Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Na part 2


__ADS_3

Na......


Aku tak pandai berkata


Aku hanya pandai menulis bingkaian kata


Itupun tanpa makna


Na....


Aku sudah berjanji pada diri sendiri


Untuk tidak lagi mengganggu hidupmu


Tak harus bertegur sapa


Atau berjalan bersama


Karena bukan aku lagi yang kau lihat


Aku masih mencoba meramu malam


Tanpa meracaukan kamu


Kau menciptakan kenangan yang kini aku kenang


Mengisi waktuku hingga aku lupa waktu


Bintang terang dibalik mendung awan


Rembulan menyapa hati dilema


Pendar cahaya perlahan menghilang


Aku jatuh dalam kegelapan


Na....


Sedalam dalamnya kesunyian malam


Ingin berontak untuk melupakan yang pernah terjadi


Seperti halnya hujan menitihkan air ke dedaunan


Lalu pergi dan meninggalkan semua kenangan


Na....


Disaat ini aku merasakan kehampaan


Hidup yang tak punya tujuan


Raga telah mati akan kehilangan


Dan


Terima kasih padamu telah mengajarkan aku artinya kehampaan


Na....


Memanggil luka menyinggung derita


Mengundang asa juga rasa


Tentangmu enggan hilang


Melekat erat dalam ingatan


Yang harus aku kubur bersama waktu


Pada sang malam aku ingin cerita


Tentang perkara rasa


Sudikah kau lebarkan telinga


Na....

__ADS_1


Dengarkanlah


Ada genangan airmata yang terus mengalir


Pada secawan rindu yang tertumpah di meja


Ada rasa yang mengalir larut pada keresahan


Na.....


Pagi ini sedikit rintik oleh mendungnya hati


Kuracik kopi dengan rindu yang mencekam sukma


Pandang kosong tersesat oleh kata hingga makna


Engkau kah akhir ku tujukan jiwa


Ataukah berakhir pilu di simpang asa


Na...


Kopi ini tak semanis kemaren


Oleh rasa yang kian lelap termakan masa


Haruskah kutiadakan keduanya


Oleh kopi yang hilang pahitnya


Atau oleh rindu yang hilang lara


Kopi kuseduh dan ku racik dengan sebuah mimpi


Untuk sempurnakan tanya


Agar dapt kuseruput rindu darimu


Na....


Ketika jawab tak bertemu


Aku rindu dengan seseorang yang membuatku rindu


Jiwa ini mematung bersama aksara semua


Dimana hati selalu bertanya jauh


Sejauh ke dalam rindu


Na


Dirimu yang terbayang tak kunjung hilang


Membunuh bersama bayang bayang yang tak pernah lekang


Tak jua hadir dalam untaian angin malam


Rindu tahu jalankan ?


Pulanglah kepadaku


Jangan biarkan rindu mengikis


Jangan biarkan diri ini menangis


Na


Kau adalah aku yang tercipta disisi lain


Kau adalah aku yang menyempurnakan kekosongan ini


Kamu bagiku adalah harapan


Sekalipun malam menunggu siang


Meskipun siang menunggu senja

__ADS_1


Yang tersisa hanya rindu


Rindu yang menggebu


Na


Sejenak diri ini memanggil namamu


Sejenak diri ini mengingat bayangmu


Ingin kuraih ternyata hanya sia sia


Hampa dan selalu hampa


Selalu jiwa raga ini kian terasa


Bibir ini pun tak dapat berbicara


Na


Wahai puan kelabu


Masih ingatkah dengan ku


Setitik rindu terpisahkan koma


Puing kerapuhan mampu bertahan pada jiwa


Sedemikian sesal yang membawa arti


Ternyata kau sudah bahagia


Pada kata yang terucap


Di sepertiga malam


Waktu dimana aku dan Tuhan membicarakanmu


Satu nama, Na


Aku datang bukan untuk merusak


Aku datang untuk orang ku rindu


Bukan maksudku untuk memenjarakanmu


Sungguh


Yang aku inginkan hanyalah senyummu


Na


Malam ini sunyi kembali memanggil


Dalam gelapnya sepi aku menarik rindu


Demi hal yang masih tabu


Aku hendak berlabuh walau hati berkabut


Meski cinta tak berbalas


Meski rindu tak bisa lepas


Karena ada dia yang kau cinta


Bercumbuu pada sang rembulan


Gemeretak bunyi hatiku


Remuk oleh gumpalan kecewa


Na


*Aku layaknya unggun kehilangan api **🐝 *


# Na ( Ucup & Ann )

__ADS_1


__ADS_2