Gelombang Laut

Gelombang Laut
Episode 33


__ADS_3

    Aya memasuki kamarnya dengan perasaan yang tak karuan,


bagaimana bisa iya menikah dengan seorang pria yang tengah memiliki kekasih


yang begitu dicintainya, mungkinkah iya hanya mempermaikan perasaan gadis yang


selama ini belum pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta? Jika iya


begitu mencntai kekasihnya mengapa iya menerima pernikahan ini, iya bisa saja


menolaknya dan menikah dengan wanita yang dicintainya? Mungkinkah gadis yang


sekarang menjadi istrinya hanya sebuah pajangan dimatanya karena iya menikahi


gadis jau dari kata dewasa? Atau gadis tersebut telah menjadi orang ketiga


dalam hubungan mereka? Berbagai pertanyaan memenuhi kepala Aya


        Aya masuk kedalam


kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum istirahat, iya berendam didalam bath up selama hampir setengah jam namun


karena merasa begitu ngantuk akhirnya iya memutuskan untuk menyelesaikan acara


mandinya dan menuju tempat tidur untuk istirahat malam.


        Malam semakin


larut namun suasana disebuah bar semakin ramai dikunjungi pengunjung, sepasang


pasangan muda tengah asyik memadu kasih karena telah sekian lama tak bersua


karena terpisah jarak dan waktu


        “sayang, aku


nggak nyangka kamu masih setia sama aku setelah sekian tahun kita nggak ketemu.


Kamu tau nggak aku tu kangen banget sama kamu sampai-sampai aku tu rasanya


pengen cepat-cepat balik buat ketemu kamu tau nggak sih?” Sarah tengah bergelud


manja dilengan Rilo


        “aku udah berapa


kali bilang sama kamu aku hanya cintanya sama kamu nggak ada yang lain.


Bagaimana karier kamu selama ini, baik-baik aja kan?”


        “duh aku sampai


terharu banget sayang, kalo masalah karier sih oke dong ya. Kapan ni kamu mau


ngelamar aku, aku masih ingat ya sama kata-kata kamu waktu itu dan sekarang aku


mau nagih janji sama kamu buat nikahin aku”


        Sarah merupakan kekasih


Rilo semasa kuliah hingga hubungan mereka harus terputus ditengah jalan karena


Sarah mengejar cita-citanya untuk mejadi seorang model professional dan


designer ternama diluar negeri, namun hubungan mereka rupanya tak terputus


sampai disitu saja karena sebuah janji untuk hidup bersama hingga tua Rilo


menjanjikan untuk menikahi Sarah jika cita-citanya sudah tercapai dan sekarang


Sarah datang untuk mengih janji tersebut


        “ada satu hal


yang harus kamu tau, sebenarnya ini semua bukan keinginanku untuk menghianatimu,


namun demi nenek aku harus mengikuti semuanya, dan aku harap kamu memaklumi


semuanya karena pada akhirnya pernikahan kami hanyalah perjodohan belaka dan


seseorang yang aku inginkan untuk menjadi pendamping hidupku hanya kamu. Aku


udah menikah sebulan yang lalu” bak disampai petir Sarah mendengar pernyataan


Rilo namun semuanya masih sulit untuk dipercaya


        “jangan bercanda


deh kamu, aku tau hanya aku yang boleh kamu nikahi. Kamu cuma bercanda kan?


nggak mungkin kamu mmapu menghianati aku”


        “aku serius udah


nikah, nenek bilang jika kau mau menikahi cucu sahabatnya maka semua saham


perusahaan akan menjadi milikku dan papa mertuaku mempercayai perusahaannya


kepadaku. Aku melakukan semua ini demi kita, karena aku tau kamu nggak mau


hidup susah. Tenang saja jika tiba saatnya nanti maka aku akan segera berpisah


dari dia”


        “beneran kamu,


aku takut kamu bakalan suka sama wanita itu. apakah dia lebih cantik dari aku


atau lebih seksi dari aku?” Sarah dengan genitnya memperlihatkan lekuk tubuhnya


dihadapan Rilo


        “kau tenang saja,


sayang aku nggak bakalan suka dengan gadis ABG itu, dia nggak ada apa-apanya


jika dibandingkan dengan kamu, lagian mana mungkin aku suka dngan gadis polos


kayak dia”


        “janji ya kamu,


awas kalo macam-macam sama dia maka kamu akan habis” selidik sarah dan


ditanggapi anggukan dari Rilo


        “makasih sayang,


makin sayang deh sama kamu” Sarah tak segannya untuk mencium Rilo dengan

__ADS_1


genitnya.


