Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Na


__ADS_3

Na......


Malam ini aku kembali mengingatmu


Tatap mata yang sabit


Peluk sehangat rembulan


Sebentuk senyum yang begitu indah


Angin mendesir dimalam yang begitu sempurna


Hening merupa kidung nyeri


Meneriak perih tentang gemuruh halilintar


Seperti laraku yang melilit tiada perih


Rindu tiada bergeming


Halimun menutup separuh ranah basah


Rindu adalah candu


Kau dan aku


Na.....


Ternyata aku masih mendambamu


Ingin ku ceritakan rindu yang menggumul tiada malu


Akan ku kisahkan resah terhampar membelah jiwa


Agar kau tau betapa terlukanya aku


Rasakan Na....


Ilalang meranggas karena durjana hening


Bias hujan yang membasahi mataku


Telaga basah banjir beningku


Na rasakanlah


Betapa rinduku begitu membara


Embun dilahirkan berkabut


Apa artinya rinai airmata


Berderai di dengus angin purba


Berulang ulang nyanyian nyeri


menemani mimpi di bongkahan senja


Ceceran gugur daun nasib hampa


Merimbun semak dihati yang kering


Kosong ditinggal hati mendusta


Na....


Pada bening matamu aku berkicau


Menuntun jejak harap yang aku titipkan


Berharap kau mengerti segala tulisanku


Yang dilantun dengan syahdu


Aku ingin menyulam mimpi bersamamu


Hanya hati yang bisa bicara

__ADS_1


Pecahan rindu tak berbatas dalam misteri


Tertatih ku coba menggapaimu


Tabir tebal membatasi kita


Membuatku tak mampu menjangkaumu


Aku hanya mampu persembahkan hatiku


Genggam tangan walau hanya dalam angan


Rasakan Na.....


Betapa kuingin jadi berarti dalam hidupmu


Na...


Batu hitam diatas tanah merah


Disini ku tumpahkan rindu


Bergetar bibir menyeru namamu


Bayangan dirimu menghampiri setiap hariku


Ingin aku melupakanmu


Melupakan rupa indahmu


Menghapus namamu dalam hatiku


Semakin aku mencoba


Bayanganmu semakin nyata


Manis senyummu membuatku semakin rindu


Rindu semua tentang kamu


ingin rasanya aku milikimu seutuhnya


Manakala bibir tak dapat berucap


Cinta berhenti tak dapat berbalas


Diamku yang tak berujung


Dirimu hanya ilusi semata


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rasa itu tak pernah kalah


Aku lelah sesenggukan sendiri


Airmata seolah tak berarti


Kau menjadi asing bukan karena benci


Kecewa memudarkan segalanya


Jangan mengira aku sedang mencuri hati


Kamulah alasan langkah ini berhenti


Kepadamu


Jiwa yang sedang membenci


Menoleh padaku sekali lagi


Ada banyak alasan untuk kau kembali


Untuk luka yang sungguh tak sengaja kuberi


Rindu padamu tak pernah kunjung usai

__ADS_1


Tentang dia adalah tentangku


Beribu hasrat terkam jiwa rindu


Mengikis dinding jiwa yang gemetar


Menghancurkan debur kesunyian


Terikan rindumu membentang masa


Hentak rasa semakin keruh


Senandung hati menegurmu dalam buram


Teraduk rindu yang berkerlip jauh


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tatapanmu


Menyentuh jiwa


Semua tentang dirimu


Hanya berakhir dalam rindu


Lelah mencari cinta sejati


Hanya semu keindahan palsu yang datang


Yang menyatu mesra dengan hampa


Aku hanya penikmat rindumu


Sampaikan rasa ini untuknya


Ungkapkan segala rasa tentang dirimu


Senyummu meracuni sebagian jiwaku


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku mencintaimu


Seperti aku sekarang


Seperti awan terlintas hujan


Seperti kata yang tak terucap


Berhembus seperti angin


Membakar seperti api


Mencoba menulis semua indah tentangmu


Meski ku tau tak mampu membuat dengan sempurna


Mungkin aku seorang pecundang


Yang tak mengerti siapa dirinya


Mungkin aku seorang yang lemah


Yang tak mengerti perasaan


Apakah aku boleh menyentuhmu


Apakah itu keinginan yang terlalu besar


Ingin ku cari jawabannya


Gemerlap bintang semakin terang


Sedikitpun tak mau aku lukiskan


Bulan tersenyum dalam diam yang manis

__ADS_1


Aku tetap tak mampu merangkainya dalam cerita


“As the time goes on “


__ADS_2