Gelombang Laut

Gelombang Laut
hari pernikahan


__ADS_3

        Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru saja kemarin Aya menerima sebuah perjodohan konyol dengan seorang pria berparas iblis kini iya sudah mengenakan gaun pengantin berwarna putih yang mengekspos


belakangnya yang putih bersih itu, setelah terjadi perdebatan Panjang antara dirinya dengan Rilo yang tak ingin jika Aya harus mengenakan gaun yang dikenakannya sekarang dengan alasan terlalu terbuka dan itu sangat memalukan, namun karena sang mama yang sudah mendesain gaun tersebut maka dengan berat hati Rilo menyetujui untuk Aya mengenakan pakaian tersebut dihari pernikahan mereka


        Saat ini Aya tengah berada sebuah hotel termewah bersama dengan Rilo yang telah resmi


menjadi suaminya didalam hukum, namun belum resmi didalam agama karena usia Aya belum genap 17 tahun


        Suasana resepsi pernikahan begitu mewah dan meriah sesuai dengan permintaan nenek sekar dengan


mengundang semua kolega dari kedua pihak keluarga, namun pernikahan keduanya tertutup dari awak media dan juga teman-teman Aya mengingat Aya masih bersekolah


        Para tamu undangan bahagia memberikan selamat kepada kedua mempelai atas pernikahan mereka, namun tidak bagi Aya karena menurutnya ini jalan yang akan membawanya menuju hutan belantara yang tak tau jalan keluarnya


        “hai kakak ipar, selamat atas pernikahanmu. Selamat datang dikeluarga Edward” Pria dengan paras


yang mirip dengan Rilo tiba-tiba memeluknnya dan tentu hal itu membuat Aya terkejut


        “Sean, jaga tingkahmu, ingat disini banyak tamu undangan apa kata mereka jika melihat istriku dipeluk sembarangan oleh orang lain” Rilo memperingatkan orang yang dipanggilnya sean barusan


        “kenapa kamu disini, bukannya jadwalmu padat disana?” tuding Rilo terhadap Sean tersebut


        “tak salah, kan aku ikut menghadiri pernikahan kakakku? Pelit kamu kak, wanita secantik kakak ipar tak pernah kamu kenalkan kepadaku” Sean meninju pelan lengan Rilo


        Eh, tunggu sebentar, kenapa sean memanggil Rilo dengan sebutan kakak? Bukannya Rilo anak tunggal ya? lalu siapa Sean?


        “mama, lihatlah betapa kejamnya kakak menikah tak memberitahuku, padahal kakak ipar snagat cantik” Sean mengadu ke mama Rilo yang berdiri tak jauh dari Rilo dan Aya


        “duh, boneka mama kapan datang? Kok gak ngabarin sih kalo mau pulang, hmm?” mama memeluk Sean


dengan hangatnya


        “kalian kejam dihari bahagianya kakak kenapa aku tak diperbolehkan ikut merasakan kebahagian


kaka, hah?” ekspresi Sean membuat Aya tertawa


        “apakah kamu menyukai adikku?” apa yang sedang Rilo bicarakan?


        “nak, ini Sean adiknya Rilo dan usia kalian tak jauh berbeda” mama memperkenalkan Sean pada Aya


        “udah, jangan kelamaan mandang istriku, aku tau dia sangat cantik, iya kan sayang” Rilo

__ADS_1


memeluk pinggang Aya dengan kuatnya bahkan tak segan-segan mencium Aya didepan sean


        “sorry, pandang bagiku untuk menerima bekasmu, i…….. apalagi sudah kamu cium begitu” ekspresi Sean seolah-olah tak sudi melihat kemesraan mereka berdua


        “lepaskan tanganmu, aku tak tahan” bisik Aya disamping Rilo dengan sedikit menjinjit karena tubuh mungil Aya tak setinggi dengan jangkungnya tubuh Rilo


        “apakah kamu menggodaku? Tahanlah, masih banyak tamu disini” Rilo bernapas didaun telinga Aya yang


membuat wajah aya merah padam. Karena bnayaknya tamu yang memberi selamat membuat Aya tak menghiraukan ricauan Rilo


        “lepaskan tanganmu, aku tak akan bisa lari darimu seperti yang pernah kau katakana, aku hanya ingin menghampiri kakakku” Aya berusaha mencari alasan supaya Rilo mau melepaskan tanganya dari pinggang Aya


        “baiklah, tapi selepas itu harus segera kembali kepadaku” Rilo melepaskan tangannya daripinggang Aya dan  kesempatan itu tak iya sia-siakan dengan segera meninggalkan Rilo menyapa para tamu dan menuju meja tempat  Fras dan Rian berbincang-bincang


        “kak, boleh Aya gabung” lihatlah pengantin baru menghampiri kedua kakaknya, disamping itu ada Nana yang merupakan kekasih dari Fras


