Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Me yang terluka


__ADS_3

Aku......


Adalah raga yang tetap utuh namun tak sama dengan hati dan seisinya


Aku tidak punya banyak hal untuk berbagi denganmu


Aku adalah orang yang bahagia untukmu meski bukan aku bahagiamu


Aku juga orang yang terlalu sayang kepadamu hingga lupa caranya berhenti


Dan aku menyelam terlalu dalam padahal aku tak tau berenang


Aku adalah pelacur rasa memaksa memahat luka


Aku seorang perajut tapi tak terajut


Dalam hening di setiap malam aku bertanya


Siapa yang lebih sering nginap di malammu


Aku atau masa lalumu ?


Dan siapa ?


Debaran di dada sangat jauh di rasa


Cinta untuk siapa memangsa


Kau patahkan aku sebelum tumbuh


Sisa rasa bukan lagi jadi apa


Entah sampai kapan aku harus bertahan dengan sakit di selimuti kesabaran


Sampai akhirnya jatuh mencoba untuk bangkit


Kata manismu yang dulu hal terindah


Sekarang sirna hanya sebuah bullshit


Bagimu aku cuman kalimat tanpa makna


Dan sejauh mana dirimu pergi sesakit itu juga hatiku


Mengapa aku terjebak seperti ini ?


Membawaku ke dalam rintihan nestapa


Pahit kepedihan menyelimuti


Netra menahan bendungan airmata


Aku hanyalah sebatas manusia yang menginginkan apa yang ku inginkan


Membutuhkan apa yang ku butuhkan


Salahkah aku jika meminta yang berlebihan ?


Atau memang tak di izinkan ?


Hati tidak tentu arah mau kemana


Rasa lelah mengalahkan bahagiaku

__ADS_1


Demi hubungan yang tak berkesudahan


Terlampau jauh untuk kembali menggapai


Segala janji yang pernah terucap


Terhalang jarak dan harapan


Asmaraloka ini membuatku hilang akal


Seperti kaca yang tanpa rahasia


Dengan segala sifat burukku yang harus menguras sabarmu


Yang terjaga hanya untuk menjaga


Untukmu....


Nama yang ada disana


Meski aku tak tahu akan jumpa denganmu dulu


Atau justru mati yang menemuiku


Menantimu adalah luka dalam jiwa


Menanti akhir yang berakhir manis


Akhir manis yang hanya sebuah dongeng


Hilang jiwa hilang kenangan


Air mata telah menghias tanah


Menghiasi ruangan dengan sejuta memori


Dalam kelam malam yang tak pernah usai


Hantarkan harapan pada sebuah ilusi


Sepi......


Hening mengusik nadiku


Menyiksa hati sampai kelabu


Aku tercerai berai karena kasih tak sampai


Tertusuk pecahan hati ketika berusaha menyusun


Aku pernah menyayangi seseorang yang tak pernah menyayangi diriku


Aku pernah menangs seseorang yang tertawa diatas airmataku


Aku pernah dan masih....


Semua tentangmu hanya seutas nama


Serupa duri menusuk raga


Beribu kata bual manis terucap


Bak belati yang menancap tulang

__ADS_1


Pulang pergi jauhi sepi di hati


Meski hati robek jadi sendiri


Luka ku sulam di malam hari


Rapuh sudah tak bisa di perbaiki lagi


Mengumbar perkataan manis membuatku percaya akan cinta


Menoreh luka menyayat hati


Dia pergi tanpa dosa


Seakan aku hanya mimpi dalam bunga tidurnya


Sejahat itukah dirimu ?


Janjikan bahagia tanpa batas


Lalu pergi tanpa bekas


Dengan alasan aku tak cukup baik untukmu


Luluh lantak hatiku karenamu


Hancur batinku dengan kata manismu


Aku mencintamu tanpa kau tau perihnya


lelah batinku memperjuangkan tanpa kau sadari


Aaaakkhhh.....


Mudah mencintaimu tapi sulit melupakanmu


Dibalik rasa yang aku miliki


Aku tak menuntut kau melakukan yang sama


Dan jika aku pergi nanti


Bukan karena aku berhenti mencintai


Aku cuma takut


Takut terlalu dalam rasaku nanti


Hingga teramat perih yang ku dapat nanti


Entah benar atau tidak


Kita tak seasik dulu


Mata meleleh lelah sendiri


Tubuh lusuh memeluk derita


Jiwa ranum pemusnah sanubari


Serpihan lara mengusik kertas bisu


# Terimakasih MD #

__ADS_1




__ADS_2