
kicauan burung membuat keributan dipagi hari, bagaimana tidak seorang anak manusia yang tengah
terlelap dalam tidur bangun hanya mendengar ocehan burung yang tengah dimabuk asmara, hais……… dasar burung tak tau diri
Seorang Raya Pratiwi bangun dengan wajah kusutnya menuju kamar mandi, dengan mata terpejam sang empu kaki lenggang melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dinginnya air yang mnegenai tubuh sang pemilik menyadarkannya bahwa iya harus melakukan rutinitasnya seperti biasa, Aya sudah terlihat seperti biasanya setelah kejadian beberapa minggu lalu, bebrapa hari lagi Aya akan mewakili sekolah untuk olimpiade fisika, Aya sudah mempersiapkan semua dan yakin dengan restu neneknya iya pasti bisa
“selamat pagi nenekku yang sangat cantik, kecantikannya 12 kali gandanya dan selalu awet muda tanpa hanrus melakukan operasi ataupun perawatan yang membuatku tak mengerti” sang nenek yang tengah duduk dimeja makan untuk menunggunya sarapan hanya bisa menanggapi ocehan cucunya dengan senyuman
“nek, hari ini Aya bakalan pulang agak malam, karena Aya harus ke lab untuk sebuah eksperimen yang membuat nenek selalu ada buat Aya. Hiiii……” Aya nyengir
“hmmm…... oke, jika semuanya telah selesai segeralah pulang kerumah dan istirahat agar kamu bisa mnegikuti olimpiade nanti” percakapan manis dipagi hari diwaktu sarapan yang selalu mewarnai hari-hari keduanya. Aya telah mneghabiskna sarapannya dan bersiap untuk berangkat kesekolah dengan menggunakan kendaraan pribadinya yaitu sepeda motor, Aya lekas berpamitan keda sang nenek sebelum berangkat dan kemudian dia melewati semuanya dengan senyum sumbringah.
Pagi yang cerah untuk seorang siswa kelas 12 dimana beberapa bulan lagi mereka akan menghadapi
ujian untuk mengukur seberapa besar mereka berjuang selama ini. Tak salah jika dikatakan begitu karena semuanya tengah sibuk mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi sesuai dengan keinginannya ya bahkan keinginan orngtuanya tau bahkan juga hanya ikut-ikutan. Dibawah pohon disamping lapanga basket terlihat seorang siswi tengah sibuk membaca sebuah novel, hmmm bagaimana bisa dikala yang lain tengh sibuk memperspakan diri untuk menghadapi ujian akhir iya malah membaca novel yang tak berfaedah
“hay, boleh ikut gabung?” lihat, seorang edo menghampiri siswi tersebut, siapa lagi jika bukan
Raya Pratiwi
__ADS_1
“hmmm………. Aku baru ingat ada sesuatu yang harus dikerjakan” Aya mencari alasan agar Edo
meninggalkan dia seorang diri
“Aya, please kamu jangan ngindarin aku terus, apa didiri aku ada sesuatu yang gak kamu sukai kasi
tau aku abiar aku bisa memperbaikinya, please jangan hindari aku terus” Aya yang tengah beranjak berdiri tanganya ditahan Edo, Aya bingung harus berkata apa, jujur Aya belum pernah berada di posisi seperti ini sebelumnya
“salah jika kau menyukai mu, salah jika kau hanya ingin berteman denganmu, jika salah katakana
Aya, dimana letak kesalahannya?” Aya masih diam tak bersuara mendengar ocehan edo yang menurutnya sangatlah tidak penting
Tak jauh dari situ seorang siswa melihat semua kejadian itu dengan tatapan yang sangat tidak suka, iya sangat bersyukur jika Aya melakukan penolaka terhadap Edo, namun iya khawatir apa rencana Edo karena iya tau seorang Edo akan mendapatkan apa yang iya mau bagaimana pun caranya
