Gadis Taruhan Galkar

Gadis Taruhan Galkar
Episode 15


__ADS_3

Gadis taruhan galkar


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea tersenyum saat melihat Mama Galkar, Gisa. Begitupun Mama Galkar. Ia memeluk tubuh kecil Ghea begitu erat. Ghea tersenyum sangat senang.


"Tante gimana kabarnya, Ghea kangenn banget sama tante"


"Kabar tante baikk, tante juga kangen banget sama Ghea"ujar Mama Galkar. Tanpa sadar air matanya luruh, Galkar yang melihat interaksi keduanya tersenyum tipis, meski hanya untuk sementara.


Ghea melepaskan pelukannya."Tante kenapa nangis? nanti Ghea juga ikut nangiss"mata Ghea berembun.


Mama Galkar tersenyum."Tante terharu sekali, ada anak sebaik dan secantik Ghea, makasih yaa sayang udah selalu disisi Galkar"Mama mengusap rambut panjang Ghea. Ghea mengangguk menahan air matanya. Mama Galkar yang menyadari itu, langsung membawa Ghea ke dalam pelukannya kembali.


"Ghea sayang banget sama tante, tante udah Ghea anggap Mama Ghea yang kedua setelah Mamsky"


"Sesayang itu Ghea sama tante?"Ghea mengangguk didalam dekapan Mama Galkar.


"Ini aku diacuhin?"seru laki-laki jangkung itu, Galkar.


Pelukan mereka kian mengendur. Keduanya tersenyum melihat Galkar."Sinii sayang"Mama Galkar merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Galkar berhamburan memeluk Mama nya."Mamaa Galkar kangen hiks...Mamaa jangan sakit lagi hiks"tumpah sudah air mata Galkar yang ia tahan sejak tadi, Galkar terisak dipelukan Mama nya. Mama Galkar tersenyum, ia melepaskan pelukannya.


"Sudah jangan menangis, ngga malu tuh diliat sama Ghea" Ghea terkekeh kecil.


"Ngga, Galkar ngga malu mah" rengek Galkar persis sekali anak kecil. Ghea terkekeh pelan.


"Sayang" Mama Galkar menatap netra milik Ghea.


"Iya tante?" Ghea tersenyum.


"Makasih ya sekali lagi, makasih Ghea selalu ada buat Galkar. tante senang sekali punya calon menantu seperti Ghea, tidak malu sama sekali sama kondisi calon mertua kamu yang tidak waras" Mama Galkar tersenyum.


"Sama-sama tante, malahan Ghea mau ngucapin makasih banget sama tante. udah ngelahirin anak seganteng dan sebaik Galkar, Ghea beruntung banget punya Galkar tante, lagipula tante, Ghea ngga memandang kondisi apapun tentang keluarga pasangan Ghea, Ghea akan menerima semua kekurangan dan kelebihan pasangan Ghea dan juga keluarga pasangan Ghea, Ghea sayang sama tante, makasih tante udah menjadi wanita yang hebat untuk Galkar " Ghea tersenyum, Mama Galkar tersenyum mendengar penuturan tulus dari Ghea. Galkar mengigit bibir dalammya, rasanya ia ingin menangis lagi mendengar penuturan tulus dari Ghea.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Ghea menuntun Mama Galkar memasuki rumah besar yang berada dihadapannya. Galkar membawa barang-barang milik Mamanya.


"Assalamu'alaikum"ucap Mama Galkar.


"Wa'alaikumussalam" ujar Nara. Nara yang melihat Mamanya langsung menghampiri dan merengkuh tubuh Mamanya.

__ADS_1


"Mamaa Nara kangen, Mama kok lama banget sih liburannya" ujar Nara. Mama tersenyum. Nara tidak tahu jika dirinya sempat kehilangan akal sehatnya.


"Iya sayang, Mama juga kangen sekali sama putri kecil Mama ini "


"Ayo masuk mah, eh ini siapa?" ujar Nara menatap Ghea.


Ghea mengulurkan tangannya."Aku Ghea kak, pacarnya Galkar " Ghea tersenyum.


"Astagaaa Galkar, lo dapet cewe darimana wehh, cakepp batt gilaaa, insecure guee"histeris Nara.


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


Mama Galkar sedang istirahat dikamarnya. sedangkan Ghea dan Nara sedang berada diruang tamu. Galkar? Galkar sedang berada dikamarnya untuk mandi.


"Kamu kok mau si pacaran sama adek kak Nara yang tengil itu?" ujar Nara penasaran. Ia merasa heran kepada gadis yang berada didepannya ini, apa matanya tidak bisa melihat bahwa Galkar banyak minusnya?. Pikir Nara.


"Menurut aku, sebuah hubungan itu bukan tentang siapa dan kenapa kita mau sama dia, tapi tentang dua manusia yang menjalin hubungan dengan suatu kepercayaan, dan kita harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan kita, ntah itu kita yang akan bersanding dengannya atau orang lain yang menjadi masa depannya"Nara sampai speechless mendengar tutur kata lembut nan tulus dari bibir merah muda Ghea.


"--Ghea beruntung punya Galkar kak"lanjut gadis itu.


"Bukan kamu yang beruntung ghe, tapi Galkar yang beruntung bisa dapat perempuan setulus dan berhati lembut seperti kamu, Ghea"ujar Nara.

__ADS_1


-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•


__ADS_2