Gelombang Laut

Gelombang Laut
episode 35


__ADS_3

Sudah hampir seminggu lamanya Aya dan Rilo tak pernah bertemu padahal merek tinggal diatap yang sama, Aya tengah sibuk mengikuti ujian akhirnya sehingga tak ada waktu hanya untuk melihat apakah Rilo ada dirumah apa tidak sedangkan Rilo sibuk dengan urusan perusahaan tak jarang iya harus bolak-balik luar kota demi mengurus bisnis yang dijalaninya.


Semenjak kejadian seminggu terakhir Aya terlihat lebih waspada terhadap suaminya itu, walaupun iya hanya belajar seperti biasa iya tak lupa untuk mengunci pintu kamarnya.


Iya begitu sungguh-sungguh belajar untuk bisa lulus dengan nilai yang memuaskan untuk mendaftarkan diri keuniversitas pilihannya. Sebenarnya rencana iya akan melanjutkan pendidikannya belum dibicarakan dengan Rilo, selain karena rasa malunya iya juga tak pernah melihat Rilo selama seminggu lamanya.


Hari ini hari terakhir Aya mengikuti ujian kakhir dimasa SMA nya iya dengan bersemangat menuruni anak tangga untuk memulai sarapan paginya, terlihat seorang pria yang sudah seminggu tak pernah iya lihat kini tengah duduk dimeja makan tengah menyantap sarapan paginya


“pagi pak Mun” Aya menunduk melewati Rilo yang tengah menyantap sarapannya


“masih ada orang lain disini, kenapa seperti pencuri aja dirumah sendiri, cepat duduk aku akan mengantarkanmu menuju sekolah”


“hari ini terakhir kau mengikuti ujian, kan? balik sekolah aku jemput tunggu digerbang sekolah” Rio telah menghabiskan sarapannya menyisakan Aya yang baru saja mendaratkan diri dikursi makan tersebut


“aku bisa berangkat sendiri dan aku tak perlu kau jemput, bukannya kau begitu sibuk akhir\-akhir ini? Jangan merepotkan diri hanya untuk menjemputku, aku bisa melakukan semuanya sendiri oiya sat lagi minggu depan aku akan pergi bersama teman\-temanku selama beberpaa hari”


“jangan ngebantah, turuti saja apa yang aku katakana atau kau sendiri tak bisa keluarbersama teman\-temanmu, mengerti” Aya memasang wajah kusut iya malas berdebat pagi\-pagi dengan pria yang ada didepannya sekarang ini jadi iya memilih untuk mengiyakan apa perkataan suaminya itu


“terserah kau saja, aku mau berangkat sekarang karena ini hari terakhirku mengikuti ujian” Aya bangun dari tempat duduknya lalu mengambil tasnya menuju arah depan, Rilo mengekori dari belakang.



Suasana dalam mobil begitu dingin, Aya tengah sibuk mendengarkan lagu sepanjang jalan sedangkan Rilo fokus menyetir kendaraan mereka, sesekali Rilo menoleh kearah Aya namun tak menyadarinya malahan iya lebih fokus untuk memandangi luar jalan.


Gerbang sekolah tempat AYa bersekolah sudah terlihat, para siswa bermasukan gerbang sekolah karena sebentar lagi memang bel akan dibunyikan mengingat ujian akan dimulai

__ADS_1


“turunkan aku disini saja jangan didepan gerbang karena kau tak mau diperhatikan orang lain” pinta Aya karena Rilo tak juga berhenti ditempat yang dikatakan Aya


“apa susahnya jika aku menurunkanmu didepan gerbang sekolah saja, apakah aku begitu memalukan bagimu ata kau takut jika cowok yang waktu itu bersamamu melihatmu bersama pria lain?”


“terserah kau saja, aku malas berdebat denganmu” Aya turun dari mobil tersebut tanpa berpamitan dengan Rilo


“jam 11 aku jemput disini jadi tunggulah” namuntak ada tanggapan dari Aya malah meninggalkannya masuk kelingkungan sekolah.