Suasana dikantin sangatlah ramai sehingga semua kursi penuh oleh siswa yang makan siang atau hanya sekedar ngobrol, dipojok kiri belakang terdengar gelak tanya tiga siswi yang tak tau sedang membicarakan apa, hingga kedatangan tiga siswa membuatnya berhenti tertawa
“hay Lulu, Eta dan Aya. Boleh gabung kan ya?” sapa Ditto kepada ketiga siswi tersebut,
“boleh aja, asal belikan ice cream” jiwa pemeras Eta telah keluar hingga membuat Lulu membulatkan matanya
__ADS_1
“eh lu, yakin mau ice cream katanya diet eh malah makan yang begituan” Aya yang mendengar ocehan teman-temannya hanya terdiam dan sesekali tersenyum
Bunyi bel telah terdengar, semua siswa beruntut keluar kelas menuju gerbang sekolah karena pelajaran telah selesai. sesuai dengan pamitannya tadi pagi Aya hari ini pulangnya agak telat karena harus bimbingn dengan guru pembimbing olimpiade fisika yang akan diikutsertai oleh Aya hingga sekolah sepi Aya baru selesai bimbingan dengan guru mentornya, Aya berjalan menuju parkiran karena hari telah menunjukkan pukul 16.45 menit, ya segera
keluar dari gerbang sekolah dan melajukan sepeda motornya ke jalan raya
Sangat padat sore ini karena semua orang telah bepulang dari kantor menuju rumahnya
masing-masing, seorang Aya mengendarai motornya dengan berhati-hati, iya sudh hafal akan keramaian dikotanya, sehingga pantang bagi Aya untuk ngebut di jalan raya mengingat juga jika sebenarnya dirinya belum cukup umur untuk mengendarai motor dijalan raya. Dari arah yang belakang seorang dengan kecepan tinggi mengendarai motornya tanpa mempedulikan betapa padatnya pengguna jalan dijam-jam tersebut, tanpa danya rasa ragu motor tersebut menubruk bekalang motor Aya sehingga menyebankan motor Aya hilang keseimbangan dan Aya pun terjatuh dipinggir jalan dengan goresan-goresan disiku dan lututnya, pengguna jalan yang lain melihat kejadian tersebut berhenti melihat Aya terjatuh dan segera menolongnya, mereka kekeh membawakan Aya kerumah sakit namun Aya menolak dengan alasan lukanya tidk apa-aoa, sehinggamereka pun mengalah. Aya masih bersyukur dirinya tidak apa dan segera mencari klinik terdekat untuk membeli P3K untuk mengobati lukanya.
Aya berhenti disebuah warung sate pinggir jalan karena kampung tengahnyatengah demo minta jatah hingga mengharusnya mengisi kampung tengah terlebih dahulu
“pak, satu porsi sedang ya” sang penjual menganggukkan kepala mnegerti akan pesanan pelanggannya. Diwarung tersebut Aya mengobati lukanya, Aya membersihkan lukanya dengan sagat hati-hati walaupun sebenarnya luka tersebut sangat perih namun Aya harus kuat menahannnya, diseberang sana terlihat seorang yang tengah mencari sesuatu entah apa yang dicarinya, iya berhenti ditepi jalan tak jauh dari motor Aya, iya memasuki warung tersebut untuk memberi air mineral
Jika dia memang sudah jodoh maka kemanapun iya pergi maka akan dipertemukan kembali walau dikondisi apapun, seperti sudah dijanjikan sebuat pertemuan yang mempertemukan dua insan manusia, ya ituah Rilo dan Aya
Betapa terkejutnya iya menemuka Aya diwarung sate tersebut, wajahnya nampak khawatir, bukan melihat Aya namun luka yang ada disekitar siku dan lutut Aya
“Aya, kamu kenapa? Kita kerumah sakit sekarang, luka kamu bisa infeksi nanti jika telat ditangani” Aya yang tak asing mendengar suara tersebut menoleh kesumber suara dan lihat iya bertemu siapa, ya dia Rilo seseorang yang menolongnya beberapa saat lalu ketika ditaman belakang restoran.
__ADS_1