAPURA
Ghea tersenyum sendiri di kamarnya. Memandangi panggilan tak terjawab dari Galkar. Membuat hatinya senang bukan main. Untuk pertama kalinya, Galkar meneleponnya duluan.
"Aaa Ghea saltingg" Ghea berguling-guling ke kanan dan ke kiri.
Ghea memegang pipinya yang kian memanas."Aaaa" raung Ghea. Salah tingkah.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
INDONESIA
Galkar sedang berada di rumah sakit jiwa. Menjenguk mamanya.
"Mahh" Galkar mengusap lembut tangan mamanya yang kian mengkeriput.
"Galkar?" Galkar tersenyum. Ia sangat senang, Mamanya tidak melupakannya.
"Ghea mana?" senyum Galkar memudar. Ia jadi merasa sedih melihat raut mamanya yang menanti kehadiran sosok Ghea.
"Ghea lagi pergi mah, nanti dia balik" Galkar tersenyum kecil.
"Kamu tidak bohong kan?" Galkar mengeleng pelan.
"Galkar ngga bohong mah, Mama udah makan?" Galkar mengalihkan topik.
"Sudah, kamu?"
"Galkar juga sudah mah"
"Bagus lahh" Mama tertawa senang. Seperti anak kecil.
"Cepet sembuh ya mah, Galkar kangen masakan Mama" Galkar memeluk tubuh Mamanya yang kurusan.
"Lepaskan, aku mau tidur"rengek Mama. Galkar melepaskan.
"Aku tidur dulu ya" Galkar mengangguk. Menarik selimut untuk menutupi seluruh badan Mama.
Lama kelamaan mata sayu itu tertutup. Galkar tersenyum lega, mungkin jika bukan karna Ghea. Ia tidak akan merasakan hangatnya tubuh Mamanya.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Abis darimana dek?" tanya Nara.
"Dari rumah sakit jiwa"ucap Galkar tanpa sabar
"Ha?" beo Nara.
Galkar mematung. Merutuki mulutnya yang asal bicara.
"Astagaa gue keceplosan" batin Galkar.
"Siapa yang sakit?" Nara memincingkan matanya sipit.
"Nyokapnya temen gue kak" alibi Galkar. Nara hanya ber-oh ria.
"Oh iya, papa daritadi ngga keliatan. Papa kemana ya dek?"heran Nara.
"Sibuk kak, lo ngga tau aja sifat Papa"alibi Galkar.
Untuk kesekian kalinya ia harus berbohong. Tentang Mamanya yang terkena gangguan jiwa, dan Papanya yang selingkuh. Ia tak sanggup untuk menceritakan ini semua dengan kakaknya, ia akan cerita jika waktu nya sudah tepat.
"Eh iya gal, btw kenalin gue sama cewek lo dong" celetuk Nara.
"Kalo dia udah pulang dari singapura baru gue kenalin"
__ADS_1
"Bener ya?"
"Iya, bawel lo" Galkar nyelonong masuk ke dalam kamar.
"Ngga sopan tuh anak dari dulu" Nara geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya yang tidak berubah dari dulu.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Galkar tersenyum kecil. Ghea mengirim foto dirinya, sangat imut.
"Ghea udah bikin gue ngga waras" celetuk Galkar tersenyum-senyum sendiri.
Galkar mengerutkan keningnya, Ghea mengirim vn. Galkar mendengarkan. Galkar tertawa kecil. Ghea sungguh bisa mengubah moodnya.
"Ghea..Gheaa" Galkar geleng-geleng kepala.
Galkar melamun. Menunggu balasan gadis itu.
Deg.
Ia jadi teringat akan taruhan itu. Keringat mulai membasahi keningnya. pertanyaan-pertanyaan aneh langsung menyerbu ke dalam otak kecilnya.
Gimana kalo Ghea ninggalin gue?
Kalo Ghea tau, apa yang bakal terjadi?
Kalo Ghea mutusin gue gimana?
Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.
"ARGHH GUE NGGA MAU ITU TERJADI" teriak Galkar bak orang kesetanan.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
SINGAPURA
"Ghee, dipanggil Grenpa diruang tamu" ucap Mamsky. Membuka sedikit pintu kamar Ghea.
"Iya mam, Ghea kebawah" Ghea meletakan laptopnya dikasur.
Ghea menuruni tangga satu persatu, sampai disana Ghea duduk disamping Grenpa.
