Gelombang Laut

Gelombang Laut
Episode 38


__ADS_3

        Suasana penthouse kediaman Rilo dan Aya nampaknya mulai


terasa hangat tak dingin seperti sebelumnya yang membuat keadaan begitu


mencekam karena kesibukan sendiri. Aya tengah sibuk membuat sarapan untuk Rilo


sebagai ucapan terima kasih karena iya telah bersedia bermalam barang sehari


dirumah orangtua Raya namun Aya bersikukuh untuk melakukannya dengan alasan


untuk belajar masak jika iya sudah kuliah nanti. Dengan tubuh mungilnya iya


berkutat didapur yang begitu besar tersebut dengan perabotan dapur yang serba


lengkap bahkan bisa dikatakan mewah untuk ukuran seorang Aya. Sibuk dengan


membuat sarapan tersebut iya bahkan sampai tak menyadari keberadaan Rilo yang


sedari tadi duduk dikursi meja makan tersebut


            “astaga, kenapa kau ada disitu?


Mengagetkan saja bagaimana jika makanannya tumpah” kesal diwajah Aya nampak


terlihat karena baru kali pertamanya Rilo menunggunya berkutat didapur dan


melihatnya tubuh penuh keringat


            “jangan hiraukan aku, fokuskan saja


dengan pekerjaanmu” ucap Rilo penuh senyuman yang mampu membuat Raya salah


tingkah


            “terserah kau saja, tunggulah


sebentar lagi maka sarapannya akan siap” dia dengan cekatan iya menyiapkan


sarapan tersebut dan menyediakannya diatas meja makan


            “sekarang makanlah, aku kembali


keatas sebentar” Raya bergerak meninggalkan dapaur namun tangannya dicekal Rilo


            “kenapa harus kembali kekamar


sedangkan ada seseorang yang berharap ditemani untuk sarapan disini” blush


wajah Aya memerah menahan malu mengingat beberapa terakhir ini hubungan merek


berdua semakin dekat saja taka da batasan seperti biasanya


            “jangan mengada, kau harus segera


berangkat kekantor jika tak ingin dimarahi Ayah karena kau terlambat untuk


datang kekantor”


            “ayah tak akan marah jika aku


mengatakan aku terlambat karena istriku minta ditemani dikamar, kupikir ayah


bakalan senang sekali mendengarnya bahkan akan mengiizinkanku untuk cuti saja”


            “aku akan mengatakan kepada ayah


jika kau berangkat karena kau melakukan hal yang ada manfaatnya sama sekali,


cepatlah atau sarapanmu kukasikan ketetangga saja” Aya tampak kesal dengan


keadaannya sekarang ini, seharusnya iya langsung pergi saja ketas untuk


merapikan kamar


            “aku melakukan hal yang bermanfaat,


lagian bukankah semuanya karena kamu aku melakukan hal yang tak bermanfaat


itu?”


            “apa maksudmu, bagaimana bisa aku


penyebabnya sedangkan yang melakukannnya itu kau sendiri”


            “benarkah? Ha iya aku terlambat tidur


semalam karena ada kucing liar yang tak membiarkan aku tidur tenang karena iya


maunya selalu menempel didekatku” kerlipan licik iya tujukan ke Aya

__ADS_1


            “seingatku kau tak memelihara kucing


ataupun keluar rumah untuk bertemu kucngmu tu semalam, kau hanya dirumah


semenjak kau pulang dari kantor lagian kau menghabiskan waktumu berkutat dengan


laptop dan kemudian kau….” Astaga sepertinya Aya baru menyadari apa yang baru


iya katakana itu


            “kau apa? Ah ya aku sebenarnya belum


kenyang semalam namun dengan cepat makananku kelelahan lalu tidur mendahuluiku,


hais bagaimana aku bisa kenyang jika seperti itu”


            “berangkat sekarang, terserah aku


mau naik keatas untuk merapikan kamar” wajahnya begitu memerah menahan marah


bagaimana bisa Rilo mengatakan hal yang terdengar memaukan itu? berbeda dengan


Rilo iya tampak puas untuk menggoda istrinya itu


            “baiklah, aku akan berangkat


sekarang, namun berikan aku satu kecupan bagaimana?” iya menyendongkan bibirnya


kearah Raya


            “tidak ada satu kecupan pun atau kau


tak boleh tidur dikamar malam ini” Aya berlari menaiki tangga meninggalkan Rilo


yang puas dengan godaannya terhadap istrinya itu


            Aya membenahi kamar sejam lamanya


karena kamar yang begitu luas membuatnya kelelahan akhirnya iyapun tertidur


sejenak karena tak mampu menahan kantuknya kali itu, dentingan dering ponselnya


berbunyi sedari tadi namun tak mampu melawan rasa kantuknya hingga nada


panggilan masuk keonselnya yang membuatnya terpaksa untuk membuka mata untuk


melihat siapakah gerangan yang menghubunginya


ketinggalan dirumah?” dari seberang sana terdengar twa kecil suara seorang pria


            “iya, istriku tertinggal dirumah


sendirian, apakah dia tak mersa kesepian dirumah sebesar itu?” benar, yang


menghubungi Raya itu adalah Rilo


            “berhentilah bicara jika kau hanya


akan menggangguku” suara sendu terdengar dari seberang sana


            “ada apa denganmu, apakah kau sakit


kenapa suaramu seperti itu?”