        Lelaki mana yang


mampu menolak pesona Sarah Wijaya seorang model dan designer dengan kemampuan


yang tak diragukan lagi ditambah tubuh proposional serta kecantikan yang iya


miliki mampu memikat lelaki manapun, apalagi tubuh seksi yang iya miliki


membuat lelaki sulit untuk menolaknya.


        “trus, hubungan


kita kamu bakalan bilang sama wanita itu kalo sebenarnya kamu tu terpaksa buat


nikahin dia tapi yang sebenarnya kamu sayang itu aku?”


        “biarin aja dia


tau sendiri, pokoknya kamu tenang aja nggak satupun orang yang bisa ngerusak


hubungan kita. Lagian masa iya kau harus bilang kesemua orang juga kalo aku


punya istri yang bahkan 10 tahun lebih muda dari aku yang sekarang lagi duduk


dibangku SMA kan aneh, bisa-bisanya aku dinilang pedofil nanti”


        “aku percaya sama


kamu sepenuhnya” mereka tanpa merasa beban sedikitpun malam ini untuk


menghabiskan waktu berdua.


        Waktu terus


sajaberjalan hingga menunggu subuh mereka baru keluar dari bar tersebut dengan


kondisi yang sudah sangat mabuk Rilo dipapah punggung Sarah untuk dibawa masuk


kedalam mobil dan meluncur menuju apertemen Rilo.


        Pagi yang begitu


indah cahaya pagi begitu menyilaukan membuat insan muda harus bangun dari


mimpinya dan siap untuk melanjutkan aktivitasnya dipagi hari ini


        Aya sudah siap


dengan seragam sekolahnya dan hendak turun kebawah untuk sarapan namun


sebelumnya iya menuju kamar disebelahnya bermaksud untuk membangunkan Rilo


untuk iajak sarapan bersama


        “Rilo bangunlah,


ayo sarapan bersama dan hari ini bukannya kau akan berangkat menuju kantor”


suara didalam kamar tersedngar begitu sunyi


        “Rilo, ayo


sarapan bersama” namun masih saja tak ada jawaban dari Rilo hingga Aya


memutuskan untuk turun kebawah saja menunggu Rilo untuk sarapan


Mun, pak malam tadi Rilo pulang tidak? Soalnya saya panggil dikamarnya sepi


banget kayak nggak ada orang didalam?” pak Mun selesai menyiapkan sarapan pagi


seperti biasanya namun dimeja makan hanya tersedia satu porsi sarapan saja


hingga membuat Aya bertanya lagi


        “pak, kenapa


sarapannya hanya satu saja, bagian Rilo mana? Atau saya saja yang


membuatkannya?”


        “tuan tidak


pulang semalam, nona jadi untuk pagi ini anda sarapan sendiri, saya permisi”


pak mun kemudian meninggalkan Aya yang sendiri duduk dimeja makan


        Dalam benak Aya


timbul pertanyaan apakah iya semalaman bersama dengan wanita yang sama seperti


dicafe semalam? Apakah iya tak memikirkan untuk pulang kerumah? Pertanyaan apa


yang ada dibenak Aya?


        “membosankan


tinggal dirumah sebesar ini namun sendirian apalagi tingga dikandang sianga


serasa hidupku tinggal menunggu saat-saat terakhir saja” Aya menyantap


sarapannya dan menghabiskan segelas susunya kemudian mengambil tasnya yang


berada dikursi samping kemudian keluar rumah untuk bersiap pergi kesekolah


        “nona, mari saya


antar” Andy telah menuggu Aya karena sesuai perintah Rilo bahwa Andy mempunyai


tugas untuk mengantar AYa kemanapun iya pergi


        “terima kasih,


tapi aku lebih senang pergi sendiri dan teang saja tuanmu tak akan memarahinya


nnati aku akan berbicara dengannya bahwa kau mengantarku pagi ini, selamat


pagi” Aya kemudian keluar pagar dan langsung pergi karena mang ojek telah


menunggunya untuk berangkat


        Dalam sebuah


apertemen Rilo masih terlelap dibalik selimut tebalnya sedangkan Sarah telah


selesai mandi dan sudah siap dengan pakaiannya


        “selamat pagi,

__ADS_1


sayang apakah kepalamu masih pusing?” Rilo baru saja membuka matanya terbangun


dari mimpi setelah mendapat bisikan manis dari Sarah


        “tidak, terima


kasih dan sepertinya kau sudah siap untuk pergi. Apakah kau akan meninggalkanku


sendirian disini?”


