
Aku tersadar bahwa paramita tidaklah sunyata
Dirimu bagaikan puspa surgawa yang tak mungkin dapat ku gapai
Aku terperangkap dalam akara kala afsunmu hanya mampu ku rasakan lewat renjana
Semakin ingin ku lupakan semakin kau baswara di kalbu
Kini ku sadar
Kau gata tanpa peduli keadaanku
Melupakanmu sulit
Mengingatmu juga sakit
Selaksa rembun di pagi hari, termakan buananya raya
Cukuplah aku dalam sadrahku
Yang tak cukup hanya semerjana jiwamu
Di saat citta menyatakan pedar
Muditta datang megar
Tetapi asa mengharuskan gata sekali lagi
Kau telah gata meninggalkan lakuna di kalbuku
Pada hal dahulu kau telah membuatku pawala dengan tuturmu
Hadirmu laksana bianglala dalam dekapan bumintara
Walaupun asmaraloka yang aku rasakan tak secantik kirana,
Setidaknya terima kasih telah hadir bagaikan serayu Arumi
Yang lewat membawa kisah indah nan Nirmala
Di hari yang kian temaram aku renjana dalam diam
Efemeral? Tidak.
Renjanaku mungkin tak sesederhana itu
Meski ku tahu
Dekapmu bukan untukku dan hadirmu hanya wiyata
dalam lembaran kecil dalam buku berjudul hidupku
Tidak menyalahkan bagaimana semesta dan takdir bekerja
Namun bolehkah aku meminta untuk mengulang waktu?
Tolong hirapkan melankolia ini
Seperti sudah rela tapi masih ada rasa
Seperti sudah ikhlas namun masih mengharapkanmu kembali
__ADS_1
Semua hal yang kelabu memang serasa sendu
Antara sakit dan bahagia, kau ada di antaranya
Tak ku pungkiri
Aku begitu terpana setiap kali melihatmu
Aku hanya terdiam dikala dirimu berbicara lembut
Semua tentang dirimu aku sangat suka
Tak bisa berkata banyak
Hanya ingin menikmati sebuah momen
Keindahan mahluk ciptaan Tuhan
Berada tepat di hadapanku
Menemani setiap hariku
Namun takdirnya tidak bersamaku
Hatiku merasakan rindu
Yang terus datang setiap malam
Terasa sepi namun menghanyutkan
Terasa lembut namun buat merana
Malam bersenandung dalam sepi
Pikiranku terpana pada hal yang fana
Namun indah terasa merasuk dalam hati
Tatapanmu menyentuh jiwa terus membawa
Ucapan katamu tersimpan abadi dalam memori
Semua hal tentang dirimu
Hanya berakhir dalam rindu
Belum bisa untuk dimiliki
Mungkin belum saatnya terjadi
Aku lelah mencari cinta sejati
Hanya semu yang datang padaku
Lelah hati ini tersakiti
Oleh keindahan palsu
Yang seakan nyata namun hampa
Pencarian ini terasa berat
__ADS_1
Namun dengan sabar semua dapat terlewati
Cinta memang tak bisa di prediksi
Datang sesukanya tiba tiba
Aku tak bisa menolak atau mengelak
Hatiku hanya ingin denganmu
Tak ingin yang lain
Karena kau begitu sempurna bagiku
Dalam diamku aku berdoa
Agar kita bisa terus bersama
Walau sebatas teman berharap kelak bisa akrab
Apalah artinya dunia ini
Jika tidak bisa melihat senyummu
Hari terasa hampa
Ketika kau tidak ada di sisiku
Dalam diam aku merenung makna
Tentang pengorbanan dalam menemukan cinta sejati
Setiap malam aku merenung
Tentang cinta tak dapat aku rengkuh
Terlihat sangat jauh terasa begitu dekat
Sepertinya kehadiranku hanya hiasan saja
Yang kau lihat sejenak
Lalu kau palingkan lagi
Sedikit ada rasa kecewa namun aku sudah telanjur mencinta
Sesak dada rasanya menahan cinta tak terucap
Begitu berat ingin segera aku ungkapkan
Namun aku memilih terjebak begitu dalam penuh perasaan
Hanya bisa mengagumi dari jauh
Walau aku sadar harus melangkah pergi
Namun tetap saja pikiran dan hatiku terus terpatri
Oleh keindahanmu yang begitu sempurna
Sampai kapan pun kau akan tetap jadi pemenangnya
__ADS_1
# karya Dawn Lover