Gelombang Laut

Gelombang Laut
Raya Pratiwi


__ADS_3

Dua pria dengan setelan formal menuju sebuah restoran tidak jauh dari pusat kota dengan penuh wibawa, mereka iyalah Fras dan Rilo. Terlihat mereka tengah larut dengan pembicaraan hingga pembicaraan mereka berjeda ketika weiters membawa buku pesanan, beberapa saat memilih makanan yang akan dipesankan. Setelah selesai weiters kembali ketempatnya dan mereka berdua berlanjut dalam pembicaraan hingga pembicaraan kenapa Rilo bisa berada dirumah  Aya


“lo kenal Aya sejak kapan? Setau gue tu anak nggak pernah mau berteman dengan orang-orang


kaya apalagi anak cowok” Rilo tertawa mendengar pertanyaan Frass


“sebenarnya gue gak kenal sama Aya, tadi Cuma mau ngembalikan kartu pelajarnya aja yang ketinggalan ditoko buku, eh pas gue mau balik malah nenek pingsan, emang neneknya sakit apa, Fras?” tebakan Fras benar, secara dia kenal dengan Raya Pratiwi


“nenek Dian kena penyakit jantung karena faktor usia, dan gue kira lo tadi emang udah kenal


dekat banget sama Aya, secara tu anak palling susah buat mau nerima orang baru apalgi penampilannya kaya elo” Rilo bingung mendengar penutura Fras, dan kenapa dia bisa tau Raya orangnya seperti itu


“sorry, emang penanmpilan gue aneh ya, dan kenapa elo sampai tau Raya itu anaknya susah buat


nerima orang baru?” Fras tertawa melihat kearah Rilo


“penampilan lo nggak aneh sama sekali, cuma Aya bakalan ngehindar buat mau kenal sama orang


yang menurut dia bercukupan lebih, ya kayak elo sekarang, dan lo nanya kenapa gue kenal banget sama tu anak, karena gue sepupunya Aya” Rilo masih belum sepenuhnya mengerti penjelasan dari penampilan yang dikatakan oleh fras

__ADS_1


“penampilan gue biasa aja kok, tapi mungkin yang elo katakan benar juga secara pas gue bilang


gue bakalan pergi kalo dokternya datang aja dia udah mulai risih. Ya tapi emang apa salahnya sih dengan penampilan seseorang, kan itu kepribadian masing-masing orang” makanan pesanan keduanya pun datang, disaat mereka tenga asyik berbincang seorang weiters wanita yang mengantarkan pesanan mengedipkan mata


kearah Rilo yang membuat buku kuduknya bergidik, Fras yang sekilas melihat kejadian tersebut menahan tawanya. sang weiters pun berlalu mereka berdua pun melanjutkan pembicaraan yang terputus barusan


“ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan orang lain mengenai bagaimana penampilan orang lain yang


Aya mau, karena menurutnya orang kaya hanya mementingkan uang dibandingkan manusia disekitarnya” Rilo semakin bingung dengan pembicaraan Fras secara iya


juga baru tau Raya Pratiwi baru hari ini


“Aya itu sebenarnya anak satu-satunya om Tristan dan tante Anya, karena keduanya sibuk dengan karier masing masing akhirnya aya minta tinggal sama neneknya karna neneknya tak mau tiggal dirumah orang tuanya aya, dia paling gak suka sama orang kaya karena menurutnya orang kaya hanya mementingkan uang dan perhatian kepada seorang anak bisa dibeli, padahal yang aya butuhkan dari orangtuanya bukan fasilitas mewah dan kehidupan yang glamor, aya hanya butuh kasih sayang dan perhatian lebih dari ornag tuanya. Mamanya sibuk sebagai dokter ahi bedah sedangkan papanya lo pasti tau karena secara dia rekan bisnis lo” rilo terdiam


mendengar penjelasan Fras


“Tristan Pradita maksud lo?” sebut rilo ragu seaka jawabannya itu salah


“benar, dia anaknya pradita, namun dari dulu keberadaan Aya tak pernah tercium media karena om Tristan tidak pernah mengenalkan Aya ke public secara dia adalah seorang pengusaha besar yang sukses dan memili banyak pesaing dimana-mana” Rilo seperti faham akan penjelasan Fras dan mengingat selama ini rekan kerjanya itu tak pernah mengekspos tentang keluarganya ke media