        “ayolah, hari ini


aku ada pemotretan sampai sore jadi aku tak bisa menemanimu hari ini, maafkan


aku” Rilo segera bangkit dan duduk dtepi ranjang tempat tidur


        “baiklah, aku


memaafkanmu tapi untuk lain kali tak ada kesempatan untukmu, hati-hati” Sarah


memberikan kecupan dipipi Rilo kemudian pergi keluar kamar meninggalkan Rilo


sendirian


        “betapa


menggemaskannya dia masih seperti yang dulu. Astaga, aku lupa memberitahu pak


Mun bahwa aku tak pulang semalam, apakah wanita itu menungguku tadi malam?


Yasudahkah, bagaimana bisa aku memikirkan wanita itu dia saja bersenang-senang


dengan teman-temannya, dasar bocah” Rilo kemudian masuk kedalam kamar mandi


untuk membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat menuju kantor karena ada


meeting pagi ini pukul 10


        Matahari dengan


teriknya bersinar diatas sana para siswa SMA Bakti Mulia keluar kelas karena


baru saja bel tanda pelajaran hari ini telah selesai. Sekelompok siswa tampak


tengah menunggu diparkiran sekolah tersebut mereka merupakan teman-teman Aya


        “Dit, liburan


nanti kita bakalan kemana ni, biasanya kan kamu yang paling jago buat planning


liburan bareng. Sekalian menghabiskan waktu bersama kan sebentar lagi kita


bakalan sibuk  dengan urusan


masing-masing juga”


        “iya, Dit


biasanya kamu jago tu, kalo dari aku gimana kalo kita kevila keluargaku yang


didekat pantai ya itung-itung mengurangi pengeluaranlah ya” Eta menimpali


perkataan Nono


        “boleh juga tu,


tapi yakin kalian mau kepantai ni?” yakin Nono


        “eh kucing


jantan, ngapain juga kita bolang kalo emang nggak yakin? Apa jangan-jangan


kamunya ni yang nggak yakin ya itung-itung kan kamu bakalan jauh-jauhan nanti


sama sidoimu itu” ledek Lulu


        “sejak kapan Nono


punya doi, palingan anak kucing tetangga buat dia jadiin doi” gelak tawa


teman-temannya membuat Nono kesal


        “makanya, Dit


jangan sibuk sama game mulu dong sekali kek ngelirik buat nyari doi nggak juga


kan ngenes tiap kali ngeliat orang pacaran?


        “eh, Eta kucing


betina sadar diri dong, aku tu bukannya nggak mau Cuma lagi fokus buat ujian


nanti”


        “iya deh, eh tapi


kok Ay alma banget ya ke toiletnya” Rupanya mereka tengah menunggu Aya yang


sedang berada ditoilet


        “eh, tu dia baru


aja diomongin udah datang aja, udah yuk” mereka kemudian memanggil Aya yang


mereka tunggu dari tadi


        “Ya, lama banget


sih kamu udah lumutan kita tau nggak nungguin kamu dari tadi,jadi ikut nggak


sama kita-kita buat biasa nyari mangsa” Tanya Eta


        “jadi dong ya,


lagain suntuk juga nggak ada buat, mending ikutan kalian aja, yuk buruan”


mereka akhirnya berlima akhirnya berangkat dengan mobil Dito karena Dito


sekarang membawa mobil sendiri sedangkan Lulu, Nono dan Eta diantar tadi pagi


ketika berangkat sekolah sedangkan Aya ake jasa mang ojek.


        Meraka menuncur


kesebuah pasar bermain untuk menghilangkan penat menghadapi ujia yang akan


datang, terlihat senyum terukir diwajah para remaja tersebut hingga mereka lupa


waktu bahwa sekarang telah sore hari dan akhirnya mereka emutuskan untuk

__ADS_1


mengakhiri keasyikan mereka untuk hari ini


__ADS_2