
setelah berbagai musibah menimpa keluarga Pradita, kini suasana telah tenang kembali dan Aya telah tinggal
bersama kedua orang tuanya beserta kembarannya, Rian. Masing-masing melanjutkan aktivitas seperti biasanya, Aya kembali bersekolah dan bertemu teman-temannya, unda dan ayah dibuk dengan urusan masing-masing sedangkan Rian tak lagi menyamar sebagai anak sekolah melainkan kembali kekantornya untuk mengurus bisnisnya.
Rian dan Aya memang memiliki usia yang saman, namun Rian tak seperti anak pada usianya, iya mengikuti program percepatan dan lulus sebagai magister termuda untuk angkatannya, gelar magister bisnis iya raih ketika
berusia 15 tahun diluar negeri, iya sudah mengenal dunia bisni semenjak kecil sehingga bakat dari seorang ayah yang merupakan pebisnis pun tumbuh dalam dirinya, didunia bisnis, Rian begitu ditakuti pesaingnya karna semua rencana yang akan iya lakukan tak satupun yang bisa menebak, Rian bagaikan singa lapar jika didunia perbisnisan.
Rian sudah memiliki perusahaan sendiri dan sekarang iya lagi mengurus bisnis dikotanya sekalian dipanggil sang ayah untuk memantau sang adiknya walaupun sebelumnya iya tak mengetahui jika iya memiliki kembaran dan ayahnya memerintah agar iya menyamar mneadi anak sekolah yang pindah ke sekolah adiknya, namun Rian patuh akan perintah ayahnya
Malam ini akan menjadi malam yang hangat bagi keluarga Pradita karena perdananya mereka makan malam bersama dengan personil lengkap. Rian sengaja memesan tempat bernuansa alam karna iya tau dari Fras adiknya
kurang suka dengan tempat-tempat yang glamor karna menurutnya hanya menghabiskan uang saja
Aya mengenakan gaun biru laut mejuntai Panjang dengan model sabrina sedangkan Rian mengenakan setelan formal warna nafi dengan dalaman putih, ayah dan bunda mengenakan pakaian warna maron couple, terlihat seperti keluarga harmonis dengan dua anak yang sudah remaja.
Dengan tempat ditepian danau penerangan yang seperti lampu jalanan dan nuansa alam yang kuat membuat malam tersebut begitu indah, sekeluarga tersebut duduk ditempat yang sudah disediakan
“kak, disini ada baksonya ga? Hee…… pengen bakso” astaga, Rian menepuk jidat mendengar adiknya, anak konglemerat doyannya bakso sama sate trus mie ayam, kedua orangtua mereka hanya tersenyum melihat permintaan putri bungsunya tersebut
“lucu kamu, dek. No mamang bakso tempat kamu biasa makan baru ada, tolong ya untuk kali ini aja jangan nyari bak, mie ayam atau pun satu. Sesekali makan makanan beginian” Rian menunjukan menu makanan kepada adiknya
“emang kenapa dengan mereka, enak kok, murah lagi. Aya suka apalagi warung bakso yang didepan sekolah kita, duh wuenak banget deh” Aya menunjukkan ketidaksukaannya karna Rian secara gak langsung menghina makanan kesukaannya
__ADS_1
“iya deh, kakak minta maaf, tapi kali ini makan yang kakak pesan ya” Aya memeutarkan bola matanya
“iya deh, tapi besok temenin Aya nyari novel ya, yang kemarin udah dibaca semua” dikala semuanya senang dengan kehidupan mewah dan menghabiskan uang orang tua mereka, Aya malah memilih makanan yang banyak
ditemui dipasar dan mneghabiskan waktu dengan membaca novel
Pesanan datang, mata Aya berbinar melihat banyak sekali makanan, tanpa babibu Aya menyerbu makanan yang ada didepan matanya, kedua orang tuanya hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya yang satu ini, iya sangat senang dengan namanya makanan
“pelan-pelan, nak. Rian mulut adikmu cemotan kayak bayi makan” ayah tersenyum melihat kelakuan anak gadisnya ini
“biarin, yah tu anak serakah emnag kalo soal makanan”
“bodo amat deh, Aya laper soalnya” cetus aya melajutkan makannnya.
