Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Tak berarti


__ADS_3

Batin mencoba menitih luka aksara baru


Bertamu pada pintu pintu patah hati


Terlilit golongan penikmat airmata


Berparas sayu yang remuk diam diam


Bersembunyi di cela puing kebodohan hubungan


Menyendiri di pojok cinta sendiri yang tak berkasih


Melihat dia yang masih bahagia dengan yang sekarang


Merobohkan harapan kembali bersama


Jika ada penyesalan jangan memohon untuk kembali


Memintaku untuk bertahan bukan melepas


Masih ada waktu melempar bayang


Menanya isi tentang khianat dan bakti


Yang tak tau arti sendiri


Bercumbu penuh roman di atas tubuh tak bertuan


Menodai rinai bulan yang mendekap erat


Melesap senyap bersama hujan yang *******


Semeja dengan musim semi


Yang lelah ku nanti membawa seseorang


Pandangan yang begitu sulit ku lepas***


Tanpa kata selamat berpisah


pergi dari hadapan selamanya


Mungkin kau tak pernah sadar


Bisa jadi kau malah tak peduli


Sungguh itu tak lagi penting


Sebab luka akan selalu membekas


Selalu tertuang semua isi kepala


Pada selembar puisi yang kini pergi


Ke suatu ruang sebuah istana


Penuh orang asing tak tau diri masing masing


Diluar salju turun melukai


Dalam helaan nafas yang semakin dalam


Dalam desir angan yang kian menjauh


Dalam ******* hati yang kian membiru


Entah duka entah suka yang dikecap


Hanya tetes hujan yang faham


Dalam biru yang kian menyatu


Tak ada kata yang terucap


Tapi selaksa makna terjawab


Datang dan pergi tanpa pamit


Menghembuskan asa hingga hanya dingin yang tersisa

__ADS_1


Yang sulit terlupakan saat tanpa tersadarkan


Aku tahu ini kisah yang sulit


Perubahan tidak ada dan berujung kata pisah


Ceriaku kini meredup


Suasana pagi layu terkulai


Terhempas semilir angin terbang jauh


Butiran pasir basah mengembun


Merubah suasana kelabu


Menjadikan bunga mawar malas mekar


Bertudung payung jingga mengembang senyum


Guguran air menyelubungi rona pipi senja


Meniduri relung relung kerinduan


Kala rasa menjatuhkan lara


Pertemuan perpisahan silih berganti tanpa salam


Bukan kuasaku menghakimimu


Tidak ada yang salah


Baik itu aku, kau maupun rasa itu sendiri


Semua telah tertulis dalam ketetapan


Walau hanya dijadikan tempat melepas penat


Merelakan kisah lalu bukan untuk melupakan


Terlukalah jalanku selama ini


Rasa demi rasa yang semakin sakit


Membuat hati tak lagi seperti sebuah serpihan berlian


setiap kali jejari merangkai bunga


Ucap cinta berguguran


Dalam rindu putih tak pernah tua


Memapak dalam dekapan kasih


Duka itu menjadi putih


Dalam kereta yang digiring putih


Wajah yang terbaring juga putih


Seperti rintik buih di kelabu gerimis


Raung menulari seluruh ruang dengan senandung duka


Waktu yang lama ku tunggu kini sudah tiba


Tanda perpisahan akhir datang menjelang


Memikul pilu tak di rasa


Luka dan darah menghiasi mereka yang berjuang menentang


Berpacu dengan denyut waktu


Aku sampai di perbatasan


Darah ku berlagu


Bersyair menentang dusta

__ADS_1


Maut seolah kematian menamatkan rindu


Tentang perjalanan yang belum selesai


Tersembunyi dari mata yang tak mau mencari


Terpaan gemuruh rasa dalam hati


Jarak kian membentang tergores kesedihan


Akankah semuanya jadi kenangan


Terkubur oleh waktu dan keadaan


Bergelut dengan rasa yang tak pernah bersahabat


Menjalani hari yang sulit untuk di mengerti


Bila harap tak menjanjikan harapan


Semua hanya menambah perih membuat luka


Lebih baik cinta itu pergi bersama angin


Yang tak meninggalkan jejak bersama mimpi yang yang terkubur benci


Mawar terkulai layu pucat


Hari hari tua hilang bersama kepergianmu


Aku seorang diri bernyanyi


Antara jumpa dan pisah tiada jarak


Hanya sebuah gerak


Yang bermula dari sebuah titik


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rasa ini sangat menyakitkan


Rasa ini sangat memilukan


Kepergianmu membuat lubang di hati


Membuat luka terpatri


Apakah ini perpisahan ?


Atau sebuah ujian ?


Pena sukma memahat di atas pasir putih


Bergulung ombak lautan kasih


Telinga mendengat desiran rindu


Sudah saatnya menghabisi


Merelakan adalah yang terbaik


Sakit hanyalah permulaan


Takut hanyalah bayangan


Bukan aku tak menyesal


Bila cinta membuat aku menyayang


Cintapun yang membuat aku membenci


Sakit yang tidak ku hendaki


Tanpa harus berkubang dalam penyesalan diri


Menyiapkan diri untuk segala kemungkinan


Yang tak sanggup aku mengerti seperti saat ini

__ADS_1


__ADS_2