
“Raya Pratiwi, kamu dipanggil bu Tuning ke ruangan kepala sekolah sekarang ya” seorang siswa berkata kepada Aya., Aya yang sedang asyik bercanda dengan teman-temannya pun menghentikan aktivitasnya
“makasih ya, Dio. Bentar lagi aku kesana” Aya menyahuti kata Dio barusan. Suasana kelas begitu
ricuh, para siswa berhamburan disetiap sudut kelas dengan kesibukannya masing-masing, dan Aya juga salah satunya, dia Bersama teman-temannya tengah larut dalam suatu pembicaraan yang terlihat menyenangkan
“o ya, Aya. Palingan kamu dipanggil bu Tuning ke ruang kepsek buat ikut lomba fisika atau gak debat
yang Bahasa inggris tu. Soalnya aku tadi pagi lewat ruangan kepsek mereka kayak membicarakan sesuatu dan yang aku dengar tentang lomba olimpiade fisika sama debat itu” salah satu teman sekelas aya dengan antusias mulai pembicaraan
“jika emang benar, ikut aja, Aya. Kami selalu ngedukung kamu, kok. Iya kan teman-teman” teriak salah satu diantar mereka kembali. Para siswa yang mendengar pembicaraan mereka pun meng iyakannya. Secara Aya merupakan salah satu siswa yang memiliki prestasi akademik disekolahnya
“liat situasi lagi deh nanti, soalnya nenek gak ada yang jaga dirumah” jawab aja akan pernyataan teman-teman sekelasnya
Aya kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menuju keruangan kepala sekolah sesuai pesan yang disampaikan dio tadi
“permisi, bu. Apa benar ibu memanggil saya” tanya Aya kepada bu Tuning yang ada diruangan tersebut
“iya, Aya. Ayo silahkan duduk. Ada hal yang harus kamu bicarakan dengan kamu” aya duduk
mendekat dengan bu Tuning sedangkan kepala sekolah duduk didepan bu Tuning.
“jadi begini, Aya. Sekolah kita akan mengikuti beberapa pelombaan salah satuanya debat Bahasa inggiris dan olimpiade sains. Jadi maksud kami meemanggil kam kesini ya untuk menanyakan apakah kamu bersedia diikutkan debat Bahasa inggris apa olimpiade
isika?” jelas bu Tuning kepada Aya
“maaf, bu sebelumnya. Lombanya kapan ya dan berapa lama?” tanya aja, karena bagaimana pun juga Aya sangat berat hati untuk meninggalkan neneknya sendirian dirumah, padahal bisa saja iya minta tolong Fras untuk membawakan neneknya nginap sementara waktu dirumah Fras, namun Aya tidak mau merepotkan orang lain hanya karena hal sepele
“untuk lombanya akan diadakan bulan depan, aya, dan kegiatannya dilaksanakan diluar kota.
Palingan hanya utk beberapa hari saja” jelas bu tuning. Sekolah tau bahwa Aya hanya tinggal dengan neneknya saja dan bu tuning maklum jika aya bertanya
__ADS_1
demikian
“hmmmm, bu. Boleh saya minta waktu untuk menjawabnya, karena ini agak berat menurut saja” dengan
penuh kehati-hatian Aya mengajukan pertanyaan tersebut, alhasil bu Tuning dan kepala sekolah meng iyakan permintaan Aya
“terima kasih, bu. Jika begitu saya permisi mau masuk kelas, selamat siang” pamit Aya meninggalkan ruangan kepala sekolah terlebih dahulu
Suasana dikelas begitu heboh, bagaimana tidak salah satu siswi dikelas aya mengatakan jika ada anak baru pindahan dari luar kota akan masuk kekelas mereka.
