
sepandai apapun kamu menyimpan barang busuk maka suatu saat bau busuk tersebut akan tercium
juga, begitulah dengan keadaan keluarga pradita sekarang. Jujur memang menyakitkan tapi melegakan, dan bohong menag begitu menyenangkan tapi sakit jika kita tau yang sebenarnya.
“nak, Ayah sama bunda mau ngomong sesuatu sama kamu, dan sebenarnya gak sepantasnya kami
menyembuyikannya dari kamu, walau bagaimanapun kamu berhak tau” bunda memulai pembicaraan yang kemudian ditimpali Ayah
“namun, karena suatu alasan yang sebenarnya bisa kami atasi tapi kami takut ini akan mencelakai kalian maka dengan sangat terpaksa kami menyimpansemuanya hingga saatnya tiba maka kami akan memberitahukan kalian berdua” Rian terlihat bingung dengan penjelasan orangtuaya
“yah, bun langsung ja ke intinya dan apapun ituRian akan berusaha untuk menerimanya, walaupun jika hal itu menyakitkan buat Rian ketahui” Ayah menarik nafas Panjang
“sebenarnya kamu memiliki saudara kembar perempuan, namun kalian tidak identik sehingga sangat
sulit dikenali jika kalian sebenarnya saudara kandung terlahir dari Rahim yang sama dengan hari yang sama hanya berbeda waktu 7 menit saja” jleb, Rian serasa gak percaya dengan pengakuan keduanya orangtuanya, dikepalanya timbul berbagai pertanyyan mengapa semua ini bisa terjadi? Sayangnya lidah Rian sangat kelu untuk hanya sekedar berucap
“kami tau ini akan sangat mengejutkanmu, maka dari itu kami memberitahumu waktu ini karena menurut kami ini sudah saatnya kamu menjaga adikmu” Rian masih terdiam dalam seribu kata, jika iya memiliki saudara perempuan lantas dimana iya sekarang, kenapa tak bersama mereka? Apakah dia berada ditempat lain, atau dia sudah tada, atau Ayah sama bunda gak menginginkannya? Hanya mereka berdua yang bisamenjawab pertanyaan Rian
“saudaramu sekarang berada didekatmu, dia ada disekitarmu setiap harinya, dia sangat tidak peduli dengan kehadiran orang baru dilingkungannya, sifatnya hampir sama dengan dirimu” Rian masih diam seribu kata, pikirannya masih kacau kenapa mereka sampai tega menyembunyikan semua ini dari dirinya
“kamu mengenal nama siswi Raya Pratiwi disekolah yang sengaja Ayah suruh kamu masuk dan
menyamar sebagai anak pindahan? Dialah saudaramu, adik kembarmu,Rian” buset,Rian terperangah mendengar penjelasan Ayahnya, masa iya Aya itu adiknya?Tapi jika benar kenapa dia tidak memiliki nama belakang yang sama dengan dirinya? Tapi jikapun benar, apakah yang selama ini Rian rasankan menandakan
jika mereka memang memiliki ikatan batin,Rian bisa merasakan jika Aya merasa sakit maka Rian akan merasakan sakit juga
“kamu dan raya terlahir dengan kondisi premature dikala bunda mengalami sakit yang mengancam
nyawa bunda dan kalian, jika kalian tidak dilahirkan saat itu maka bunda akan menanggung resiknya dan Ayah akan kehilangan kalian bertiga, jika kalian dilahirkan saat itu juga maka kami harus menerima jika kondisi kalian
__ADS_1
premature. Akhirnya Ayah memutuskan untuk menyetujui jika kalian lahir dihari itu juga” mata Rian terlihat memerah mendengar penjelasan Ayahnya
“kamu tau, saat itu begitu membuat Ayah rasanya ingin mati saja melihat kondisi kalian dengan
kamu yang berat badannya tidak seperti bayi normal dan adik kamu sekalian terlahir dengan berat badan dibawah normal dia juga mengalami gangguan pernapasan sehingga mengharuskan kalian harus mendapatkan perawatan ekstra, hingga seminggu kalian lahir kamu di diagnosis dokter mengalami penyakit langka sehingga mengharuskan kamu untuk ditangani secara khusus hingga Ayah mengirimkanmu ke Amerika untuk mendapatkan perawatan ekstra, sedangkan adikmu Bersama kami disini. Namun kondisi adikmu bersama kami disini memilki tingkat
keselamatan yang begitu rendah, rekan-rekan bisnis Ayah main gelap karena Ayah memenangkan sebuah proyek besar sehingga mereka akan mencari cara untuk menjatuhkan Ayah. Karena Ayah berpikir untuk melindungi adikmu Ayah gak pernah mnegekspos adikmu kemedia sama sekali, Ayah bahkan memanipulasi identitas adikmu agar terhindar dari bahaya hingga keadan dirumah semakin memburuk dengan kesibukan Ayah dan bunda didunia karier sehingga adikmu jarang mendapat perhatian dari kami, hingga akhirnya iya meminta izin untuk tinggal bersama
