
Sampai kini luka jerit tersakiti akan ku bawa sampai mati
Agar kau tau betapa hancurnya hati ini
Ku rintihkan alunan jeritan pengkhianatan
Agar kau mengerti asa sakit masih tinggal dihati
” Jeritan cinta di ludahi “
Bersilat lidah amukan amarah
Liangkan darah merajah
Menjejakan langkah berjuta kaki serasa lelah
Aku gali tiap inci isi terkunci untuk menemukan arti cinta sejati
Mengalir desir pasir merambai menahan jerit derita yang tak pernah usai ku nikmati
Akhirnya ku temui satu inti satu asa yang telah berbaur dengan kotoran
Cinta yang tulus kini dengan keji kau khianati
Kau membagi cinta yang telah lama kita selami
Kau hancurkan mahligai bahtera asmara yang telah terpatri erat
Kau bermain belakang saat asaku padamu tumbuh mekar
Tak cukupkah kau dengan satu hati
Salahkah aku
Hingga kau tega membohongiku
Kurang setiakah aku
Kurang jujurkah aku
Uratku lemah
Lelah terkuai lemas
Kemana aku harus melangkah bergegas
Sedangkan aku tak tahu kemana menjejakan kanvas
Lengkung durja pelangi menggeliat diujung merayap tersakiti
Kau telah sebarkan duri
Dialtar suci membakar syaraf memotong nadi
Airmata tak mampu menjadi penampung pelipur lara
Semua terasa mati dan tak bisaku hindari
Seikat janji terhapus menggering tak lagi bersemi
Kini aku hanya bisa meratap mendendang sepi memandang bulan
Menahan jalan yang harus ku pandang
Yang penuh terjang akan hilangnya kasih sayang
Cinta ku suci akhirnya kau ludahi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Wahai kekasihku...
Bisakah kau dengarkan aku
Walau kini tempatmu jauh berbeda
Tak pernah terpikirkan dalam benakku
Aku rindu di dekatmu
Kini engkau tiada
Jauhlah hatiku kau letakan dalam samudra
Kini tiada lagi bahagia yang aku rasakan
Kala hampa temani duka
Tiada yang indah setelah kau tiada
Memukul sepiku terusik jiwaku
Beban semakin kian aku membisu
Kau tak mungkin kembali dihadapanki
Aku lemah...
Temanilah walau hanya sejenak
Habiskan waktu untuk memikirkan mu
Semakin jauh semakin aku terluka
Ketika semua orang tersenyum dalam selimut bahagia
Tiada yang menghapus
Tiada yang mengobati
Kau telah pergi
Kau telah mati
Tinggalkan mulut yang terbungkam
Penjara kesedihan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Puisi tanpa nama
Terdiam merenung sendu
Bersenandung rindu
Terbayang perjalanan waktu
Sebuah kisah masa lalu
Tiada lagi nyanyian surga
Tiada lagi penghibur lara
Tiada lagi damai dalam jiwa
Hanya ada bintang penuh derita
Senyuman kian membeku
__ADS_1
Dalam dinginnya gelap malam
Tangisan kian melarut pilu
Seakan hendak bercerita
Sanggupkah ku lalui badai angin pasir rindu
Sanggupkah ku lupakan indahnya sejuta pesona mimpi
Sanggupkah ku benamkan diriku dalam lautan kelam
Sanggupkah ku bertahan dalam dinginnya hembusan angin salju
Hanya ada satu jawaban hati
Kan ku lalui dan ku jalani dengan kasih murni setulus hati
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Semakin aku mencoba
Semakin aku tak bisa melupakannya
Semakin aku bertanya
Semakin aku tak menemukan jawabanya
Aku dan kenangan
Sekejap dalam pelukan cintamu
Segurat catatan membekas dalam hatiku
Indah melekat walau semua telah berlalu
Masa lalu bersamamu
Selalu terukir dihatiku
Meski tak bisa memilikimu
Namun kau yang terbaik di hatiku
Hadirmu mengisi ruang jiwa
Ronamu penuh senyum dalam canda
Namun semua tinggal kenangan saja
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Diujung perjalanan
Akan ku bingkai binar matamu
Bersama gejolak gairah jiwaku
Menjadi lukisan indah di kala senja
Dan apa bila pada saatnya
Akan kubuat kau terjaga dari lelap tidur
Lalu bersama merajut impian yang tak pernah usai
Dalam genangan cinta berpalung kalbu
Getar cumbu yang beraroma kaldu
__ADS_1