Gelombang Laut

Gelombang Laut
partner makan malam


__ADS_3

        surya pagi begitu menyengat kulit, upacara rutin setiap hari senin pagi ini begitu sangat membosankan bagi seorang Eta sipembuat onar dikelas 12 IPA 2. Iya tampak begitu gelisah dengan ceramah Pembina upacara yang


begitu membosankan dan cuaca pagi yang sangat menyengat membuatnya memunculkan suatu ide konyol.


        “Ya, panas banget ni, temeni aku di UKS ya. Please.” Eta memasang wajah kasihannya. Aya yang


tidak mengerti maksud eta pun tak menghiraukan ocehan eta, ya karena dibarisan paling belakang ada guru yang jaga buat ngawasin situasi selama upacaraberlangsung, dan tiba-tiba


        “bruk” Eta tiba-tiba terjahut disamping Aya, dan tentu hal itu mengundang perhatian semua siswa dilapangan tersebut, seketika Aya baru mnegerti maksud Eta mengatakan untuk menemani dia di UKS. Guru yang mengawasi mereka selama upacara pun langsung menuju lokasi Eta yang jatuh pingsan tersebut dan langsung dibawa ke


UKS sekolah, Aya mengikuti dari belakang karena sekalian Aya memegangkan topi


Eta. Sesampai di UKS Eta diberi perawatan, dan karena suasana sedang upacara


bendera maka tidak ada yang bertugas piket UKS


        “Aya, kamu jagain Eta aja disini, saya mau ke lapangan kembali” guru pengawas tersebut pun


meninggalka Eta dan Aya di dalam ruangan UKS tersebut, setelah merasa aman, Eta pun bangun dari dramanya


        “ya, heee……… makasih ya udah mau nemenin aku di UKS, tapi sumpah, badanku jadi sakit semua”


cengir Eta yang masih berbaring di brankas tempat tidur UKS


        “dasar, buat orang panik aja kamu. Aku kira beneran kamu sakit, rupa hanya demi menghindar


panas di lapangan” kesal aya seraya tertawa dan diikuti oleh cengiran Eta. Sekitaran 20 menit kemudian upacara senin pun selesai, lulu langsung menuju ke ruang ukas untuk melihat keadaan Eta, hingga sesampai di UKS


        “Eta, kam……”ucapan lulu terpotong ketika melihat keadaan eta baik-baik saja, malahan ketawa-ketiwi Bersama Aya, Eta yang melihat kedatangan Lulu pun menyapanya


        “hay Lulukuuu” cengir Eta dengan cengir khasnya, Lulu yang melihat keadaan Eta sangat


baik-baik saja pun menggerutu kesal, karena kenapa bukan dia saja yang jaga Eta di uks, karena iya sangat bosan mengikuti upacara di lapangan dan Aya hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua temannya. Bel tanda mauk kelas telah berbunyi, ketiga siswi tersebut pun berjalan menuju ruangan kelasnya, didepan pintu terlihat seorang anak lelaki sedang menunggu seseorang dan


        “selamat pagi, Raya pratiwi, ni coklat pagi buat kamu” dia Edo, siswa kelas 12 IPA 1, Edo membawakan aya coklat beserta bunga untuk diberikan kepada Eya, kedua teman Eya yang melihat hal tersebut pun tersenyum lebar


        “duh, Aya. Pagi-pagi aja udah dapat bingkisan ni dari Edo, aku kapan ya?” teriak Eta hingga membuat penghuni ruangan kelas 12 IPA 2 langsung menoleh ke sumber suara.


        “ok, makasih, Edo. Aku mau masuk kelas dulu” dengan wajah yang tenang Aya meninggalkan Edo


didepan pintu kelasnya setelah menerima bingkisan dari Edo. Edo pun segera


berlalu menuju kelasnya


        “Lu, ni bunganya buat kamu aja, aku udah banyak bunga dirumah. Bunga belakang rumah, dan


coklatnya buat Eta aja ya” tawa Aya pecah ketika memberikan bingkisan kepada temannya, kedua temannya bingun melihat ya yang terlihat begitu bahagia, apa karena diberi bingkisan sama Edo atau emang dia suka sama Edo? Entahlah hanya Aya yang tau


        “kamu kenapa sih, Ya. Kok senang banget nampaknya setelah nerima bingkisan dari Edo, emang iya


kamu suka?” jleb, dengan gamblangnya Eta nanya ke Eya karena penasaran.