“kalian tau kondisi ayah sekarang yang sewaktu-waktu bisa memburuk tanpa diketahui, Rian ayah ingin menanyakan dengan kamu kamu siap memegang perusahaan ayah?” Rian tersedak mendengar penuturan ayahnya barusan, percakapan apa ini pikirnya
“yah, kok ngomongnya gitu sih? Ayah pasti sembuh kok, percaya sama kami. Iya, kan bunda?” mencari dukungan dari bundanya, namun bundanya hanya diam
“ayah sama bunda sudah bicara masalah ini, ayah gak mau apa yang sudah ayah rintis dari awal berakhir dengan tak berujung. Gimana kamu mau ambil alih perusahaan ayah?” ayah masih menanyakan hal yang sama ke Rian
“ayah lagi gak bangkrut, kan? kalo ayah bangkrut kita balik rumah nenek aja yuk” ayah hanya tersenyum mendengar pertanyaan Aya
“ayah gak bangkrut, ayah gak mau jika apa yang sudah ayah rintis dari awal jatuh ketangan orang lain”
__ADS_1
“maaf, yah. Rian gak bisa, usaha Rian aja kadangkala Rian kewalahan apaglagi ditambah dengan punya ayah, ayah tanya sama Aya aja deh” Aya malah bengong mendengar perkataa kakaknya
“Aya nama ngerti barang begituan, lagian ni ya yang lebih ngerti kan kakak, Aya kan tinggal makan aja” Aya berbicara dengan mulut penuh makanan
“jadi begini, karena kamu gak mau ambil alih perusahaan ayah, dan Aya belum mengerti bisnis, ayah akan memberikan perusahaan ayah ketangan orang kepercayaan ayah” ayah berusaha menjelaskan semuanya didepan anak dan istrinya
“bagus dong, jadi Aya gak perlu mikirin barang begituan” Rian mencubit tangan adiknya
“kalo boleh tau, siapa yah?” tanya Rian dengan penuh hati-hati
“calon suami Aya, dia yang akan mengambil alih perusahaan ayah kedepannya” Aya tersedak mendengar kata ayahnya “calon suami?” ngaco si ayah, usia aja masih muda mana punya pacar aja gak. Heeee
“yah, jangan ngaco deh, Aya punya pacar aja gak apalagi calon suamimu, lagian Aya kan masih sekolah” Rian membela sang adik
“calon suami Aya, anak sahabat ayah dia juga cucu dari sahabat baik nenek, minggu depan kita akan membicarakannya lebih lanjut Bersama keluarga calon suami Aya” wajah Aya muram sepertinya selera makannya menurun
“yah, apa ayah yakin dengan keputusan ayah? Aya masih sekolah yah, malahan belum taman SMA, tolong lah yah pertimbangkan lagi” Rian masih tak terima mendengar adiknya akan dijodohkan
“keputusan ayah sudah bulat, ayah yakin dan percaya jika dia mampu menjaga Aya dan membawa perusahaan ayah dengan baik” Aya hanya bisa menunduk mendengar percakapan ayah dan kakaknya itu
“serah ayah deh, awas aja tu lelaki berani jahat sama Aya, dia bakalan tau akibatnya nanti” nada Rian terdengar mengancam
Yah, suasana makan malam yang seharusnya menyenangkan malah menjadi berita tak meng enakkan buat aya, bagaimana bisa iya memiliki calon suami yang belum dikenalnya sebelumnya? Apakah ayahnya akan berubah pikiran utuk tidak menjodohkannya dengan pria tersebut, dia masih sekolah dan memiliki cita-cita sendiri, iya masih mau mencari seseorang yang mampu melihat semua kekurangan yang iya miliki
__ADS_1
Bagaimana ini, apakah Aya menerima perintah ayah saja atau Aya melawan dengan mengatakan jika iya tak mau menikah dengan pria tersebut karena belum dikenalnya? Jangankan calon suami untuk mengenal lelaki selain kakaknya Fras dan ayahnya, Aya tak pernah mengenal lai-laki lain sama sekali