
Gadis taruhan galkar
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
Hari ini adalah hari minggu, Ghea sedang berlari pagi bersama Mamsky, Papsky, dan Dilan. Jika kalian bertanya apa Galkar ikut atau tidak, tentu saja dia ikut, atas kemauan Papsky.
"Gal, lomba lari yuk sama om, udah lama om ngga lari"ajak Papsky dengan semangat yang menggebu-gebu.
"Boleh om"Galkar mengangguk semangat.
"Dilan boleh ikut ngga nih pap?"goda Dilan.
"Tentu boleh dong, ayo"
"Ghea yang hitungan ya pap, ehehe"ujar Ghea dengan tawanya yang indah.
"Iyaa sayang, ayo hitung"
Semuanya bersiap, Ghea mulai menghitung.
"1.."
"2.."
"3.."
"MULAIII"teriak Ghea, ketiganya berlari dengan kemampuan mereka masing-masing.
"AYOO ALKAR, PAPSKY, KA DILANN, KALIAN PASTI BISAAA"Ghea menyematkan ketiganya. Ketiganya berlari dengan sangat cepat.
Ghea dan Mamsky hanya menjadi penonton setia.
Dan, ya. Kita tau siapa pemenangnya bukan?
"YEYYYY ALKAR MENANGGGG"heboh Ghea berjingkrak kesenangan.
"Huh huh huh"lenguh Galkar, nafasnya tersengal-sengal.
"Kamu hebat gal"seru Papsky mengacungkan jempol.
"Asli, lo cepet banget larinya gal"puji Dilan, tak menyangka.
"Udah lama ngga lari om, ka, makanya kaya gini"Galkar merendah.
"Udah lama ngga lari aja bisa cepet banget ya lan, apalagi setiap hari larinya"ucapan Papsky disetujui oleh Dilan.
"PAPSKY HARUS TRAKTIR GHEA"bantah Ghea, matanya ia sipitkan agar terlihat garang, tapi nyatanya? itu terlihat imut didepan ketiganya.
"Kan yang menang Galkar dek, kok malah kamu yang minta traktiran"Dilan terkekeh pelan.
__ADS_1
"Dih biarin aja, Alkar pacarnya Ghea, jadi gapapa dong, ya kan pap?"Ghea mengerucutkan bibirnya.
"Iya sayang, gapapa"ucap Papsky lembut.
"TUHH WLEEE, GAPAPA JUGAAN"Ghea meledek Dilan, Dilan yang tak terima langsung berlari ingin menangkap Ghea.
"AAAA PAPSKY, KA DILANN NYAA, AAAA ALKAR TOLONGG"heboh Ghea berlari dari kejaran Dilan.
"Siniii kamu bocilll"
Galkar yang melihat itu, hanya tersenyum tipis. "Bodohnya gue kenapa baru sekarang bisa dapetin lo ghe, kenapa harus saat akan taruhan ini, kenapa ngga dari dulu lo jadi milik gue"batin Galkar.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•
"Iyaa gue tau gue salah, gue minta maaf ya?"melas Galkar.
"Ngapain minta maaf, sana gihh ngerokok lagi, kan Alkar suka rokok, gih sana, Ghea udah males larang-larang Alkar lagi, ngga didengerin sama Alkar"marah Ghea, saat ini mereka sedang berada diparkiran sekolah.
"Gue minta maaf ghe, ayoo cepet naik"
"Dibilang, Ghea ngga mau pulang sama Alkar, Ghea lagi nunggu jemputan"bantah Ghea, bibirnya mengerucut.
"Jadi lo ngga mau pulang bareng gue nih?"
"Ngga"tolak Ghea mentah-mentah.
"Yauda, gue pulang duluan kalo gitu"Galkar sudah memakai helm full facenya.
"Padahal Ghea cuma mau dibujuk, Ghea marah sama Galkar, tapi kenapa Ghea yang ditinggal?"lirih Ghea menatap nanar kepergian Galkar.
Ghea keluar dari area sekolah, ia menghubungi Dilan yang pastinya sedang free dirumah.
"Iya sekarang ya ka, Ghea tunggu"
Tut.
Panggilan dimatikan oleh Ghea.
Ghea duduk dihalte, menunggu Dilan menjemputnya.
"Eh, ghee, belum pulang?"ujar seseorang, Ghea mengalihkan pandangannya menatap seseorang itu.
"Eh Reihan? iya nih belum rei, lagi nunggu jemputan"Ghea tersenyum manis.
"Ngga bareng sama Galkar, ghe?"tanya Reihan. Ghea mengeleng.
"Ngga rei, Galkar lagi ada urusan"bohong Ghea, tersenyum tipis.
"Mau bareng ngga?"
__ADS_1
"Ngga usah rei, dikit lagi juga jemputan aku dateng"
Drttt drttt
Ponsel Ghea bergetar, panggilan dari Dilan.
"Halo ka"
"..."
"yah ka, terus gimana dong, Papsky ada dirumah ngga?"
"..."
"Ngga ada ya? yauda deh Ghea pulang naik taski aja"
"..."
"Iya ngga apa-apa, Ghea tutup ya"
"..."
"Iya ka"
Tut. Ghea mematikan panggilan Dilan.
"Kenapa Ghea?"seru Reihan.
"Ka Dilan ngga bisa jemput"
"Yauda bareng gue aja"
"Emm tapi--"ucapan Ghea terpotong.
"Gue cuma mau nolongin ghe, ayo cepetan"paksa Reihan lembut, Ghea ragu. Tapi akhirnya Ghea pulang bersama Reihan.
Perjalanan hanya dilandasi dengan keheningan. "Alamat rumah lo apa ghe?"
"Jalan.kesianvirtual blok yah gamon rei"
"okk syapp, meluncur"
Motor reihan sudah berada didepan rumah ghea, ghea turun dari atas motor. "Makasih ya rei, maaf ngerepotin"
"Santai aja, gue balik dulu ya"
"Iya, hati-hati"
Motor Reihan sudah berlalu dari hadapan Ghea. Ghea langsung masuk kedalam gerbang rumah, wajah Ghea langsung berubah dengan ekspresi terkejut.
__ADS_1
"A-alkar?"beo Ghea.
-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•