
Ketika hati mendua
Tercipta prahara asmara
Menjalani hubungan cinta segitiga
Mengakrabkan diri kepada dusta
Kepiawaian lidah sang pemeran
Mulai tiada lagi berperasaan
Biarkan hati remuk redam
Luluh lantak tak berpenghuni
Bagai teriris sembilu yang tajam
Ruang gelap bagaikan layar tancap
Kisah tercipta menguak amor disisi jalan
Bilur cinta menuang lara diladang harap
Sesak sudah nafas terkulai
Wajah pujaan tak pernah sirna
Terbawa emosi sejuta murka
Cintaku biarlah kandas disini
Agar tak jatuh ke lain hati
Kecewa dan merana terbawa angin
Menggilas impian di senja lara
Membekas dalam janji setia
Kucoba tegar walau tersakiti
Menjadi kenangan sampai mati
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cinta yang kusimpan rapi dalam ruang hati
Sia sia belaka dalam penantian
Hatimu ternyata pemilik hati yang lainnya
Betapa lebur raga ini yang ku rasakan
Hati laksana tertusuk ribuan duri tersayat perih
Daya yang ku miliki kini hanya separuh yang tersisa
Apa yang harus kulakukan ?
Kucoba untuk melupakan bayang dirimu
Namun hanya sesaat bisa ku jalani
Raut wajahmu ikuti langkah bayang yang ku langkahi
__ADS_1
Hati terasa sulit untuk berlari dalam kejaran bayang cintamu
Tidak ku pungkiri aku mabuk kepayang denganmu
Sungguh tak terkira keindahan dalam wajahmu yang tersulam
Engkau aku puja sampai dalam tulang
Engkau aku sayang sampai rambutku belang
Tak ada kata bosan aku mengagumimu
Segenggam berlian hanya sebongkah perak yang kau berikan
Seribu janji manis dan sejuta kata hina kau lontarkan
Cukup aku merasakan siksa batin cinta ini
Kecewa terdalam yang aku dalami
Cintamu kau taburi aku dengan mulut bisamu
Tak bisa ku berdiam emas dalam bualan asmaramu
Tiada restu yang terestui oleh kebersihan hati
Luapan ini teguran cintamu yang ternoda
Awal cintamu ku akhiri dengan cinta tak sempurna
Harapan tinggal harapan hampa
Ku pendam rasa ini namun bukan untuk melupakanmu
Dilema kata yang pantas ku ucapkan saat ini
Betapa lugunya diri ini
Cinta ku curahkan semua untukmu
Sedang kau disana bermain perasaan kasih bersama yang lain
Kau bagi perasaan hatimu hanya untuk sebuah ego
Hari ini kau tersenyum manja bersamaku
Lusa nanti kau bercanda riang bersama hati yang lain
Tak kuasa aku menahan sandiwara cinta yang kau bagi
Biarlah kisah ini sampai disini kita kisahkan
Semu hati teriris yang teriring sebuah rintihan
Terlena buaian segudang kata indah nan sempurna
Tersusun rapi bak alis mayang yang mempesona
Suaramu mengeluarkan bunga kasih semerbak
Aku terpesona tenggelam dalam lautan asmara nadamu
Namun.....
Dibalik kasih yang kau berikan terselip sebongkah dustamu
__ADS_1
Tak duga kau pemain cinta yang sempurna dalam kesempurnaan
Kini aku telanjur basah oleh siraman asmaramu
Aku terbakar api cintamu yang membara
Apa hendak dikata dalam hati ada doa yang bimbang
Membencimu namun hati masih menyayangimu
Kata pasrah mungkin tepat untuk jalani hati ini
Ku ikuti arus dustamu yang sempurna ini
Apakah aku kan bertahan
Atau lari dari sebuah kenyataan
Mungkin......
Lebih baik aku pergi dari cerita ini
Menghilang dari pekatnya hati yang malang
Ku hapus jejak pilu batin yang kau beri
Selamat jalan kenanganku
Selamat jalan kasih
Sia sia pengorbananku yang ku korbankan
Air susu kau balas dengan sekolam airmata luka
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah sekian lama kupadu hati ini ke hatimu
Tak terbayang tak terkira
Bibirmu saja yang bicara bukan hatimu
Kau bersandiwara dalam kenestapaan hati yang bermain semu
Aku pahami arti dari cintaku yang sepahit empedu
Kau tutup cinta dengan segudang beribu lara
Tak sanggup aku melihat hati ini berkabut awan murka
Tak ku pungkiri aku lelah dalam permainan cinta durjana
Melangkahlah dalam kebenaran cinta yang sebenarnya
Gelak tawa tertahan oleh batas duka
Tutup tertutupi oleh canda yang semu
Terhempas ke dalam suka yang ragu ragu
Sungguh menyiksa menyesakkan kalbu
Rapi dengan tawa terbungkus rasa empedu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
# Mencintailah sebatas wajar dan seadanya saja