Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Kegagalan


__ADS_3

Malam berlalu begitu cepat


Semua yang aku mimpikan


Menghilang saat aku bangun


Membuatku jatuh dan terjatuh


Bahkan jika dunia telah berubah


Aku tetap sama


Tetap memimpikan sesuatu yang sama


Mimpi yang telah hilang saat aku terbangun


Hujan turun dengan derasnya


Membasahi lapisan hati yang penuh duka


Memadamkan api amarah dalam jiwa


Mengikis guratan luka kegagalan yang menyiksa


Tersirap sekejap angin berhembus


Angkat tangan lurus telunjuk


Sujud sejenak bulatkan tekad


Untuk meluruh seluruh tubuh


Tiba angin berjingkat cepat


ayunkan langkah meniti hari


Daun daun tertunduk hormat


Sambil bertasbih menyambut hasrat


Menarik menyeret membuang tekad


Mengenal resah jiwa tak indah


Sungguh aku salah mengira


Sungguh aku tiada sangka


Bukan pualam bukan emas tempaan


Yang ku lihat bertepuk sebelah tangan


Ku mau berkasih dengan mereka


Merasuk menukik jiwa belia


Garis diwajah memperjelas arah


Petanda senja usia


Kering tandus tak terurus


Perjalanan manusia penuh dengan lika liku


Selalu berbeda tanpa batas ruang dan waktu


Kegagalan kadang kala menyakitkan kalbu


Tiada pembimbing bagi hati yang pilu


Kegagalan bukan akhir dari suatu perjalanan


Hanya sebatas ujian dalam kehidupan


Kerinduan akan bahagia selalu di dapatkan


Bagi seorang yang berfikir hidup adalah ujian


Sanubari senantiasa berdzikir tanpa henti


Ketika akhir dari tujuan tak menjadi milik


Hanya keikhlasan yang menolong pedihnya jiwa


Pasrahkan segalanya pada sang penguasa


Tatap masa depan melalui doa


Tiada hal yang sia sia dalam setiap jalan pengorbanan

__ADS_1


***************************************************


Pergolakan ikhlas dan egois


Membuat naluriku hampir terkikis habis


Tak mengapa aku jatuh


Jangan bangunkan aku


Aku masih bisa bangun sendiri


Airmata menetes cukup jangan di usap


Karena aku masih memiliki jari


Duhai pemilik jiwa


Kertas putih kini mengusam tertulis ribuan susah


Kini hancur karena kerakusan sebuah kegagalan


Tak pernah mengeluh bukan berarti tak lelah


Tak pernah menangis bukan berarti selalu bahagia


Tak pernah sakit bukan berarti kuat


Tak pernah terluka bukan berarti tak pernah jatuh


Keindahan senja terlihat menghilang


Hanya kelabu yang kian datang


Seakan merubah semuanya menjadi hitam


Ketika mata menunggunya untuk datang


Kecewa mungkin yang kurasakan


Saat kepergian tanpa sebuah alasan


Hati kini hanya terdiam


Pikiran terus berjalan


Bertemankan sebuah pertanyaan


Angan tercipta oleh waktu yang menuntut


Ikatan batin dan logika tak pernah lepas namun saling berperang


Airmata menyegarkan penantian


Apa yang ku pikirkan sekarang tak bisa kujelaskan


Enggan menyelip diantara tumpuan impian


Luruh terpendam bersama harapan


Diatas tanah dibawah langit


Ingatan seolah dipaksa mengingat kembali


Kejadian kelam sangat tergambar jelas


Apakah aku salah meninggalkanya


Fajar hadir membisikan sebuah rasa dalam kalbu


Isi hati yang mulai tahu


Sebuah rasa yang ingin menyatu


Antara asa dan tabu


Luasan hati yabg beradu dengan serpihan pilu


Inikah rasa itu


Aku tetap kukuh mengindahkan rintihan sanubari


Mengumpul serpihan hati yang telah rusak


Menyesal menaruh harap yang tak tepat


Berceceran memenuhi ruang hati kosong dalam jiwa


Harapan hanya sekedar khayalan

__ADS_1


Mimpi hanya sebatas bunga tidur


Semanis gula madu membalur halus hati


Membuat nikmat setiap hembusan nafas


Dingin malam tidak diundang


Malam menggantung diatas kepala


Kaki melangkah dengan iringan sepi


Sakit yang menjalar membuat goyah


Keras takdir yang memutuskan


Rasa ini akan tetap berbalik pada sang tuan


Mengisi perasaan yang telah lama mati


Dengan sebuah harapan yang tak pasti


Semakin bertambahnya usia


Semakin berkurang harapan


Hanya berfikir aku masih bisa hidup sekarang


Selirik lagu tak bermelodi


Sebait puisi tak bermaksud


Seringkas cerita tak berinti


Setulus perasaan tak terbalas


Dendam birahi hanya berbekal harapan


Cinta tercipta karena kata


Hingga seorang merasa tak berdaya


Aku menatap langit menahan airmata yang siap terjun menghujani kedua pipi


Menikmati setiap deburan rasa sakit dihati saat melihat betapa bahagianya di sayang


Ku pikr ini bukan kesalahan


Jika memang salah anggap saja hanya kebetulan


Aku percaya meskipun lelah


Berharap pada sebuah harapan dan kepercayaan semu


Ego yang tinggi membuat berpikiran jadi berkuasa


Aku mahluk penuh n*afsu penuh hasrat dan ambisi


Jatuh tanpa penopang gelap terenggut mati


Tersungkur tumpah tangis bersujud diatas sajadah


Jatuh mengharap hamba


Penghambaan belas kasihan saat kedua tangan sedang terangkat


Perlahan ku rangkai kata sampai menjadi sebuah aksara


Jemari riang menuntun kata menggayuk asa memalun impian


Di tengah sakit yang mendekam diriku


Di tengah penderitaan yang mengekang tubuhku


Dalam sunyi tiada akhir


Banyak luka yang ku dapat


Mencoba melewati garis batas


Akan rapuh akan kerasnya dunia


Ilusi ini membuatku delusi


Pelangi tak kunjung datang


Rasa tulus bagaikan lelucon semata


Semilir angin malam menerpa diriku

__ADS_1


Bagaikan kunang kunang yang memamerkan diri di siang hari


” Semu tapi pasti “


__ADS_2