        “lucu aja, masih ada orang ngasi bingkisan coklat sama bunga dipagi hari?” Aya masih tertawa,


entah apa yang lucu baginya, hingga tawanya terhenti ketika telah sampai ditempat duduknya

__ADS_1


        “pagi, Aya. Senang banget nampaknya hari ini” sapa Rian yang membuat eEa dan Lulu meleleh,


namun tidak untuk Aya


        “pagi, enggak biasa aja tuh” Aya langsug duduk di tempat duduknya, begitu juga dengan Eta dan


Lulu. Semua siswa dikelas telah duduk rapi ditempat duduk masing-masing karena hari ini ada ujian harian matematika. Lulu terlihat sangat jenuh karena ya sangat tidak menyukai pelajaran matematika, tapi entah kenapa dia bisa masuk IPA.


        “ya, contekin ya, sumpah paling malas banget kalo dah kena matematika, mana bu Pinoy sangat,


uhhhh……… entah kenapa guru kita yang satu itu sangat tidak meng enak kan hati sekali, andai bisa ganti pak Indra aja untuk guru matematikanya” Aya dengan melas memutar bola matanya, ya jelas hal itu sangat tidak disukai Lulu, hingga akhirnya iya pun nyerah untuk ngoceh.


        “selamat pagi, anak-anak. Siapkan alat tulis kalian diatas meja, dan hanya boleh alat tulis


dan kalkulator yang ada diatas meja, jika kalian ketahuan kerjasama atau mencontek mata lembar kerja kalian langsung saya ambil. Faham semua” bu Pinoy membagikan lembar kerja serta soal disetiap tempat duduk, selesai membagikan soal dan lembar kerja, bu Pinoy kembali ke tempat duduknya


        “waktu mengerjakan dimulai dari sekarang” semua siswa dengan sigap mengerjakan soal,


tidak ada satupun yang bisa kerja sama karena setiap soal berbeda satu sama lain, sekitaran kurang lebih 2 jam, akhirnya ujian pun berakhir. Semua siswa mengumpulkan hasil kerjaan masing-maing, lulu dengan melasnya menyerahkan hasil kerjaannya dimeja guru


        “oke, semua sudah? Kalian boleh keluar kelas sekarang” semua siswa kelas 12 IPA 2 keluar


kelas satu persau


        “Rian, kantin bareng?” seru Dito dan Nono ke rian yang tengah berjalan sendiri ke arah perpustakaan sekolah


        “tapi, aku ada keperluan diperpus sebentar” seru rian balik, namun bukannya mendapat reaksi


meng enakkan dari teman-temannya Rian malah ditarik ke arah kantin oleh Nono dan Ditto


        “udah, nanti aja deh ke perpusnya, kantin aja dulu, aku juga ada keperluan diperpus mau balikin


        “hmmm……… yaudah deh, ayok” Rian, Nono dan Ditto pun menuju kantin, dikantin mereka mencari meja


kosong, dan hanya dibagian Aya dan teman-temannya yang kosong


        “boleh gabung” tanya Nono ke Aya, hanya hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan.


Eta dan Lulu dengan senang hati mau bergabung Bersama Nono Dkk, karena ada Rian


        “hay, Rian. Mau makan apa hari ini” tanya Lulu dengan gaya genitnya yang membuat Aya tersedak,


spontan Rian mneyedorkan minuman kearah Aya


        “makasih” seru Aya setelah minum, yang hanya diangguki Rian, Eta dan Lulu bengong melihat Aya


yang tidak seperti biasanya cuek dengan orang baru yang mengajaknya bicara.


        “Eta, Lulu, kalian berdua kenapa sih, malah bengong, dImakan tu makanannya, lalat ntar


hinggap disitu” perkataan Aya malah mengundang tawa Nono dan Dito, Rian yang melihat hal tersebut hanya terdiam


        Entah kenapa sikap Aya terhadap Rian tak seperti sikapnya kepada kebanyakan orang yang baru


dikenalnya, Aya terlihat seperti sudah biasa dengan kehadiran Ran.

