
MENGAPA.........????
Setiap hari waktuku tersita dengan pikiran tentangmu saja ?
Dan takjubnya kau berpura-pura polos dalam setiap pandanganku.
kACAU.........
Kacau sudah..... aku seperti orang gila yang lagi kecanduan.....
Kecanduan dengan aroma khas tubuhmu...
Kau bagaikan racun dan obat buat aku......
Yang membuatku ketagihan seperti memutar film
lama dengan menangis dan tertawa sendiri
Ternyata.....
Aku ternyata begitu menyedihkan
Mencari tubuhmu disana untuk kupeluk
Hanya untuk meredakan tangisanku
Lalu.....
Jika senja datang
Aku akan mengejar bayangmu sampai hilang di renggut malam
Dan setelahnya...
Aku akan menenggelamkan diri dalam lautan yang penuh kenangan
Kumpulan kataku yang tanpa jiwa
Kehilangan nyawa saat rindu datang menyiksa
Tinta yang seharusnya melukiskan cinta dengan bahagia kau rebut dan menggantikanya dengan derita
Pada malam yang semakin jauh membawaku ke dalam angan
Kasihinlah aku yang selalu menangis dalam diam
Kau tak kan pernah tau kalau tidurku hanya memimpikanmu
lalu....
Bangunku hanya untuk mengingatmu
Jejakmu meninggalkan rindu yang semakin mendera sukma
Aku tetap dengan rutinitas seperti ini
Punggungmu selalu menjadi sorotan
KOSONG.......
Ruang itu kosong dan gelap
Tidak ada lagi cahaya yang menghangatkanku
Aku kedinginan.....
__ADS_1
Aku kekurangan.....
Dan....
Aku kesepian......
Aku tersesat di dalam duniaku sendiri
Tanpa tau harus kemana
Kehilanganmu membuatku tau akan 1 hal
Ternyata rindu bisa lebih menyesakkan dada dibandingkan kekurangan oksigen
Ketidakmampuan diri untuk menjelaskan
Hadir dan menghilang menjadi satu bagian
Hanya dinginnya malam yang mampu menyapa ketidakpastian
Alunan merdu terdengar syahdu
Menyanyikan lagu perjuangan
Bulan merah memacu panah
Ribuan aksara bagaikan terpenjara
Pilu rumit utarakan luka
Ruang hati yang tak seperti sedia kala lagi
Jerih untuk di terka
Telah ku beri hati untuk di lukai lagi
Pada orang yang berusaha masuk dalam hidupku
Penantianku di ujung terjal
DAN.......
Ketika kau tak ada
Pada siapa ingin ku pinta peluk ?
Kepada siapa aku hendak mengadu ?
Pilu menyeruak memasuki hatiku
Semua tawa dan tangis menggerus separuh jiwaku
Mampukah aku tanpamu ?
Ketika kau tak ada
Semuanya serba salah dalam sudut pandangku
Ego membalut diriku
Menyembunyikan senyum samar samar
Dibawah lampu yang redup
Dalam bias cahaya itu ku rebahkan duka
__ADS_1
Duka yang mendalam tentang hati yang di tinggal pergi
Ini bukan tentang cinta yang putus asa
Ini tentang kebahagiaan dan kesakitan di detik yang sama....
Hati yang hidup karena bahagia namun di paksa mati dalam kesakitan
Aku pernah menyintai
Aku benar benar menjagaimu
Menyanjungimu....
Mengagumimu..
Hingga menjadikan sumpah hidup matiku
TAPI.....
Aku lalai akan keterbatasan hatiku
Luka dan sedih ikut ambil bagian
Tinggal airmata yang akan menceritakan kisah ini
TAPI....
Siapa yang tau ?
Di setiap bangun pagi
Goresan yang masih ada dengan seluruh waras yang hampir pergi
Isak tangis pilu yang bersembunyi dibalik awan biru
Kenapa.....?
Kenapa harus memaksakan sebuah genggam ketika Tuhan tidak lagi menuliskan takdir ....
Kenapa seolah olah ada sesuatu yang menahan untuk pergi ?
Mengapa......?
Mengapa harus aku ....?
Mengapa bukan yang lain...?
Haruskah aku menarikmu untuk kesekian kalinya ?
Sebuah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban...
Padamu yang melenggang begitu saja di pikiranku
Kenangan yang membuatku terjatuh berulang kali
Menyeretku kembali ke tempat dimana luka di pahatkan..
Jingga menutupi mega
Sayatan ini menciptakan ratusan tetesan darah dan airmata
Dan....
Aku hampir kehilangan nyawa.............
__ADS_1