Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Kumpulan kata


__ADS_3

MENGAPA.........????


Setiap hari waktuku tersita dengan pikiran tentangmu saja ?


Dan takjubnya kau berpura-pura polos dalam setiap pandanganku.


kACAU.........


Kacau sudah..... aku seperti orang gila yang lagi kecanduan.....


Kecanduan dengan aroma khas tubuhmu...


Kau bagaikan racun dan obat buat aku......


Yang membuatku ketagihan seperti memutar film


lama dengan menangis dan tertawa sendiri


Ternyata.....


Aku ternyata begitu menyedihkan


Mencari tubuhmu disana untuk kupeluk


Hanya untuk meredakan tangisanku


Lalu.....


Jika senja datang


Aku akan mengejar bayangmu sampai hilang di renggut malam


Dan setelahnya...


Aku akan menenggelamkan diri dalam lautan yang penuh kenangan


Kumpulan kataku yang tanpa jiwa


Kehilangan nyawa saat rindu datang menyiksa


Tinta yang seharusnya melukiskan cinta dengan bahagia kau rebut dan menggantikanya dengan derita


Pada malam yang semakin jauh membawaku ke dalam angan


Kasihinlah aku yang selalu menangis dalam diam


Kau tak kan pernah tau kalau tidurku hanya memimpikanmu


lalu....


Bangunku hanya untuk mengingatmu


Jejakmu meninggalkan rindu yang semakin mendera sukma


Aku tetap dengan rutinitas seperti ini


Punggungmu selalu menjadi sorotan


KOSONG.......


Ruang itu kosong dan gelap


Tidak ada lagi cahaya yang menghangatkanku


Aku kedinginan.....

__ADS_1


Aku kekurangan.....


Dan....


Aku kesepian......


Aku tersesat di dalam duniaku sendiri


Tanpa tau harus kemana


Kehilanganmu membuatku tau akan 1 hal


Ternyata rindu bisa lebih menyesakkan dada dibandingkan kekurangan oksigen


Ketidakmampuan diri untuk menjelaskan


Hadir dan menghilang menjadi satu bagian


Hanya dinginnya malam yang mampu menyapa ketidakpastian


Alunan merdu terdengar syahdu


Menyanyikan lagu perjuangan


Bulan merah memacu panah


Ribuan aksara bagaikan terpenjara


Pilu rumit utarakan luka


Ruang hati yang tak seperti sedia kala lagi


Jerih untuk di terka


Telah ku beri hati untuk di lukai lagi


Pada orang yang berusaha masuk dalam hidupku


Penantianku di ujung terjal


DAN.......


Ketika kau tak ada


Pada siapa ingin ku pinta peluk ?


Kepada siapa aku hendak mengadu ?


Pilu menyeruak memasuki hatiku


Semua tawa dan tangis menggerus separuh jiwaku


Mampukah aku tanpamu ?


Ketika kau tak ada


Semuanya serba salah dalam sudut pandangku


Ego membalut diriku


Menyembunyikan senyum samar samar


Dibawah lampu yang redup


Dalam bias cahaya itu ku rebahkan duka

__ADS_1


Duka yang mendalam tentang hati yang di tinggal pergi


Ini bukan tentang cinta yang putus asa


Ini tentang kebahagiaan dan kesakitan di detik yang sama....


Hati yang hidup karena bahagia namun di paksa mati dalam kesakitan


Aku pernah menyintai


Aku benar benar menjagaimu


Menyanjungimu....


Mengagumimu..


Hingga menjadikan sumpah hidup matiku


TAPI.....


Aku lalai akan keterbatasan hatiku


Luka dan sedih ikut ambil bagian


Tinggal airmata yang akan menceritakan kisah ini


TAPI....


Siapa yang tau ?


Di setiap bangun pagi


Goresan yang masih ada dengan seluruh waras yang hampir pergi


Isak tangis pilu yang bersembunyi dibalik awan biru


Kenapa.....?


Kenapa harus memaksakan sebuah genggam ketika Tuhan tidak lagi menuliskan takdir ....


Kenapa seolah olah ada sesuatu yang menahan untuk pergi ?


Mengapa......?


Mengapa harus aku ....?


Mengapa bukan yang lain...?


Haruskah aku menarikmu untuk kesekian kalinya ?


Sebuah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban...


Padamu yang melenggang begitu saja di pikiranku


Kenangan yang membuatku terjatuh berulang kali


Menyeretku kembali ke tempat dimana luka di pahatkan..


Jingga menutupi mega


Sayatan ini menciptakan ratusan tetesan darah dan airmata


Dan....


Aku hampir kehilangan nyawa.............

__ADS_1


__ADS_2