__ADS_1


        Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, dan bel sekolah telah berbunyi menandakan pelajaran


untuk hari ini telah selesai, Aya tengah merapikan buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tasnya


        “ya, hari ini kitab oleh ikut kamu balik gak, kita udah bosan banget jalan-jalan ke mall mulu, lagian kita juga belum pernah main ketempat kamu, boleh ya” mohon Eta, Aya terlihat mikir sejenak, kemudian menjawab perkataan Eta


        “hmmm……gimana ya, boleh aja, asal kalian jangan buat keributan ya, konsidi nenek lagi kurang


bagus soalnya” Eta dan Lulu bersorak mendengar jawaban Aya, Nono dan Dito yang masih berada dirangan tersebut pun tertarik dengan obrolan mereka


        “kemana-kemana, boleh dong kita ikut, iya kan?” tanya Nono ke Ditto, Eta dan Lulu dengan


antusias menjawab mereka akan pergi kerumah Aya, Nono dan Ditto pun memohon untuk ikut, dengan usaha merayu Aya agar Dito dan Nono ikut akhirnya aya pun mneg iyakan untuk Nono dan Dito ikut Bersama mereka ke rumah Aya.


        “yan, mau ikut gak ke rumah Aya, kita mau pergi ni” tawar Nono ke RIan


        “hmmmm……lain kali aja, ya. Aku lagi ada jadwal sore ini” Nono dan Ditto pun agak kurang


bersemangat mendengar jawaban Rian


        “yaudah deh, lain lali ikut ya. Ini perdananya kita main ke rumah Aya, udah mau 3 tahun satu


kelas sama Aya tapi kita gak pernah diajak kerumahnya, hiiii” pekikikan Ditto. Akhirnya mereka pun pulang menuju rumah Aya, sedangkan Rian tidak bisa ikut, sesampainya dirumah aya, nenek sudah menunggu aya diteras depan rumah, nenek terlihat senyum melihat Aya datang Bersama dengan teman-temannya karena selama


ini aya gak pernah sekalipun membawa temannya untuk datang kerumah


          “assalamualaikum, nek. Maaf ni kami dating rame-rame kerumah nenek, lagi pengen aja main ke sini, abis Aya gak pernah ngajakin kita ke rumahnya sih” sapa Ditto, nenek hanya tersenyum menjawab sapaan teman-temannya Aya


        “iya waalaikumsalam, gak apa-apa nak, malahan nenek senang aya punya teman” senyum nenek. Nenek mempersilahkan mereka masuk kerumah, sedangkan Aya membuatkan minum serta membawakan emilan buat teman-temannya. Dari luar terdengan suara mobil yang berhendi didepan rumah, nenek menuju kepintu depan untuk melihat si gerangan yang datang dan ternyata yang datang itu fras


        “hay, nek. Gimana kabar nenek, sehatkan? Salam Fras kepada neneknya


        “nenek udah sehat, ni liat” nenek memperlihatkan dirinya kepada Fras, Fras hanya bisa


tersenyum melihat neneknya bai-baik saja


        “Aya dimana, nek. Kok rumah rame banget, ada siapa dirumah?” nenek pun mengajak fras masuk


kedalam dan memberitahukan jika itu teman-teman aya sedangkan Aya sendiri menyiapkan minuman serta cemilan untuk teman-temannya. Fras menyapa teman-teman Aya dan langsung menyusul Aya ke belakang


        “ya, kamu lagi apa, sibuk gak malam ini? Tanya Fras dari pintu tengah menuju belakang, Aya


sudah kenal suara siapa itu sehinga iya langsung menjawab


        “tidak, kak. Kenapa emang? Aya membawakan minuman serta cemilan untuk teman-temannya menuju


ruang depan


        “temankan kakak malam ini ke acara makan malam rekan kakak ya” mohon Fras kepada Aya


        “pacar kakak mana, kenapa gak ajak dia aja, gak ada yang jagain nenek, kak. Kasian nenek ditinggal sendirian dirumah” jelas Aya, Aya tidak tega meninggalkan neneknya sendirian dirumah


        “kak Nana lagi ada kesibukan sendiri, untuk nenek nanti kakak kantar dirumah kakak saja, kan


ada mama juga dirumah, ya” mohon Fras, setekah berfikir akhirnya Aya pun meng iyakan ajakan kakaknya

__ADS_1


        “makasih cantik, untuk baju kakak udah siapkan buat kamu, mereka pun akhirnya bergabung Bersama


teman-teman Aya serta nenek diruang depan dengan obrolan yang penuh tawa


__ADS_2