
Sunyi sepi tak beriak
Cermin ilusi diatas danau
Pahatan gunung memecah langit
Berselimut mega beralas zamrud
Desiran angin berirama di samudra
Tumbuhan nenari indah di perkebunan
Keindahan alam serasa sempurna
Diiringin kicauan burung mengalun merdu
Sejuk....
Tenang....
Senang ku rasakan
Melayang kegirangan dalam khayalan
Kagum sulit ku pendam
Pesona yang tak pernah padam
Angin dingin kelam menyapa
Kabut putih menghapus mentari
Tegak menusuk citra
Menikung pohon indah melambai
Dimana aku berada...?
Jiwa yang tak mengingat jalan untuk kembali
Bertualang di tanah tak bertuan
Mendung merenungi bumi
Haru larut berbalut takut
Terpaku menatap jiwa yang penuh rindu
Hangatkan dahaga sendu merayu
Bulan memudar menarik jiwa yang cantik
Mekar fajar menari bersama mentari
Samudra luas menbentang dengan gagah
Seakan menantang untuk ditaklukan
Indah alam membuatku terpaku
Seakan dunia ini hanya untukku
Senja ini
Khayal beku terbius angan
Dan serasa terkubur dalam diam
Kupejamkan mata sejenak
Lembut semilir angin membelai raga
Membawa bisikan alam senandung pilu
Hamparan pasir bah cermin indah berkilau
Biru laut mengoda pinta di sentuh
__ADS_1
Desiran ombak menggulung merdu
Seakan mengajak sukma indah menari
Getaran rasa sejukan jiwa
Burung camar bermain riang
Dibatas ruang gelombang
Jauh diufuk benang terajut indah
Seakan sebuah pertemuan dalam ikatan
Sebelum raga berakhir di lubang tanah
Dengan pusara sebagai kenangan
perkenankan aku menjamah alam terakhir kalinya
Agar tiada sesal tertinggal
Hamparan nuansa hijau
Bagaikan ilalang meliuk liuk dengan manja
Aroma rumput bagaikan candu di benak
Menyulut rasa ingin menyatu
Berbaring sejenak menghilangkan penat
Rebahkan lelah raga tua ini
Menyambut lembut awan menjemput
Pejam mata jiwa
Alam indah penghantar lelapku
———————————————————————
Untuk tubuh yang kian renta
Untuk usia yang semakin bertambah
Dan untuk hati yang kian tak berbentuk
Jika nanti aku memang harus pergi
Langkah kaki semakin jauh
Tak menuntun untuk kembali
kita....
Mereka...
Luka yang tidak berbekas
Kamu.....
Bahagia berujung pilu
Semoga jiwa dan raga masih bersanding
Berharap esok bersua kembali
Untuk membunuh jati diri yang belon tersusun
Yang hilang akan ketemu
Yang pergi bukan untuk kembali
Hawa dingin kian mencekam
Peluk erat sukma yang tersiksa
__ADS_1
Merobek rapat rindu yang tak bersekat
———————————————————————
Malam ini disini
Dalam canda dan tawa
Dalam suka dan duka
Wahai bidadari dalam khayalan
Yang hadir dalam lamunan
Sinar wajah begitu teguh
Pancarkan ketulusan membelai rasa
Semangat cinta erat mencengkram
Menggugah semangat hati menggelora
Laksana sejuta malaikat turun dikala hujan
Angin dan cinta mendesah dalam kalbu
Wahai bidadari dalam khayalan
Atas nama kasih sayang
Dan....
Ketulusan serta kemuliaan menyertai
Teruntuk engkau belahan jiwa
Yang ingin ku jaga sepanjang raga masih bernafas
Izinkan aku dengan segala rasa dan asa
Menyatakan segenap kerinduan di hati
Wahai bidadari dalam khayalan
Kepadamu ku titipkan sebentuk hati
Sambut dan genggamlah dengan erat
Izinkan aku bersimpuh di hadapanmu
Izinkan ku sematkan cincin dijari manismu
Izinkan aku menemani sampai maut menjemput
Tentang aku.......
Tentang kamu.....
Tentang kita.....
Tentang Hati yang tertaut dalam cinta
Tentang cerita yang kita lakui bersama
Tentang keyakinan dengan seuntai doa
Dengan Niat tulus dari hati
Dan....
Aku kehilangan ide
Kehabisan kata yang di susun jadi kalimat
Cuman itu yang mampu aku sadurkan
Kurang lebih mohon maaf sebanyaknya
__ADS_1
🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺😜😜😜😜😜😜😜