
Batin mencoba menitih luka aksara baru
Bertamu pada pintu pintu patah hati
Terlilit golongan penikmat airmata
Berparas sayu yang remuk diam diam
Bersembunyi di cela puing kebodohan hubungan
Menyendiri di pojok cinta sendiri yang tak berkasih
Melihat dia yang masih bahagia dengan yang sekarang
Merobohkan harapan kembali bersama
Jika ada penyesalan jangan memohon untuk kembali
Memintaku untuk bertahan bukan melepas
Masih ada waktu melempar bayang
Menanya isi tentang khianat dan bakti
Yang tak tau arti sendiri
Bercumbu penuh roman di atas tubuh tak bertuan
Menodai rinai bulan yang mendekap erat
Melesap senyap bersama hujan yang *******
Semeja dengan musim semi
Yang lelah ku nanti membawa seseorang
Pandangan yang begitu sulit ku lepas***
Tanpa kata selamat berpisah
pergi dari hadapan selamanya
Mungkin kau tak pernah sadar
Bisa jadi kau malah tak peduli
Sungguh itu tak lagi penting
Sebab luka akan selalu membekas
Selalu tertuang semua isi kepala
Pada selembar puisi yang kini pergi
Ke suatu ruang sebuah istana
Penuh orang asing tak tau diri masing masing
Diluar salju turun melukai
Dalam helaan nafas yang semakin dalam
Dalam desir angan yang kian menjauh
Dalam ******* hati yang kian membiru
Entah duka entah suka yang dikecap
Hanya tetes hujan yang faham
Dalam biru yang kian menyatu
Tak ada kata yang terucap
Tapi selaksa makna terjawab
Datang dan pergi tanpa pamit
Menghembuskan asa hingga hanya dingin yang tersisa
__ADS_1
Yang sulit terlupakan saat tanpa tersadarkan
Aku tahu ini kisah yang sulit
Perubahan tidak ada dan berujung kata pisah
Ceriaku kini meredup
Suasana pagi layu terkulai
Terhempas semilir angin terbang jauh
Butiran pasir basah mengembun
Merubah suasana kelabu
Menjadikan bunga mawar malas mekar
Bertudung payung jingga mengembang senyum
Guguran air menyelubungi rona pipi senja
Meniduri relung relung kerinduan
Kala rasa menjatuhkan lara
Pertemuan perpisahan silih berganti tanpa salam
Bukan kuasaku menghakimimu
Tidak ada yang salah
Baik itu aku, kau maupun rasa itu sendiri
Semua telah tertulis dalam ketetapan
Walau hanya dijadikan tempat melepas penat
Merelakan kisah lalu bukan untuk melupakan
Terlukalah jalanku selama ini
Rasa demi rasa yang semakin sakit
Membuat hati tak lagi seperti sebuah serpihan berlian
setiap kali jejari merangkai bunga
Ucap cinta berguguran
Dalam rindu putih tak pernah tua
Memapak dalam dekapan kasih
Duka itu menjadi putih
Dalam kereta yang digiring putih
Wajah yang terbaring juga putih
Seperti rintik buih di kelabu gerimis
Raung menulari seluruh ruang dengan senandung duka
Waktu yang lama ku tunggu kini sudah tiba
Tanda perpisahan akhir datang menjelang
Memikul pilu tak di rasa
Luka dan darah menghiasi mereka yang berjuang menentang
Berpacu dengan denyut waktu
Aku sampai di perbatasan
Darah ku berlagu
Bersyair menentang dusta
__ADS_1
Maut seolah kematian menamatkan rindu
Tentang perjalanan yang belum selesai
Tersembunyi dari mata yang tak mau mencari
Terpaan gemuruh rasa dalam hati
Jarak kian membentang tergores kesedihan
Akankah semuanya jadi kenangan
Terkubur oleh waktu dan keadaan
Bergelut dengan rasa yang tak pernah bersahabat
Menjalani hari yang sulit untuk di mengerti
Bila harap tak menjanjikan harapan
Semua hanya menambah perih membuat luka
Lebih baik cinta itu pergi bersama angin
Yang tak meninggalkan jejak bersama mimpi yang yang terkubur benci
Mawar terkulai layu pucat
Hari hari tua hilang bersama kepergianmu
Aku seorang diri bernyanyi
Antara jumpa dan pisah tiada jarak
Hanya sebuah gerak
Yang bermula dari sebuah titik
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rasa ini sangat menyakitkan
Rasa ini sangat memilukan
Kepergianmu membuat lubang di hati
Membuat luka terpatri
Apakah ini perpisahan ?
Atau sebuah ujian ?
Pena sukma memahat di atas pasir putih
Bergulung ombak lautan kasih
Telinga mendengat desiran rindu
Sudah saatnya menghabisi
Merelakan adalah yang terbaik
Sakit hanyalah permulaan
Takut hanyalah bayangan
Bukan aku tak menyesal
Bila cinta membuat aku menyayang
Cintapun yang membuat aku membenci
Sakit yang tidak ku hendaki
Tanpa harus berkubang dalam penyesalan diri
Menyiapkan diri untuk segala kemungkinan
Yang tak sanggup aku mengerti seperti saat ini
__ADS_1