nenek dan kakek disebuah rumah yang sederhana sehingga tak siapapun menyadari identitas aslinya. Kesibukan diantara kami kadang lupa akan kehadiran adikmu sehingga iya terkadang sangat marah kami sangat tidak peduli terhadapnya”
“jika begitu, kenapa Ayah gak bawa dia balik kerumah ini lagi, Aya berhak mendapat apa yang Rian dapatkan juga dari Ayah dan bunda, jika tidak ini sungguh tidak adil buat Aya”Rian terlihat sangat kesal, matanya memerah menahan emosinya, hingga akal sehatnya hilang dengan mengambil kunci mobil hendak keluar rumah, namun Ayah langsung mencegahnya
“ayah tau kamu marah sama Ayah, Ayah juga sebenarnya gak menginginkan semua ini, namun situasi
yang mendesak Ayah, hingga kamu menyelesaikan pendidikanmu diluar negeri dan kembali untuk melanjutkan perusahaan Ayah maka Ayah akan berusaha untuk memulihkan semuanya. Tapi Ayah mohon jangan katakan semua ini dulu ke adikmu, dia bakalan sulit menerima semua ini, biar Ayah sama bunda yang akan menjelaskan semuanya nanti ke adikmu”
akan mempengaruhi kesahatannya, lagi pula sebentar lagi iya akan mengikuti lomba, bunda gak mau ini mengganggu konsentrasinya dia” Rian berpikir sejenak, yang dikatakan bunda ada benarnya juga,
“ok, Rian akan nurutin semua perkataan Ayah sama bunda, tapi mulai sekarang tolong beri Aya perhatian lebih jangan biarkan Aya merasa Ayah dan bunda gak menyayangi dia, Rian gak mau karena masalah ini hubungan kita retak dengan Aya”
“bunda janji bakalan lebih memperhatikan dan memperbanyak waktu bersama Aya, bunda akan
berusaha menjadi bunda yang baik buat kamu dan Aya” bunda mengecup keningRian.
Suasana hari ini adalah hari minggu, seperti biasanya Aya akan bersih-bersih rumah dihari minggu dan setelahnya maka Aya akan menghabiskan waktunya dengan novel-novelnya, namun kali ini berbeda, Aya hanya akan bersih bersih dipagi hari karena siangnya Aya akan pergi jalan-jalan dengan kedua orangtuanya
“nak, kamu belum siap-siap? Kan hari ini mau jalan sama Ayah, bunda. Ayo mandi sana keburu
mereka datang kasian mereka nungguin kamu” Aya masih terlihat sibuk merapikan bunga dihalaman depan, padahal aktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, namun Aya masih saja melakukan bersih-berih dengan merapikan bunga halaman depan, dari luar pagar sebuah mobil mewah parkir tepat didepan rumah mereka dan lihat siapa
__ADS_1
yang keluar dari mobil tersebut
“selamat pagi, sayang. Selamat ulang tahun ya, maaf bunda baru bisa ketemu Aya sekarang, Aya maukan maafin bunda? Dari belakang terlihat Ayah membawakan boneka besar seukuran tubuh Aya
“yah, itu buat Aya? Makasih” Aya menghambur memeluk Ayahnya sekalian menyalurkan rasa kangennya
kepada Ayahnya
“bunda gak dipeluk ni, masa Ayah aja yang dipeluk, padahal bunda loh yang nyiapin boneka itu buat kamu” bunda memasang wajah cemberut hingga membuat Aya gak tega buat memeluk Ayahnya saja
“hmmm………maafin Aya deh, bun. Sini Aya peyuk juga” ucap Aya dengan manjanya sehingga membuat
mamanya gemas, dari dalam rumah, nenek memamngil mereka supaya masuk dalam rumah saja.
“bun, Ayah sama bunda mau minum apa, biar Aya buatin?” Aya sangat antusias melihat kedatangan
orang tuanya
“bunda sama Ayah minum apapun yang mau siapin buat kamu” Ayah dan bunda tersenyum menyambut tawaran Aya
“kalo gitu, bunda aja deh yang bautin minum, Aya mau mandi dulu. Gerah ni bun” seraya
mengibas-ngibas rambutnya
“pantesan bau acem tadi pas Ayah peluk” Aya berteriak karena Ayahnya meledeknya dan berlari
menuju kamar mandi.
Diruangan tengah sebuah rumah yang begitu sederhana tersebut Ayah ngobrol bersama nenek yang merupakan ibu Ayah, sedangkan bunda masih membuatkan minuman dibekalang sembari memberi waktu buat kedua anak dan ibu untuk melepas rasa rindunya.
__ADS_1