
Ku tuliskan hasrat pada lembar awan
Ku minta angin berhembus mengantar kepadamu
Tentang deru rindu yang menggebu
Dalam sebuah hati yang tertawan
Ku gantungkan cinta bersama rembulan
Membekap rindu yang tergulir dan bersatu
Akankah ada nanti datang yang ku sebut esok
Teruntuk kekasihku yang lalu
Bilakah engkau akan bersama
Segurat senyum sejuk jiwamu
Pada angin ku bisikkan kerinduan
Biarpun ia tidak kesampaian
Perasaan terbuku dan yang terpendam
Ku ukir namamu dibutiran pasir putih
Sayangku
malam ini kutemukan rasa
Yang tak pernah sanggup ku terjemahkan
Rindu menitip sejuta senyum
Pada titis air membasahi mukaku
Sayangku....
Kita bina hidup bukan mimpi menjadi nyata
Kita bina hidup karena mimpi bertukar nyata
Kita hidup bukan untuk hidup
Tersenyumlah saat kau melihatku karena saat itu
ku sangat merindukanmu
Menangislah saat kau merindukan aku
Karena saat itu aku akan berasa ada didekatmu
Titah bicara berada didasar hati
Tak terungkap tak terucap
Terpuruk disudut kamar
Menyanyi tanpa kata
Rinduku menyulam pintalan doa untukmu
Izinkan aku untuk selalu menjadi cahaya dihatimu
Menjadi penerang di hari harimu
__ADS_1
Tubuh dingin menjalar
Rindu membayu kau tak pernah lagi singgah
Aku ingin berjumpa dengan walau mustahil
Aku ingin memelukmu walau dialam mimpi
Kau hadir dalam mindaku saat mata terpejam
Kita bercinta diantara gelap mata
Beku hati jiwa yang sakit
Kita bercinta dalam keadaan yang tak mampu di uraikan oleh kata dan masa
Kita bercinta atas nama cinta diantara luka yang tercipta
Hakikat cinta larut ke dalam hati yang mencintai
Maafkan aku andai cintaku tak sempurna
Aku membisu hati memekik rindu
Aku terlena dalam mimpi dengan mata yang terbuka
Aku hilang kendali
Aku sangat rindu
Sekian lama tertipu waktu
Terjebak kesendirian tanpamu
Larut dalam kehampaan abadi
Kadang ingin mendengar kembali
Seperti sediakala
Dimatamu aku bukan siapa siapa
Hanya orang asing singgah sejenak dalam istana cintamu walau hanya sedetik
Aku diam dalam kepedihan
Aku bisu dalam keheningan
Awalnya kau buat sempurna dimataku
Hingga aku terlena dengan hangatnya cintamu
Aku tak pandai merangkai kata
Sebait syair yang bermakna
Aku hanya ingin utarakan sebuah rasa
Satu rasa untuk cinta terhalang
Satu asa dalam dada
Angin berlalu membawa debu
Cahaya mata berlalu dalam kalbu
Ketika satu pinta berlalu
__ADS_1
Jawab tak bersisa
Aku terduduk merindu
Jarak menatap membuatku beku
Bertanya pada senja langit yang biru
Bertanya tentangmu pada daun kering
Aku adalah perindu yang beku
Rinduku setengah pergi
Separuh ada pada nafasmu
Setengah lagi menyatu di jiwaku
Kisah tak sempurna ini
Akan jadi kenangan yang indah
Tiada arti tanpa kata
Tiada cinta tanpa ikhlas
Tak tau dimana mulainya
Tak tau juga dimana akhirnya
Tetesan airmatamu menjadi duri dihatiku
Ketika sendiri rasa sepi
Satu tangan tak bisa bertepuk
Satu sayap tak dapat terbang
Ku panggil malaikat cinta
Jangan biarkan aku sendiri
Meski waktu terus meninggalkan
Ribuan cerita yang pernah terukir
Lantunan rindu selepas mimpi
Merasuk ke dalam jiwa
Membuatku terpaku merana
Kau memilih melangkah terlebih dahulu
Untuk meninggalkanku
Aku masih tetap pada posisiku
Sekuat hati melepaskanmu
Bayanganmu selalu menghampiriku
Bersama rindu yang terus mengiba
Angin berbisik lirih perihal hati yang terkoyak sepi
sepenggal rasa yang tertinggal pada tiap jengkal semesta
__ADS_1
Menyampaikan bergumpal riuh tanya
” Akankah ia kembali dalam pelukan, yang pernah menjadi rumah “