“teman-teman ada berita baru ni, ada anak baru keren banget pindah kesekolah kita dan katanya
bakalan masuk kelas kita. Yeeeeee” teriak eta yang merupakan salah satu siswi pembuat onar dikelas aya
“seriusan kamu, Ta. Duh dia harus duduk sama aku ni. Ditto, kamu pindah duduk dibekalang sama Nonoya” teriak lulu yang sangat antusias dengan berita anak pindahan tersebut
Karena begitu ributnya kelas hingga bel tanda istirahat telah selesaipun tak terdengar hingga
pak Indra terlihat anak laki-laki yang tingginya hampir sama dengan pak Indra tersenyum manis ke arah anak cewek dikelas Aya. Namun berbeda dengan situasi dikelas tersebut, karena kedatangan pak indra masuk kelas membawa anak baru tersebut, mereka pun seketika tertib, entah apa yang merasuki mereka, lulu yang biasanya mengeluarkan suara cemprengnya tak peduli siapa yang berdiri didepan pun senyam, Ea yang selalu membuat onar dikelas pun duduk manis ditempat duduknya, dan Nono yang selau mengoceh tak mau diam pun diam
“perkenalkan ini teman baru kalian, namanya Rian. Bapak harap kalian bisa menerima Rian dikelas
ini dan berteman baik dengan nya. Rian silahkan kamu duduk disamping tempat duduk Aya. Bapak tinggal dulu ya, jangan rebut. Selamat siang anak-anak” pak Indra keluar ruangan kelas tersebut. Rian berjalan menuju tempat duduknya sesuai dengan amanah pak Indra, dan suasanak kelas kembali seperti semula. Semua siswi berhamburan menuju tempat duduk ya, Aya yang merasa tempat duduknya bakalan dipenuhi oleh teman-teman perempuannya iya pun pindah ke belakang disampaing tempat duduk Nono.
“hay, Rian. Kenalin, aku Eta. Semoga kita bisa menjadi teman selama sekelas, hmmm lebih
dari teman pun boleh” genit Eta yang membuat teman-temannya yang lain langsung meneriakinya, Rian yang melihat hal itu hanya bis tersenyum.
“kamu kenapa, Ya, murung banget hari ini. Padahal dapat teman baru lho” gurau Nono ke Aya
“gak, No. lagi bingung aja soalnya” jawab Aya seadanya. Nono yang mengerti pun menganggukkan
__ADS_1
kepala, karena Nono yakin, Aya pasti binug mau ikut lomba apa gak
Bunyi bel sekolah telah bunyi artinya pelajaran telah selesai dan para siswa diperbolehkan pulang, Aya dengan cepat mengemasi buku-bukunya, Rian yang melihat hal itu hanya terdiam. Karena tergesa-gesa Aya menjatuhkan novelnya dan tanpa iya sadari aya langsung pergi keluar kelas. Rian yang melihat buku Aya terjatuh
bermaksud mengembalikannya namun Aya sudah tidak kelihatan.
“nenek, nenek dimana?” sapa Aya ketika masuk kerumahnya, iya mencari keberadaan sang nenek.
“nenek dibelakang, Aya. Lagi panen sayur, ganti baju dulu trus makan baru kesini” jawab nenek dari
arah belakang rumah, Aya mengiyakan kata neneknya, setelah iya membersihkan diri dan makan, Aya menyusul neneknya dipekarngan belakang.
“nek, bukannya nenek harus istirahat didalam, eh malah sibuk panen sayur dibelakang. Kenapa
gak tungguin Aya pulang aja panennya, nenek malah panen sendiri duluan, duh nenek curang” repek Aya kepada neneknya, nenek yang melihat tingkah Aya tertawa renyah.
“nenek bosan didalam mulu, ya nenek cari kesibukan aja. Lagian panen sayur juga gak berat,
kan Aya?” balas sang nenek dengan menirukan gaya Aya, Aya pun tertawa melihat neneknya menirukan gayanya.
Obrolan mereka pun berlanjut seraya nenek dan aya panen sayuran dipekarangan rumah, hingga
akhirnya Aya membicarakan lomba yang dibicarakan disekolah tadi
“nek, Aya mau ngomong. Sekolah minta aya buat ikut mewakili sekilah lomba, tapi lombanya
diluar kota untuk beberapa hari. Aya sebenarnya berminat ikut lomba, tapi Aya gak mau ninggalin nenek seharian dirumah” jelas Aya kepada sang nenek dengan wajah yang agak sedih, nenek ayang mengerti maunya aya pun tersenyum
“ikut saja, kan ada Fras nanti yang bakalan jagain nenek, selagi itu buat kamu senang nenek
bakalan dukung kamu sebisa nenek” raut wajah Aya tiba-tiba kembali cerah setelah mendengar jawaban neneknya, dan keputusannya, Aya akan mengikuti lomba olimpiade sains fisika
__ADS_1