Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Risalah jiwa


__ADS_3

Sampai kini luka jerit tersakiti akan ku bawa sampai mati


Agar kau tau betapa hancurnya hati ini


Ku rintihkan alunan jeritan pengkhianatan


Agar kau mengerti asa sakit masih tinggal dihati


” Jeritan cinta di ludahi “


Bersilat lidah amukan amarah


Liangkan darah merajah


Menjejakan langkah berjuta kaki serasa lelah


Aku gali tiap inci isi terkunci untuk menemukan arti cinta sejati


Mengalir desir pasir merambai menahan jerit derita yang tak pernah usai ku nikmati


Akhirnya ku temui satu inti satu asa yang telah berbaur dengan kotoran


Cinta yang tulus kini dengan keji kau khianati


Kau membagi cinta yang telah lama kita selami


Kau hancurkan mahligai bahtera asmara yang telah terpatri erat


Kau bermain belakang saat asaku padamu tumbuh mekar


Tak cukupkah kau dengan satu hati


Salahkah aku


Hingga kau tega membohongiku


Kurang setiakah aku


Kurang jujurkah aku


Uratku lemah


Lelah terkuai lemas


Kemana aku harus melangkah bergegas


Sedangkan aku tak tahu kemana menjejakan kanvas


Lengkung durja pelangi menggeliat diujung merayap tersakiti


Kau telah sebarkan duri


Dialtar suci membakar syaraf memotong nadi


Airmata tak mampu menjadi penampung pelipur lara


Semua terasa mati dan tak bisaku hindari


Seikat janji terhapus menggering tak lagi bersemi


Kini aku hanya bisa meratap mendendang sepi memandang bulan


Menahan jalan yang harus ku pandang


Yang penuh terjang akan hilangnya kasih sayang


Cinta ku suci akhirnya kau ludahi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Wahai kekasihku...


Bisakah kau dengarkan aku


Walau kini tempatmu jauh berbeda


Tak pernah terpikirkan dalam benakku


Aku rindu di dekatmu


Kini engkau tiada


Jauhlah hatiku kau letakan dalam samudra


Kini tiada lagi bahagia yang aku rasakan


Kala hampa temani duka


Tiada yang indah setelah kau tiada


Memukul sepiku terusik jiwaku


Beban semakin kian aku membisu


Kau tak mungkin kembali dihadapanki


Aku lemah...


Temanilah walau hanya sejenak


Habiskan waktu untuk memikirkan mu


Semakin jauh semakin aku terluka


Ketika semua orang tersenyum dalam selimut bahagia


Tiada yang menghapus


Tiada yang mengobati


Kau telah pergi


Kau telah mati


Tinggalkan mulut yang terbungkam


Penjara kesedihan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Puisi tanpa nama


Terdiam merenung sendu


Bersenandung rindu


Terbayang perjalanan waktu


Sebuah kisah masa lalu


Tiada lagi nyanyian surga


Tiada lagi penghibur lara


Tiada lagi damai dalam jiwa


Hanya ada bintang penuh derita


Senyuman kian membeku

__ADS_1


Dalam dinginnya gelap malam


Tangisan kian melarut pilu


Seakan hendak bercerita


Sanggupkah ku lalui badai angin pasir rindu


Sanggupkah ku lupakan indahnya sejuta pesona mimpi


Sanggupkah ku benamkan diriku dalam lautan kelam


Sanggupkah ku bertahan dalam dinginnya hembusan angin salju


Hanya ada satu jawaban hati


Kan ku lalui dan ku jalani dengan kasih murni setulus hati


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Semakin aku mencoba


Semakin aku tak bisa melupakannya


Semakin aku bertanya


Semakin aku tak menemukan jawabanya


Aku dan kenangan


Sekejap dalam pelukan cintamu


Segurat catatan membekas dalam hatiku


Indah melekat walau semua telah berlalu


Masa lalu bersamamu


Selalu terukir dihatiku


Meski tak bisa memilikimu


Namun kau yang terbaik di hatiku


Hadirmu mengisi ruang jiwa


Ronamu penuh senyum dalam canda


Namun semua tinggal kenangan saja


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Diujung perjalanan


Akan ku bingkai binar matamu


Bersama gejolak gairah jiwaku


Menjadi lukisan indah di kala senja


Dan apa bila pada saatnya


Akan kubuat kau terjaga dari lelap tidur


Lalu bersama merajut impian yang tak pernah usai


Dalam genangan cinta berpalung kalbu


Getar cumbu yang beraroma kaldu

__ADS_1


__ADS_2