Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Mendua


__ADS_3

Ketika hati mendua


Tercipta prahara asmara


Menjalani hubungan cinta segitiga


Mengakrabkan diri kepada dusta


Kepiawaian lidah sang pemeran


Mulai tiada lagi berperasaan


Biarkan hati remuk redam


Luluh lantak tak berpenghuni


Bagai teriris sembilu yang tajam


Ruang gelap bagaikan layar tancap


Kisah tercipta menguak amor disisi jalan


Bilur cinta menuang lara diladang harap


Sesak sudah nafas terkulai


Wajah pujaan tak pernah sirna


Terbawa emosi sejuta murka


Cintaku biarlah kandas disini


Agar tak jatuh ke lain hati


Kecewa dan merana terbawa angin


Menggilas impian di senja lara


Membekas dalam janji setia


Kucoba tegar walau tersakiti


Menjadi kenangan sampai mati


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Cinta yang kusimpan rapi dalam ruang hati


Sia sia belaka dalam penantian


Hatimu ternyata pemilik hati yang lainnya


Betapa lebur raga ini yang ku rasakan


Hati laksana tertusuk ribuan duri tersayat perih


Daya yang ku miliki kini hanya separuh yang tersisa


Apa yang harus kulakukan ?


Kucoba untuk melupakan bayang dirimu


Namun hanya sesaat bisa ku jalani


Raut wajahmu ikuti langkah bayang yang ku langkahi

__ADS_1


Hati terasa sulit untuk berlari dalam kejaran bayang cintamu


Tidak ku pungkiri aku mabuk kepayang denganmu


Sungguh tak terkira keindahan dalam wajahmu yang tersulam


Engkau aku puja sampai dalam tulang


Engkau aku sayang sampai rambutku belang


Tak ada kata bosan aku mengagumimu


Segenggam berlian hanya sebongkah perak yang kau berikan


Seribu janji manis dan sejuta kata hina kau lontarkan


Cukup aku merasakan siksa batin cinta ini


Kecewa terdalam yang aku dalami


Cintamu kau taburi aku dengan mulut bisamu


Tak bisa ku berdiam emas dalam bualan asmaramu


Tiada restu yang terestui oleh kebersihan hati


Luapan ini teguran cintamu yang ternoda


Awal cintamu ku akhiri dengan cinta tak sempurna


Harapan tinggal harapan hampa


Ku pendam rasa ini namun bukan untuk melupakanmu


Dilema kata yang pantas ku ucapkan saat ini


Betapa lugunya diri ini


Cinta ku curahkan semua untukmu


Sedang kau disana bermain perasaan kasih bersama yang lain


Kau bagi perasaan hatimu hanya untuk sebuah ego


Hari ini kau tersenyum manja bersamaku


Lusa nanti kau bercanda riang bersama hati yang lain


Tak kuasa aku menahan sandiwara cinta yang kau bagi


Biarlah kisah ini sampai disini kita kisahkan


Semu hati teriris yang teriring sebuah rintihan


Terlena buaian segudang kata indah nan sempurna


Tersusun rapi bak alis mayang yang mempesona


Suaramu mengeluarkan bunga kasih semerbak


Aku terpesona tenggelam dalam lautan asmara nadamu


Namun.....


Dibalik kasih yang kau berikan terselip sebongkah dustamu

__ADS_1


Tak duga kau pemain cinta yang sempurna dalam kesempurnaan


Kini aku telanjur basah oleh siraman asmaramu


Aku terbakar api cintamu yang membara


Apa hendak dikata dalam hati ada doa yang bimbang


Membencimu namun hati masih menyayangimu


Kata pasrah mungkin tepat untuk jalani hati ini


Ku ikuti arus dustamu yang sempurna ini


Apakah aku kan bertahan


Atau lari dari sebuah kenyataan


Mungkin......


Lebih baik aku pergi dari cerita ini


Menghilang dari pekatnya hati yang malang


Ku hapus jejak pilu batin yang kau beri


Selamat jalan kenanganku


Selamat jalan kasih


Sia sia pengorbananku yang ku korbankan


Air susu kau balas dengan sekolam airmata luka


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah sekian lama kupadu hati ini ke hatimu


Tak terbayang tak terkira


Bibirmu saja yang bicara bukan hatimu


Kau bersandiwara dalam kenestapaan hati yang bermain semu


Aku pahami arti dari cintaku yang sepahit empedu


Kau tutup cinta dengan segudang beribu lara


Tak sanggup aku melihat hati ini berkabut awan murka


Tak ku pungkiri aku lelah dalam permainan cinta durjana


Melangkahlah dalam kebenaran cinta yang sebenarnya


Gelak tawa tertahan oleh batas duka


Tutup tertutupi oleh canda yang semu


Terhempas ke dalam suka yang ragu ragu


Sungguh menyiksa menyesakkan kalbu


Rapi dengan tawa terbungkus rasa empedu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


# Mencintailah sebatas wajar dan seadanya saja


__ADS_2