
Aku tau siapa diriku
aku tak punya apa yang patut aku tunjukan
akupun tak punya apa yang kau inginkan
Duhai rasa yang terpendam lara
rindu merantai jiwa menggembara
berkelana mencari arti sebuah cinta
Nyanyian jiwa didendangkan pujangga cinta
asmara bercerita tentang
setia dan dusta dalam syair luka
Wahai pujaan dalam kalbu
paras indah begitu menawan
pesona penuh dengan kharisma
Hati seputih salju sebening embun pagi
dalam biasan tangga nada
Wahai pujaan hati dunia fana
rindangnya rindu terasa dihati
Membayangkan wajah kesederhanaan
lembah sunyi bergema merangkai melodi
mengapai hasrat mengawali raga
melintasi malam tak bertepi
Hanya wajah dan kata
ku ukir lewat goresan tinta emas
Terbias imajinasi nan elok
Rangkaian kata sejuta makna
ungkapan rasa cinta yang terpendam
menyusuri warna kehidupan
Keras termakan usia
Wahai engkau dalam lamunanku
paras menawan menghiasi khayalan
hadirlah disampingku mengarungi samudra bersama
hingga kita menua kemudian jadi masa lalu
Jangan berhenti sebelum usia
terkubur dalam lesung nyawa
dibawah renda hidup
aku mengikrarkan satu rasa
selalu terukir dalam nisan keabadian
Hempasan hati penuh dilema
Ciuman hati menghapus kelamnya cinta
__ADS_1
Menyelimuti cerita kau dan aku
Isyarat cinta nuansa romantis memeluk bulan
Menyulut bara api rindu yang tak kunjung padam
Senyum teduh tanpa lusuh
Menghangatkan jiwa yang dingin
Kau hadir bagaikan surga
Yang mengiringiku dalam dunia
Air mengalir penuh haluan
Kabut hitam membungkam keegoisan
Tak tergoyahkan
Bagaikan kertas putih tanpa titik coretan
Indahnya dirimu bagaikan rembulan
Hanya aku dapatkan melalui lamunan
Tak dapat berada dalam pelukannya
Hanya hadirmu yang dapat ku rasakan
Mungkinkah aku mendapatkan hatimu disisiku
Sesak dada terasa
menahan rindu yang mendera
Berat ingin ku ungkapkan
Namun aku memilih terjebak dalam perasaan
Tentang cinta yang tak dapat ku rengkuh
Terlihat jauh terasa begitu dekat
Cinta datang sesukanya
Aku tak bisa menolak atau mengelak
Hati ingin denganmu
Namun ku tak ingin merusak
Dalam diam aku berdoa
Sang pemilik hatiku
Selalu ada namamu
Yang ku sebut berulang ulang tanpa bosan
Tapi takdir tidak bersamaku
Hati merasakan rindu
Sepi namun menghanyutkan
Lembut namun membuat merana
Indah merasuk dalam hati
Sendiri disudut kamar
Sepi yang menemaniku
Mungkinkah aku bisa menjamahmu
__ADS_1
Serangkaian kata hening tak terucap
Bagaikan pijar makna yang dilantunkan
Nada rindu membentuk pertanyaan
Mengusik jiwa sulit di ungkapkan
Rembulan tersenyum meminta kepastian
Hakikat sayang menyatu dalam kebersamaan
Harmoni jiwa dijalan kehidupan
Biarkan menjadi angan
Biarkan menjadi kenangan
Kekasih hati seperti kupu kupu malam
Yang terbang berkelana di kala malam
Kembali setelah hilang gulita kelam
Tinggalkan gemerlap gemintanya tersulam
Bergelora seakan dapat di gapai
Namun tak jua terikat dalam genggaman
Sedih hati pada hubungan tak erat
Terpisah jarak jauh yang kian menjerat
Rasaku hanya rindumu
Sedihku adalah pelukmu
Janji setia menghabiskan waktu bersama
Menemani hingga jiwa terjemput kematian
Dalam diam kucumbui kesendirian
Rinduku tak menjemput nyata diujung penantian
Menguras damba dibatas sepi yang mel*umat hampa
Telah habis kata yang ku tahu
Jarak kembali menyekat tatap
Jengah menanti akan hari esok
Mesti ada jarak aku dan dia
Menepikan kebersamaan untuk sejenak
Ada yang meleleh diujung kedua mataku
Saat goresan pena selesai ku baca
Sadarku tak pernah nyata
Biarkan saja daripada
Gelisah dan rinduku terkurung diam
Dalam ketidakberdayaan dan memudar
Ku menanti menatap wajahmu lekat
Tanpa jarak........
# AY #
__ADS_1