Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
-


__ADS_3

Sepi bukan berarti hilang


Diam bukan berarti lupa


Dalam keheningan aku diam


Dalam kepedihan aku membisu


Lenyap jiwa tenggelam dalam lautan


Sunyi menghampiri menusuk hati


Hanyut melebur biru di kalbu


Berdiri ditemani senja


Dibalik gerimis mencari setetes harapan


Tak kala ketulusan tak bermakna lagi


Bagaikan duri tertancap dalam jiwi


Dicintai salah


Mencinta juga salah


berbenturan rasa yang tidak menentu


Meninggalkan luka dalam hati


Marah........


Egois.......


Pembelajaran sebuah sabar dan mengalah


Yang sampai sekarang belum di mengerti


Saat ini....


Ingin bisa mendengar kembali


Dia berkata mesra walau sejenak


Saat ini....


Sepasang mata basah berlinangan airmata


Atas semua kenangan yang tertoreh selama ini


Dibawah guyuran tetesan air hujan


Langkah kaki pernah seiring sejalan


Menginjak genangan air di jalanan


Sore itu...


satu langkah selaras dalam melodi irama


Yang kita sebut dengan CINTA


Namun sayang....:


Seribu kali sayang


tetesan air yang pernah bahagiakan kita


kini.......


Berubah jadi buliran air dimataku


irama lawas terhempas usang begitu saja


Rindu dingin mendekap erat tubuh ini

__ADS_1


Perasaan dua jiwa satu hati


Semakin menghanyutkan dalam lamunan


Badai hati kian menggelora


Mengikis aku dalam rintihan pilu


****** angin membisikan getaran gairah**


Sisa api cinta yang tergeletak layu dalam sosok gersang


Senandung asmara tak mampu


Mengiringi sayatan gemulai senar biolamu***


Bayang bidadari hadir menyapa indah


Menyapa hati yang bertaut dalam sunyi


Rona jingga kilauan mutiara senja


Kian lusuh tercampak takdir


Menangis bukanlah lemah


Menunduk bukanlah pasrah


Aku telah lama terdampar dalam harapan


Menangis cinta dalam kerinduan


Menyiksa rindu tanpa jeda


Masihkah engkau menyintaiku ?


Telah terhapuskah rasa yang pernah kita bina ?


Rasa menyapa luka menyiksa jiwa


mencinta pada tiada


Tertunduk aku merenungi


Malam sepi bintang redu menerangi


Senyap menyelimuti hati dalam peri


Ingin melangkah pergi tak kembali


Hingga kaki patah


Berjuang walau salah


sampai aku mati terbunuh atas rasa ini


Kepedihan menghunus harapan


Pecah hingga berhamburan


Bagai belati menyayat merobek dada


Berukir sebuah nama terbelenggu rindu


Disini aku menampung rindu


Tertatih melangkah memasrahkan raga


Bila salah terasa sakit berakhir pahit


Memisah dua raga menguji rasa dalam duka


Bahagia terhenti menjerat luka


Rasa menyapa luka menyiksa jiwa

__ADS_1


Airmata tersesat dalam lantunan sendu


Ungkapkan luka yang tak tampak oleh mata


Menangisi kekasih hati yang telah berlalu


Membenam aku ke dasar bumi


Menjerat aku dalam gelap


Membelenggu aku dalam kenangan


Disisa nafas yang melekat


Malam ini......


Hitam mewarnai beranda hati


Airmata tidak akan habis


Dalam sujud ku merintih


Aku menyerah....


Aku lelah....


Aku rapuh....


Aku lemah.....


Aku sakit tanpa hati


Tiada daun yang bisa menawarin


airmata teman setia


Hancur adalah bahagia tersendiri


Aku hanya debu kecil


Tertiup angin tanpa arah dan tujuan


Yang untuk mencari sebuah nama


Wahai hati....


Menangislah karena sudah rapuh


Hingga kesedihan yang ada mati


Melawan takdir bersahabat dengan murka


Meski akhirnya aku harus mati untuknya


Seperti kenangan mati meninggalkanku


Tanpa penyesalan dihati


Derita berakhir setelah jadi abu


Dalam balutan pusara sebagai saksi bisu


Airmata Kering tak bersisa


Bahagia datang datang disudut hujan


Duka kelam jadi debu


Yang tersisa hati yang embun


Menjadi kabut dalam tarian malaikat


Menyambut fajar mencairkan sedih


Dan.....

__ADS_1


Air mata tidak bisa jadi bukti bahwa cintaku untukmu besar sekali......


__ADS_2