
Sepi bukan berarti hilang
Diam bukan berarti lupa
Dalam keheningan aku diam
Dalam kepedihan aku membisu
Lenyap jiwa tenggelam dalam lautan
Sunyi menghampiri menusuk hati
Hanyut melebur biru di kalbu
Berdiri ditemani senja
Dibalik gerimis mencari setetes harapan
Tak kala ketulusan tak bermakna lagi
Bagaikan duri tertancap dalam jiwi
Dicintai salah
Mencinta juga salah
berbenturan rasa yang tidak menentu
Meninggalkan luka dalam hati
Marah........
Egois.......
Pembelajaran sebuah sabar dan mengalah
Yang sampai sekarang belum di mengerti
Saat ini....
Ingin bisa mendengar kembali
Dia berkata mesra walau sejenak
Saat ini....
Sepasang mata basah berlinangan airmata
Atas semua kenangan yang tertoreh selama ini
Dibawah guyuran tetesan air hujan
Langkah kaki pernah seiring sejalan
Menginjak genangan air di jalanan
Sore itu...
satu langkah selaras dalam melodi irama
Yang kita sebut dengan CINTA
Namun sayang....:
Seribu kali sayang
tetesan air yang pernah bahagiakan kita
kini.......
Berubah jadi buliran air dimataku
irama lawas terhempas usang begitu saja
Rindu dingin mendekap erat tubuh ini
__ADS_1
Perasaan dua jiwa satu hati
Semakin menghanyutkan dalam lamunan
Badai hati kian menggelora
Mengikis aku dalam rintihan pilu
****** angin membisikan getaran gairah**
Sisa api cinta yang tergeletak layu dalam sosok gersang
Senandung asmara tak mampu
Mengiringi sayatan gemulai senar biolamu***
Bayang bidadari hadir menyapa indah
Menyapa hati yang bertaut dalam sunyi
Rona jingga kilauan mutiara senja
Kian lusuh tercampak takdir
Menangis bukanlah lemah
Menunduk bukanlah pasrah
Aku telah lama terdampar dalam harapan
Menangis cinta dalam kerinduan
Menyiksa rindu tanpa jeda
Masihkah engkau menyintaiku ?
Telah terhapuskah rasa yang pernah kita bina ?
Rasa menyapa luka menyiksa jiwa
mencinta pada tiada
Tertunduk aku merenungi
Malam sepi bintang redu menerangi
Senyap menyelimuti hati dalam peri
Ingin melangkah pergi tak kembali
Hingga kaki patah
Berjuang walau salah
sampai aku mati terbunuh atas rasa ini
Kepedihan menghunus harapan
Pecah hingga berhamburan
Bagai belati menyayat merobek dada
Berukir sebuah nama terbelenggu rindu
Disini aku menampung rindu
Tertatih melangkah memasrahkan raga
Bila salah terasa sakit berakhir pahit
Memisah dua raga menguji rasa dalam duka
Bahagia terhenti menjerat luka
Rasa menyapa luka menyiksa jiwa
__ADS_1
Airmata tersesat dalam lantunan sendu
Ungkapkan luka yang tak tampak oleh mata
Menangisi kekasih hati yang telah berlalu
Membenam aku ke dasar bumi
Menjerat aku dalam gelap
Membelenggu aku dalam kenangan
Disisa nafas yang melekat
Malam ini......
Hitam mewarnai beranda hati
Airmata tidak akan habis
Dalam sujud ku merintih
Aku menyerah....
Aku lelah....
Aku rapuh....
Aku lemah.....
Aku sakit tanpa hati
Tiada daun yang bisa menawarin
airmata teman setia
Hancur adalah bahagia tersendiri
Aku hanya debu kecil
Tertiup angin tanpa arah dan tujuan
Yang untuk mencari sebuah nama
Wahai hati....
Menangislah karena sudah rapuh
Hingga kesedihan yang ada mati
Melawan takdir bersahabat dengan murka
Meski akhirnya aku harus mati untuknya
Seperti kenangan mati meninggalkanku
Tanpa penyesalan dihati
Derita berakhir setelah jadi abu
Dalam balutan pusara sebagai saksi bisu
Airmata Kering tak bersisa
Bahagia datang datang disudut hujan
Duka kelam jadi debu
Yang tersisa hati yang embun
Menjadi kabut dalam tarian malaikat
Menyambut fajar mencairkan sedih
Dan.....
__ADS_1
Air mata tidak bisa jadi bukti bahwa cintaku untukmu besar sekali......