
Na......
Aku tak pandai berkata
Aku hanya pandai menulis bingkaian kata
Itupun tanpa makna
Na....
Aku sudah berjanji pada diri sendiri
Untuk tidak lagi mengganggu hidupmu
Tak harus bertegur sapa
Atau berjalan bersama
Karena bukan aku lagi yang kau lihat
Aku masih mencoba meramu malam
Tanpa meracaukan kamu
Kau menciptakan kenangan yang kini aku kenang
Mengisi waktuku hingga aku lupa waktu
Bintang terang dibalik mendung awan
Rembulan menyapa hati dilema
Pendar cahaya perlahan menghilang
Aku jatuh dalam kegelapan
Na....
Sedalam dalamnya kesunyian malam
Ingin berontak untuk melupakan yang pernah terjadi
Seperti halnya hujan menitihkan air ke dedaunan
Lalu pergi dan meninggalkan semua kenangan
Na....
Disaat ini aku merasakan kehampaan
Hidup yang tak punya tujuan
Raga telah mati akan kehilangan
Dan
Terima kasih padamu telah mengajarkan aku artinya kehampaan
Na....
Memanggil luka menyinggung derita
Mengundang asa juga rasa
Tentangmu enggan hilang
Melekat erat dalam ingatan
Yang harus aku kubur bersama waktu
Pada sang malam aku ingin cerita
Tentang perkara rasa
Sudikah kau lebarkan telinga
Na....
__ADS_1
Dengarkanlah
Ada genangan airmata yang terus mengalir
Pada secawan rindu yang tertumpah di meja
Ada rasa yang mengalir larut pada keresahan
Na.....
Pagi ini sedikit rintik oleh mendungnya hati
Kuracik kopi dengan rindu yang mencekam sukma
Pandang kosong tersesat oleh kata hingga makna
Engkau kah akhir ku tujukan jiwa
Ataukah berakhir pilu di simpang asa
Na...
Kopi ini tak semanis kemaren
Oleh rasa yang kian lelap termakan masa
Haruskah kutiadakan keduanya
Oleh kopi yang hilang pahitnya
Atau oleh rindu yang hilang lara
Kopi kuseduh dan ku racik dengan sebuah mimpi
Untuk sempurnakan tanya
Agar dapt kuseruput rindu darimu
Na....
Ketika jawab tak bertemu
Aku rindu dengan seseorang yang membuatku rindu
Jiwa ini mematung bersama aksara semua
Dimana hati selalu bertanya jauh
Sejauh ke dalam rindu
Na
Dirimu yang terbayang tak kunjung hilang
Membunuh bersama bayang bayang yang tak pernah lekang
Tak jua hadir dalam untaian angin malam
Rindu tahu jalankan ?
Pulanglah kepadaku
Jangan biarkan rindu mengikis
Jangan biarkan diri ini menangis
Na
Kau adalah aku yang tercipta disisi lain
Kau adalah aku yang menyempurnakan kekosongan ini
Kamu bagiku adalah harapan
Sekalipun malam menunggu siang
Meskipun siang menunggu senja
__ADS_1
Yang tersisa hanya rindu
Rindu yang menggebu
Na
Sejenak diri ini memanggil namamu
Sejenak diri ini mengingat bayangmu
Ingin kuraih ternyata hanya sia sia
Hampa dan selalu hampa
Selalu jiwa raga ini kian terasa
Bibir ini pun tak dapat berbicara
Na
Wahai puan kelabu
Masih ingatkah dengan ku
Setitik rindu terpisahkan koma
Puing kerapuhan mampu bertahan pada jiwa
Sedemikian sesal yang membawa arti
Ternyata kau sudah bahagia
Pada kata yang terucap
Di sepertiga malam
Waktu dimana aku dan Tuhan membicarakanmu
Satu nama, Na
Aku datang bukan untuk merusak
Aku datang untuk orang ku rindu
Bukan maksudku untuk memenjarakanmu
Sungguh
Yang aku inginkan hanyalah senyummu
Na
Malam ini sunyi kembali memanggil
Dalam gelapnya sepi aku menarik rindu
Demi hal yang masih tabu
Aku hendak berlabuh walau hati berkabut
Meski cinta tak berbalas
Meski rindu tak bisa lepas
Karena ada dia yang kau cinta
Bercumbuu pada sang rembulan
Gemeretak bunyi hatiku
Remuk oleh gumpalan kecewa
Na
*Aku layaknya unggun kehilangan api **🐝 *
# Na ( Ucup & Ann )
__ADS_1