__ADS_1


“lo nanya ini gak buat mainin adik gue,kan. Sempat lo berani ilang kepala lo kenak gue” racau


Fras kepada Rilo yang dari tadi sepertinya sangat tertarik dengan pembicaraan Aya


“ya, gue sih gak tau sekarang, orang baru kenal udah main tarik aja, emangnya gue elu apa main


embat aja” bela Rilo akan dirinya


“ya mana tau kan, secara ni ya Aya bagaikan bunga mekar ditengah semak belukar dia begitu berbeda


dari yang lain, biar gimana pun juga sebenarnya dia anaknya yang enak diajak ngobrol apalagi kalo udah ngomongin anime kesukaan dia sama makanan dia gak bakalan kelar-kelar sampe akhirnya dia bosan sendiri baru berenti tu anak ngoceh” Fras mtertawa mengingat dimana iya sering terjebak dalam kondisi tersebut.


Aya akan meminta Fras datang ke rumah neneknya jika iya terniat untuk memasak makanan makan malam


keluarga, ya walaupun hanya ada nenek, Aya dan Fras kemudian kucing kesayangan  Aya, padahal Fras sudah menyarankan untuk Aya agar tidak memelihara kucing karena iya ada gangguan pernafasan namun  Aya gak pernah mau dengar karena katanya kucing lebih mengerti daripada keadaannya.


Setelah makan malam maka Aya akan mengajak nenek dan Fras untuk bersenda gurau diruang tengah walau hanya sekedar membahas hal-hal yang menurut orang lain kecil seperti amine kesukaan, makanan, impian berlibur semester bersama keluarga, makan malam bersama orang tua, menceritakan aktivitasnya seharian bersama dengan orang tua dan didongengkan sebelum tidur oleh orang tuanya, secara dari kecil Aya diurus oleh babysitters hingga semua keperluannya orangtuanya bahkan mamanya tidak tau apa yang sebenarnya diinginkan aya, hingga terkadang iya iri kadang snagat membenci keadaan dimana iya melihat sebuah keluarga utuh yang bahagia tengah berjalan bersama, maka aya akan mencari tempat sepi dan akan menangis sejadi-jadinya hingga iya merasa tenang barula iya keluar dari tepat tersebut, hingga pada akhirnya diusia yang ke 8 tahun Aya pindah ke rumah neneknya dimana kala itu almarhumah kakeknya Aya masih hidup, aya merasa jika iya telah memiliki orang tua yang lengkap, hari-hari Aya sangatlah menyenangkan dimasa itu, hingga pada waktunya sang kakek mengalami kecelakaan ketika hendak pulang kerumah setelah melakukan perjalanan dinas Bersama supir keluarganya.


Hal iitu membuat Aya sangat terpukul, baru saja iya merasakan kasih sayang lengkap dari nenek dan kakeknya kini iya harus merelakan kepergian kakeknya. Lama waktunya Aya terpuruk atas kepergian sang kakek, dan kedua orang tuanya yang mengetahui akan hal itu pun mengatakan jika hal tersebut wajar, sampai aja menjadi remaja dimana seharusnya masa iya bersenang-senang dengan teman-teman sebayanya, Aya lebih memilih untuk dirumah Bersama neneknya dan menghabiskan waktu dengan novel-novel, dan jikala Aya mengikuti les privat maka  guru yang mengajari Aya akan kerumah neneknya, karena aya begitu takut untuk kehilangan sang nenek sama seperti ketakutan kehilangan kakeknya beberapa tahun yang lalu sehingga iya snagat sulit untuk menerima orang yang baru dikenalnya.

__ADS_1


__ADS_2