
Kemaren....
kau masih bersamaku
Kita bercumbu dan merayu
Hari ini.....
tetap kita lalui bersama
dan
besok hanya sepenggal harapan
Dari kenangan yang telah terukir
Tanpa imajinasi yang muluk namun impian yang akan membawaku terlena
Aku yang berdiri berpijak diatas alas kaki ini
merentangkan segala asa yang ada
aku tidak menawarkan manis madu
tapi...
Memberikan sari manisnya kehidupan nyata
Saat rindu datang menyiksa
hidup serasakan mati
Dan seakan delusi yang sering menghampirin
Melepaskan tidak semudah yang di ucapkan
Merelakan tidak mudah untuk dilakukan
Bahagiamu adalah bahagiaku ternyata cuma ujaran kemunafikkan saja
Semua cuman kepalsuan dari setiap ucapan
Kenapa
begitu sulit untuk keluar dari dekapan bayangan dirimu
Yang selalu datang menghantui
Jika saja hati ini sebagai taman bermain
mungkin tidak akan terpuruk sedemikian dalam
sudah terlalu lama berjalan seorang diri
airmata tak henti mengalir
segelas anggur ditambahkan dengan rasa
masih jelas kapan terakhir kali aku menciummu
Awan putih menggembara melayang di langit
cinta yang terlalu melelahkan
hati berantakan
kelopak bunga beterbangan tertiup angin
Mengacaukan lautan hati
Cinta dikehidupan ini
__ADS_1
atau...
hutang dimasa lalu
harus melepaskanmu
Atau
memintamu tetap disisi
Sunyi.....
Sepi.....
senyap.....
Kian melanda dikala malam mulai menyapa
Hidup dalam bayangan dirimu
hidup dengan rasa sebak di dada karena rindu
Roda kehidupan makin tergerus oleh waktu
hari demi hari terlewatin
hanya bisa menunggu satu kepastian yang tidak pasti
Buat satu pertanyaan yang tidak ada jawabannya
akankah penantian ini sia sia ?
Ruang hampa dalam hati dan jiwa
Terbiarkan begitu saja
tanpa ada tujuan dari semua ini
melayang bagaikan butiran debu
Terhempas oleh alunan lembayung merdu yang menyiksa relung hati
dipermainkan oleh takdir yang tidak mengenal arti rasa
Inikah hidup yang di inginkan ?
inikah resolusi hidup yang di capai ?
ato inikah hidup di berikan tanpa ada hak buat memilih ?
1001 mawar hitam
1001 kemungkinan
cuman satu jawaban yaitu ketidakpastian
Lelah semakin menyelimutin kemunafikan dengan kepalsuan
Yang menyatakan semua akan baik baik saja
ternyata tidak....
hancur tak berbentuk ternyata
tenggelam dalam kepiluan
Jika.....
Andai.....
Seumpamanya....
__ADS_1
Mesin waktu mampu di putar balik
Serta ada pilihan yang bisa di pilih
tidak saling bersua dan mengenal akan jadi
Sebuah hasrat yang terpendam
Dentingan piano terdengar menyayat sukma
mendendangkan irama menyambut maut yang datang menyapa
menagih ikrar yang telah pupus
Waktunya buat kembali ?
Terdengar sayup bisikan dalam keheningan
Buat lepasin sesak di dada
Akhiri semua derita yang ada
Pantaskah buat sebuah pengorbanan?
sepadankah dengan kenyataan yang ada ?
Airmata berlinang penuh duka
tiap tetesan ungkapan jeritan hati
Dunia tak seindah panggung sandiwara
peranan nyata hanya lakonan saja
Yang ditata dalam sebuah peristiwa
saat hidup tanpa sandaran
terombang ambing dalam arus
Dipermainkan oleh takdir sesuka hati
Dalam ketidak seimbangan ini
Lewatin tiap lembaran kertas dengan pedih
Tangisan pilu dalam hati
iringin langkah yang tak berarti
Dengan sebuah niat yang pasti
keinginan kuat untuk mati
Seutas nyawa terbungkus dalam peti
melawan takdir yang tiada henti
Dari tanah kembali ke debu
berbaring damai buat berlalu
kenangan indah menari di kalbu
Ternyata hidup ini hanya semu
Jika dulu tidak merasa memiliki
Kehilangan tak kan terasa begitu perih
# too much love will kill you #
__ADS_1