
“Yan, gimana kondisi Aya, dia baik-baik aja kan?” begitulah pertanyaan-pertanyaa yang dilontarkan oleh teman-temann Aya
“kondisi Aya baik-baik saja, sebentar lagi dia juga bakalan sembuh dan kembali kumpul dengan kita-kita lagi kok” Rian berbohong dengan kondisi Aya sekarang karena gak mau teman-teman Aya khawatir akan kondisi Aya
Rilo duduk dikursi tunggu bersama-sama dengan teman Aya yang lainnya, tak lama kemudian orang tua Aya datang beserta Fras dengan wajah yang panik dengan langkah tergesa-gesa menuju tempat duduk yang lainnnya
“nak, gimana kondisi adikmu, dia baik-baik saja kan?” bunda terlihat panik sekali hingga dipikirannya hanya ada Aya, Aya dan Aya. Rilo, Fras dan teman-teman Aya yang lain terlihat bingung mendengar ucapan seorang wanita yang baru saja datang dengan wajah yang begitu panik
“bunda, ayah bias kita bicara sebentar? Ada sesuatu yang perlu Rian bicarakan dengan ayah dan bunda” mereka bicara agak menjauh dari teman-teman Aya
“yah, kondisi Aya sekarang lagi gak baik, dia memerlukan pendonor sum-sum tulang belakang, karena
tulang belakang Aya cedera dan itu harus ada dalam waktu hari paling lambat” bunda langsung menangis mendengar penjelasan Rian akan kondisi Aya, bagaimana tidak mengingat kondisi putrinya yang sangat menyedihkan sekarang
Mereka kembali ketempat kursi tunggu diluar ruangan Aya, sesaat teman-teman Aya mohon pamit balik duluan mengingat hari sudah malam juga, sedangkan Rilo masih bertahan dan masih penasaran sebenarnya siapanya Aya Rian yang merupakan rekan bisnisnya ini.
Keheningan terjadi diantara mereka, suasana sedih menyelimuti mereka, hingga akhirnya Fras membuka pembicaraan
“Lo, kok lo bias disini juga?” Fras berusaha mencarikan suasana yang seperti membeku tersebut
“gue tadi pas lewat ngeliat Rian ditepi jalan, pas gue berenti ternyata ada Aya dengan kondisinya yang tak terduga” Fras nampak kebingungan kenapa bisa Rilo kenal dengan Rian padahal Rian yang diketahui Fras hanya teman sekelasnya Aya, apakah sedekat itu Rilo dan Aya?
“Fras, sebelumnya om minta maaf, nanti om bakalan jelasin semuanya setelah urusan Aya kelar, namun sebelumnya om minta tolong sama kamu buat bantuin om untuk mencari pendonor sum-sum tulang belakang yang cocok dengan Aya, berhubungan dengan kondisi aya, tlong nenek jangan sampai tau akan kondisi Aya, karena kondisi nenek juga tak bagus untuk mengetahui kondisi Aya yang sekarang” Fras masih belum mengerti sebenarnya apa yang dibicarakan om nya tersebut
“sebenarnya Aya adik kembar gue dan kenapa gue pake seragam sekarang? Ini ceritanya Panjang
__ADS_1
sekali”
Tunggu, apa tadi? Aya adiknya Rian? Kok bisa? Bukannya yang Fras dan orang-orang tau jika anak
dari Tristan Pradita hanyalah Raya Pratiwi, tapi kenapa Rian malah bicara begitu?
“dan lo pasti Frasetyo? Makasih udah ngejagain adik gue selama ini. Lo emang kakak yang paling hebat dan bisa diandalkan”
“oke, sebenarnya Rian dan Aya saudara kembar. Mereka berpisah karena kondisi dimasa mereka bayi
yang sangat tidak memungkinkan untuk bersama secara Rian mengalami penyakit langka sedangkan Aya dengan kondisi yang sangat tidak stabil saat itu hingga akhirnya Rian harus dibawa ke Amerika dan dirawat disana sampai akhirnya dia pun kembali kesini karena om yang suruh dia balik” Fras sedikit terkejut mendengar penjelasan Tristan begitu juga Rilo, ternyata rekan kerja yang selama ini iya kenal anak dari pengusaha rekan bisnisnya juga
“Fras, om minta tolong kamu hubungi rekan-rekan kamu untuk menanyakan pendonor yang cocok buat
Aya, tantemu juga sudah menghubungi rekan-rekannya” ayah memohon bantuan kepad Fras karena iya tau Fras punya banyak Link akan hal begitu
kamu” Rilo mengdongkakkan wajahnya kearah lawan bicaranya
“kebetulan saya hanya lewat saja, ngeliat Rian yang panikan” Rilo sungkan untuk berbicara dengan ayah padahal sebelumnya mereka rekan kerja, tapi entah kenapa sekarang seperti Rilo tengah menghadapi seseorang yang begitu diseganinya bahkan hanya untuk menjawab perkataannya pun Rilo merasa berat
Disitu suasana agak mencair dan hangat tak seperti sebelumnya yang begitu dingin. Rilo melirik jam tangan yang ia kenakan dan tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 11 malam, Rilo pun pamit dengan orang tua Aya serta Rian dan juga Fras.
