Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Wuiss


__ADS_3

Ku tuliskan hasrat pada lembar awan


Ku minta angin berhembus mengantar kepadamu


Tentang deru rindu yang menggebu


Dalam sebuah hati yang tertawan


Ku gantungkan cinta bersama rembulan


Membekap rindu yang tergulir dan bersatu


Akankah ada nanti datang yang ku sebut esok


Teruntuk kekasihku yang lalu


Bilakah engkau akan bersama


Segurat senyum sejuk jiwamu


Pada angin ku bisikkan kerinduan


Biarpun ia tidak kesampaian


Perasaan terbuku dan yang terpendam


Ku ukir namamu dibutiran pasir putih


Sayangku


malam ini kutemukan rasa


Yang tak pernah sanggup ku terjemahkan


Rindu menitip sejuta senyum


Pada titis air membasahi mukaku


Sayangku....


Kita bina hidup bukan mimpi menjadi nyata


Kita bina hidup karena mimpi bertukar nyata


Kita hidup bukan untuk hidup


Tersenyumlah saat kau melihatku karena saat itu


ku sangat merindukanmu


Menangislah saat kau merindukan aku


Karena saat itu aku akan berasa ada didekatmu


Titah bicara berada didasar hati


Tak terungkap tak terucap


Terpuruk disudut kamar


Menyanyi tanpa kata


Rinduku menyulam pintalan doa untukmu


Izinkan aku untuk selalu menjadi cahaya dihatimu


Menjadi penerang di hari harimu

__ADS_1


Tubuh dingin menjalar


Rindu membayu kau tak pernah lagi singgah


Aku ingin berjumpa dengan walau mustahil


Aku ingin memelukmu walau dialam mimpi


Kau hadir dalam mindaku saat mata terpejam


Kita bercinta diantara gelap mata


Beku hati jiwa yang sakit


Kita bercinta dalam keadaan yang tak mampu di uraikan oleh kata dan masa


Kita bercinta atas nama cinta diantara luka yang tercipta


Hakikat cinta larut ke dalam hati yang mencintai


Maafkan aku andai cintaku tak sempurna


Aku membisu hati memekik rindu


Aku terlena dalam mimpi dengan mata yang terbuka


Aku hilang kendali


Aku sangat rindu


Sekian lama tertipu waktu


Terjebak kesendirian tanpamu


Larut dalam kehampaan abadi


Kadang ingin mendengar kembali


Seperti sediakala


Dimatamu aku bukan siapa siapa


Hanya orang asing singgah sejenak dalam istana cintamu walau hanya sedetik


Aku diam dalam kepedihan


Aku bisu dalam keheningan


Awalnya kau buat sempurna dimataku


Hingga aku terlena dengan hangatnya cintamu


Aku tak pandai merangkai kata


Sebait syair yang bermakna


Aku hanya ingin utarakan sebuah rasa


Satu rasa untuk cinta terhalang


Satu asa dalam dada


Angin berlalu membawa debu


Cahaya mata berlalu dalam kalbu


Ketika satu pinta berlalu

__ADS_1


Jawab tak bersisa


Aku terduduk merindu


Jarak menatap membuatku beku


Bertanya pada senja langit yang biru


Bertanya tentangmu pada daun kering


Aku adalah perindu yang beku


Rinduku setengah pergi


Separuh ada pada nafasmu


Setengah lagi menyatu di jiwaku


Kisah tak sempurna ini


Akan jadi kenangan yang indah


Tiada arti tanpa kata


Tiada cinta tanpa ikhlas


Tak tau dimana mulainya


Tak tau juga dimana akhirnya


Tetesan airmatamu menjadi duri dihatiku


Ketika sendiri rasa sepi


Satu tangan tak bisa bertepuk


Satu sayap tak dapat terbang


Ku panggil malaikat cinta


Jangan biarkan aku sendiri


Meski waktu terus meninggalkan


Ribuan cerita yang pernah terukir


Lantunan rindu selepas mimpi


Merasuk ke dalam jiwa


Membuatku terpaku merana


Kau memilih melangkah terlebih dahulu


Untuk meninggalkanku


Aku masih tetap pada posisiku


Sekuat hati melepaskanmu


Bayanganmu selalu menghampiriku


Bersama rindu yang terus mengiba


Angin berbisik lirih perihal hati yang terkoyak sepi


sepenggal rasa yang tertinggal pada tiap jengkal semesta

__ADS_1


Menyampaikan bergumpal riuh tanya


” Akankah ia kembali dalam pelukan, yang pernah menjadi rumah “


__ADS_2