        “suamimu? Kenapa tak ditemani?” Rian mencari keberadaan Rilo


        “biarkan saja dia sendiri menyapa yang lain, kaki Aya pegel kak, urutin” dengan manjanya Aya menyurh Rian memijit kakinya namun Rian berusaha menolak adiknya mengingat adiknya tersebut telah menikah


        “baiklah, maka Aya akan duduk saja disini, hay kak Nana” Aya duduk dikursi seraya menyapa Nanayang duduk  disamping Fras


        “hmm, bahagia, kak Aya hidup dengan Rilo” dengan wajah yang cemberut  Aya menyahuti Nana


        “gak baik begitu, biar gimanapun sekarang dia suamimu, ingat, pernikahan itu merupakan hal yang sakral dan tak bisa dijadikan mainan”


        “serah kakak deh, kakak sama kak Fras kapan nyusul?” Aya mengalihkan topik


        “tanya aja sama kakakmu, mungkin setelah kamu menimang bayi baru kakakmu mengajak kakak


 Nana melemparkan pandangan kearah Fras


        “masih lama, tunggu aja jika sudah siap, iya kan Yan?” yang ditanya malah melamun, entah apa yang sedang dipikirkannya


        “kakak kenapa? Kan kakak sendiri yang bilang kalo aku harus bahagia atas pernikahan ini,kenapa kakak  malas sedih?” Rian masih terdiam tanpa ada suara


        “kak, ngomong dong sama Aya” Aya mengguncang tangan kakaknya berusaha mengajak kakaknya


bicara


        “kakak gak kenapa-napa, kakak Cuma belum ikhlas aja baru kemarin rasanya kakak memiliki adik manja sekarang sudah menjadi istri orang” air mata aya mengalir dengan sendirinya mendengar menuturan Rian

__ADS_1


        “kakak kemarinkan yang setuju aku menikah dan menerima semua ini, sekarang aku terima dan please,


jangan gini dong” Aya membuat senyuman diwajah kakanya dan berhasil Rian tersenyum


        “nah, gitu dong. Makasih” dari arah para tamu Aya tak melihat ada sorotan mata yang tak suka akan kelakuan Aya terhadap kakaknya


        “sepertinya kamu harus diberi hukuman, Pradita Raya Pratiwi” senyum jahat terukir diwajah Rilo


        Aya terlihat sangat bahagia bercanda ria dengan kedua kakaknya tanpa mengetahui bahwa musuh tengah mengintainya, hingga Rilo menghampiri mereka berempat


        “sepertinya istriku snagat bahagia hari ini” suara rilo membuyarkan senyuman diwajah Aya


        “he pengantin baru, selamat atas pernikahanmu, selamat karena sekarang kau telah sah menjadi adikku” Fras dan Rian bertos ria dengan Rilo


        “yoi, rasanya aku canggung memanggilmu dengan sebutan kakak” tawa Rilo namun pandangannya beralih


kearah Aya


        “namun sudah garisnya bahwa kami berdua disini yang menjadi kakakmu, iya kan Rian?”


        “benar sekali, Fras, lihat apakah iya berani melawan dengan kakakanya atau istrinya akan kembali kepadaku?” Rilo dengan sigapnya menarik pinggul Aya mendekat kepadanya


        “wo..woo lihatlah, baru saja begitu dia sangat agresif sekali. Sekarang dia sudah menjadi tanggung jawabmu, aku dan Rian titipkan dia kepadamu” Aya menahan malu didepan kakak-kakaknya atas perlakuan Rilo


        “tentu, sang putri akan hidup bahagia denganku, iya kan Aya, sayang?” dengan kalimat penuh penekanan tertuju pada Aya


        “hee……. Kakak tenang saja aku akan hidup dengan baik” padahal dalam hati Aya sudah sangat dongkol sekali dengan perlakuan Rilo terhadapnya didepan kedua kakaknya


        “kita dua kesana dulu, nyapa tamu yang lain, ayuk sayang” seperti tak mau lepas dari Aya, iya semakin memeluk pinggang ramping aya dengan erat


        Keduanya meninggalkan meja tersebut dan berjalan menyapa tamu-tamu yang lain


        “sungguh berani kamu sekarang ya, meninggalkan suamimu menyapa tamu seorang diri, apakah kamu


mau dihukum, hmmm?” rilo sengaja menghembuskan napasnya tepat didaun telinga Aya


        “terserah, jangan berlaku aneh-aneh sekarang, kita masih ditempat umum” Aya mengecilkan suaranya


seperti berbisik


        “sepertinya nyonya Edward tak sabar mendapatkan hukuman dariku” oh Tuhan senyum mematikan dari seorang iblis berparas oplas tengah tersenyum kepadaku, begitu batin Aya

__ADS_1


__ADS_2