“kak, barusan teman-temannya Aya ngasi tau gue kalo ada yang gak beres dengan motornya Aya, dan menurut hasil evakuasi bahwa motor Aya remnya sengaja diputuskan karena dari kabel remnya terlihat seperti baru saja dipotong” Rian tengah menebak siapa yang tega melakukan hal tersebut terhadap adiknya
“tapi hal ini jangan dulu dikasi tau ke ayah dan bunda tau orang rumah, karna gue mau nyari tau siapa yang tega ngelakuin hal demikian” Rian mengepalkan tangannya mengingat satu nama dikepalanya yaitu Edo
__ADS_1
“kita bagi tugas, lo cari tu pelaku sampe dapat biar dia bayar kesalahan dia tu di pengadilan kalau memang benar itu kecelakaan yang udah direncanakan, dan gue bakalan nyari pendonor yang cocok buat Aya. Kita sama-sama berdoa buat Aya semoga semuanya berjalan dengan lancer dan Aya bisa kembali seperti semula”
“ok, gue siap” keduanya kembali menyusul ayah dan bunda yang tengah duduk dikursi tunggu diluar ruangan, karena Aya untuk saat ini tidak diperbolehkan untuk bertemu siapapun mnegingat kondisinya yang belum stabil
“bun, bunda balik aja ya, biar Aya Rian yang jaga, bunda harus istirahat semuaya bakalan baik-baik aja kok. Percaya sama Rian” nmaun bundanya kekeh untuk tetap tinggal menunggu Aya siuman
“bunda disini aja, bunda gak papa kok, kamu ja yang balik. Besok kamu kerja, ayah juga ya” namun taka da satupun jawaban yang dilontarkan oleh suaminya
Ayah terlihat sangat sedih mengingat kondisi putrinya yang tenga berbaring dirumah sakit dengan kondisi yang sangat mengkhawatirnya sekarang, mengingat beberapa hari yang lalu sempat terjadi pertengkaran antar dirinya dan putri bungsunya tersebut, iya begitu menyesal telah melayangkan tangannya tepat dipipi kanan putrinya hanya karena tak mampu mengontrol emosinya.
Ponsel Fras bergetar ternyaa ada panggilan masuk dari mamanya, sesaat iya menjawab dan
mendapat kabar tak meng enakkan tentang neneknya
“Fras, dengerin mama sekarang. Ini memang kabar yang tak baik untuk disampaikan sekarang namun apa boleh buat. Nenek sekarang ada dirumah sakit” Fra tertengun mendengar penjelasan mamanya semuanya bertanya-tanya namun Fras belum menjawab juga karena mendengar kelanjutan dari omongan mamanya yang terisak-isak
“nenek kenapa, ma? Dia baik-baik aja, kan?” perasaan Fras sangatlah was-was bagaimana
tidak Aya mengalami kecelakaan sedangkan neneknya masuk rumah sakit yang pastinya penyakit jantungnya kambuh
“Fras, maaf, dokter mengatakan tak bisa menyelamatkan nenek” prank…. Ponsel Fras terlepas dari tangannya, dan seketika air matanya mengalir dengan sendirinya, ayah yang melihat Fras demikian pun bingung dan memunguti ponsel Fras yang masih terhubung
“halo, Lala sebenarnya apa yang terjadi” diseberang sana mendengar masih da suara yang
terhubung pun menjawab sebisanya
__ADS_1
“Tristan, maaf tadi mama penyakitnya kambuh dan dibawa kerumah sakit, dokter mengatakan
jika mama gak bisa diselamatkan dan sekarang dia dirumah sakit tempat biasa mama dirawat” serasa tersambar petir ayah mendengar berita tersebut, belum bisa menemukan jalan keluar untuk menolong anaknya, kini ibunya telah pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.