"Ada apa Grenpa?"ucap Ghea.
Grenpa menatap cucu kesayangannya itu."Terima lah ini ghe" Grenpa memberi sebuah liontin.
"Dua liontin ini untuk Ghea?" Ghea memandang takjub dua liontin itu. Yang satu berbentuk matahari dan yang satu lagi berbentuk bulan sabit.
"Ini untuk mu, berikan lah liontin ini untuk pasanganmu kelak" Grenpa mengusap surai rambut panjang Ghea.
"Makasih Grenpa" Ghea sangat bahagia. Ia memeluk tubub rentan sang Grenpa.
"Cari pasangan yang tepat ya ghe, Grenpa tidak mau jika cucu kesayangan Grenpa disakiti oleh satu pria, Grenpa akan beri pelajaran untuknya jika Ghea bersedih karna ulah pria itu" Grenpa membalas pelukan Ghea. Ghea tersenyum haru. Ia sangat beruntung memiliki Grenpa sepertinya.
"Ghea sayang Grenpa"
"Begitu pun dengan Grenpa sayangg" Grenpa tersenyum."Sudah malam, waktunya Ghea tidur" lanjut Grenpa. Menguraikan pelukannya.
"Siapp Grenpa sayang, makasih ya Grenpa sekali lagi" Ghea tersenyum.
"Ghea ke kamar dulu, good night Grenpa. Muach " Ghea mencium pipi Grenpa yang sudah keriput itu dan langsung berlalu pergi.
Grenpa tersenyum. Menatap kepergian sang cucu.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Liontin ini sangat cantik, setelah Ghea pulang dari singapura Ghea akan memberi liontin ini kepada Galkar" Ghea tersenyum merekah.
"Ghea rindu Galkar " Ghea mengerucutkan bibirnya. Ia menyimpan liontin itu di sebuah kotak.
__ADS_1
"Ih Galkar kenapa ngga hubungi Ghea lagi sih" kesal Ghea.
"Kesell ih sama Galkar" Ghea melempar bantal love nya ke lantai. Membuang nafasnya kasar.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Indonesia
Waktu 20.38
"Pah?" ucap Nara. Menghampiri papanya yang sedang menyenderkan dirinya disofa ruang tamu.
"Eh Nara, kapan kamu datang sayang?"
"Tadi pagi pah, Papa setiap hari kaya gini?" tanya Nara.
"Iya sayaang, Papa kan harus kerja"Papa tersenyum tipis.
"Mama mana?" pertanyaan Nara membuat Nathan bingung harus menjawab apa.
"M-mama..ah Mama sedang berlibur sayaang" bohong Nathan, sang Papa.
"Berlibur? kenapa Mama ngga bilang sama aku kalo ia mau berlibur" bingung Nara.
"Sudahlah ra, biarkan Mamamu itu berlibur, mungkin sebulan lagi Mama akan pulang" Papa merangkul anak sulungnya itu.
"Lama banget, kenapa ngga sekarang aja pulang nya?"
"Kamu kan tau, Mamamu itu suka jalan-jalan" Papa terkekeh kecil.
"Huftt, baiklah"
"Papa istirahat dulu ya sayaang, besok Papa harus meeting diluar kota" ucap Papa mengusap lembut rambut Nara. Nara mengangguk.
"Iya pah"Papa berlalu pergi.
Setelah kepergian Papa. Galkar datang."Baru pulang dia?" Galkar tersenyum miring.
"Iyaa, Papa baru pulang gal. Kesian kakak lihat Papa sampai kecapean kaya gitu nyari uang"
"Uang yang Papa cari bukan untuk kita kak " batin Galkar.
"Ahaha namanya juga Papa kak " Galkar tertawa garing.
"Dah ah, gue pengen tidur" Nara beranjak dari duduk nya.
"Hmm" dehem Galkar.
Galkar mengeluarkan benda berbentuk persegi panjang itu dari sakunya.
"Ah elah dia ngga chat, padahal gue kangen sama dia " lesu Galkar. Berharap Ghea akan mengechatnya duluan.
•••
"Ihh Galkar, chat Gheaa donggg, Ghea kan nungguin chat dari Galkarr"keluh Ghea, mengerucutkan bibirnya.
Sama-sama menganggu, sama-sama menunggu.
Apa kalian pernah diposisi ini?
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
*Chatan Galkar dan Ghea
*Liontin dari Grenpa
__ADS_1