Semerdekanya para pelajar SMA karena pertempuran merea telah berakhir hari ini tinggal menunggu hasilnya saja nanti. Aya telah kelaur ruangan dengan meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal namun beban berat dikepalanya telah hilang


“astaga Aya kanget banget sama kamu, mau ikut kita nggak nyari angin?” Lulu menghampiri Aya yng tengah berjalan dikoridor sekolah


“maaf, Lulu hari ini aku ada janji sama kak Fras jadi lain kali saja ya” Lulu terlihat kecewa namun disembunyikanya karena memang iya merindukan sahabatnya tak bertemu untuk seminggu lamanya karena mereka beda ruangan


“hais, aku kira dia hanya bercanda untuk datang menjemputku ternyata beneran datang tu nak” gumam Aya pada diri sendiri, iya berjalan menghampiri Rilo yang tengah ngobrol bersama pak satpam sekolahannya


“kalo begitu saya permisi pak, karena orang yang saya tunggu telah datang, mari” Rilo berpamitan dengan pak satpam tersebut yang ditanggapi senyum ramah dari satam sekolah


“masuk saja kit akan makan siang dulu baru pergi kesana” Rilo masuk kedlaam mobil menyisakan Aya yang masih kebingungan


“kau mau bawa aku kemana?”


“ikut saja, kita akan mengunjungi orangtuamu karena mereka merindukanmu” mobil melaju melewati jalanan yang tengah padat pengendara lainnya hingga berhenti disebuah restoran


“makan saja dulu setelah ini baru kita akan menuju keumah orangtuamu” Rilo menyantap makanannya dengan elegan namun tak dengan Aya yang begitu tak berselera untuk makan makananya

__ADS_1


Acara makan sianga dilalui dengan suasana yang begitu dingin bahkan tak terjalin percakapan diantara mereka selama makan siang hingga selesai mereka sama seperti awalnya dan kini keduanya tengah dalam perjalanan menuju rumah orangtua Aya.


Rumah dimasa kecil Aya yang terasa suram membuat bulu kuduknya berdiri tegak, bagaimana tidak seharusnya masa kecil dihabiskan dengan ditemani orangtuanya malah ditemani oleh bi Inah yang merupakan asisten rumah tangga yang bertugas untuk mengrusi semua keperluannya.


Aya melangkahkan kakinya kembali kerumah ini setelah 6 bulan lamanya iya tak pernah pulang kerumah, bukan karena Aya tak menyukai rumah tersebut namun kenangan masa kecilnya yang membuat pilu hatinya


“Aya, bunda kangen banget sama kamu mentang-mentang udah punya suami jadi lupa sama bundanya, oh iya kamu apa kabar nak, sehat kan?” bunda memeluk Aya yang hendak masuk kedalam rumah


“baik, bun tapi lepasin dulu ya Aya ngga bisa napas kena peluk bunda kayak gini” bunda melepaskan pelukannya dan menyapa menantunya


“Rilo kenapa kok kurusan sih, Aya jarang masak ya?” Aya meninggalkan keduanya yang tenha tegur sama antara menantu dan mertua itu


Iya celingukan mencari seseorang siapa lagi kalau bukan Rian kembaranya, iya langsung menuju kamar kakanya yang tengah terbuka rupanya kakanya lagi sibuk main game diponselnya


“kak, Aya datang kok malah main game sih, nggak asik banget sih Aya pulang aja kalo gitu” pura rajuk Aya yang membuat Rian sadar akan kehadiran adiknya itu


“Aya, kapan datang kok nggak nagabari kakak kalo mau datang, kan kakak bisa siapin cemilan buat kamu”


“ye tadi aja sik main sekarang sok perhatian dasar kak bengek” Rian rindu dengan celoteh adiknya itu yang memang sudah lama tak berkunjung semenjak menikah.


“keruangan tengah yok masa kekamar terus kakak jomblo kan jadinya, haaaa” keduanya keluar kamar untuk ikut berkumpul bersama budanya serta Rilo yang tengah berbincang diruang tengah.


“kalian berdua nginap aja ya malam ini bunda masih kangen” seakan mendapat kejutan mata Aya berbinar namun kembali lesu setelah bertemu tatap dengan Rilo


“baiklah bun, kami akan menginap disini” dan yeeee diwajah Aya tampak gembira sekali mendengar perkataan Rilo. Huft akhirnya Aya bisa menghabiskan waktu bersama kakaknya walau hanya singkat.

__ADS_1


__ADS_2