            “tidak, kau menggangu tidurku saja”


Raya kemudian memutuskan panggilannya hanya sepihak karena iya sudah sangat


mengantuk sekali.


            Semenjak pulang dari rumah kedua


orangtuanya sikap Rilo terhadapnya berubah, iya lebih memperhatikan Aya ketika


berada dirumah bahlan keduanya sudah tak ada batasan lagi lain sebelumnya,


apakah Aya mulai membuka hatinya untuk pria yang dulunya dipanggil om itu


sebagai suaminya tau iya memang sudah lama menahan rasa untuk dirinya sendiri


saja?


            Hampir 2 jam iya tertidur dalam


kamar karena begitu lelahnya hinga iya mengerjapkan mata meihat hari sudah


menunjukkan waktu pukul 10.45 WIB membuatnya langsung bangun dari tidurnya dan


menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena sedari tadi mempersiapkan

__ADS_1


sarapan iya belum mandi pagi


            “hais, kenapa aku bisa tertidur


hinga begitunya ya? Ini semua karena Rilo. Apa sebaiknya malam ini aku harus


mencari alasan untuk menghindarinya, rasanya tulang patas semua akibat ulah


manusia itu” Aya bergumam sendiri dalam kamar mandi.


            Hanya perlu untuk Raya membersihkan


diri dikamar mandi kini iya sudah keluar dengan mengenakan pakaian rumahan


lengkap. Ponsel yang berada dinakas sampiing tempang tidur berkedip-kedip tanda


ada notif pesan. Siapa gerangan yang menghubungi dirinya sepagi ini gumam Aya.


Iya kemudian mengusap layar ponselnya untuk melhat siapa yang mengirimnya pesan


sepagi itu


            “tak seperti biasanya iya menelpon


hingga berkali-kali bahkan ini masih pagi” belasan panggilan dari Rilo masuk


keponsel Aya, iya kemudian membuka pesan yang mengatakan


            “bisakah kamu membawakan berkas yang


ada diatas meja kamar kekantor sekarang, itu berkas untuk meeting siang ini”


Aya kemudian bergerak memeriksa berkas yang ada diatas meja kerjnya Rilo yang


ada didalam kamar. Ada banyak map berkas disini yang mana harus aku bawakan


untuk dia? Akhirnya iya memutuskan untuk menghubungi Rilo saja dan sekejap


panggilan tersambung


 


 


            “disini banyak sekali berkas, yang


mana harus aku bawakan?”


            “map biru, tolong diantar


kekantor sekarang ya karena meetingnya dimulai jam 1 siang nanti, jika kau


pergi mengantarkannya kesini maka hati-hati dijalan”


            “baiklah, aku bersiap untuk


berangkat sekarang” Aya kemudian memutuskan panggilan dan segera berganti


pakaian untuk langsung menuju kantor Rilo namun sebelumnya iya telah memesan


ojek online untuk mengantarkannya menuju kantor Rilo.


            Lalu lalang kendaraan dijalan


melintas tak hentinya, motor melaju menembus keramaian jalan yang dipadati


dengan berbagai macam kendaraan lainnya dan hanya perlu waktu 30 Aya sudah


sampai didepan kantor Rilo. Dari arah gerbang masuk kantor seorang satpam


sedang berjaga untuk keamanan diperusahaan tersebut langsung tersenyum ramah


ketika menyadari kedatangan Aya yang baru saja tiba


            “selamat siang ibu, ada yang bisa


saya bantu?” senyum ramahnya


            “o iya pak, saya mau mengantarkan


berkas untuk Rilo tapi saya tak tau ruangannya dimana” Aya kebingungan karena


ketika menghubungi Rilo ponselnya tak aktif


            “ibu masuk saja kedalam, didalam


tanyakan saja sama recepsionis yang ada disana nanti dibantu bu”


            “baik pak, terima kasih” Aya

__ADS_1


kemudian permisi untuk berlalu masuk kedalam gedung megah yang menjulang tinggi


tersebut


__ADS_2