Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Apa ya


__ADS_3

Langkah kaki terseok seok


Untuk terus tetap berdiri


Semakin marak sedih melalui jalan buntu


Mengais gais air mata tak bahagia


Meskipun sebuah kekosongan


Bingkai bingkai memainkan jurang kepentingan


Membuat mutiara tanpa tangisan duka


Hiburan tak menghibur lagi


Terbingkai apa yang diyakini


Menulis puisi mengatur perasaan hati


Kumpulan puisi tak bernyawa lagi


Perasaan kabur apa yang berarti semakin sunyi


Ucapan manis penyita kecewa


Mengumpat sedih menghadapi jurang pemberhentian


Kesan pendapat pandangan pangkal masalah


Nilai keraguan kebiasaan alunan ribuan bahasa


Masih seperti zaman purba


Bermain kata menyenangkan diri sendiri


Berebut ruang kenyamanan diri


Menghindari apa yang perlu diyakini


Jari jemari terasa dingin dan kaku


Gambaran jelas telah di tetapkan


Mencatat susunan kata menarik


Tetapi semua terus menghilang


Dan aku menyesal telah kehilangan


Satu barak memanjakan diri


Masih seperti dulu mengkuatirkan akan hidup yang hanya sekali saja


Gelisah mencari ruang dimana mendapatkan arti


Teguh dalam pengharapan demi sebuah kekaguman


Pengumpulan airmata meluruskan segala cara


Menginginkan satu kasih meskipun perih


Serupa embun yang jatuh dinihari


Terperangkap dalam timbunan daun mati


Cinta hilang arti rindu perlahan mati


Pulang tiada yang menanti


Hilang tiada yang mencari


Nyanyian cinta sumbing di ujung rindu


Mungkin saja ia sudah menjadi nisan


Dawai asmara tak terdengar lagi


Perlahan menepi disaat purnama melingkar


Hilang lenyap bersama lalu awan kelabu


Kaki lelah menyusuri jejak langkah


Dapatkah ia temukan setitik rasa


Saat rona jingga menghitam

__ADS_1


Persimpangan hati menghambat cahaya


Membuat aksara rindu kian tak terbaca


Rinduku tak kunjung beranjak


Aku kehilanganmu tanpa jejak


Rinduku untukmu tak tersampaikan


Rasaku tak teruraikan


Rindu tanpa batas hilang tak berbekas


Rindu tak pernah berujung meski kita tak lagi saling terhubung


Rindu untukmu menjadi separuh nafasku


Terus mengalir tanpa henti


Tanpa pernah bisa aku akhiri


Ceritaku masih tentangmu


Tentang dirimu yang selalu menghampiri lewat mimpi


Bidadari yang tak bisa dimiliki


Izinkan aku mencintaimu sekali lagi


Menemanimu dalam kebersamaan yang tak bertepi


Tak peduli sebuah pengakuan


Kepadamu yang kini menganggapku telah tiada


Jika tak bisa memiliki ragamu


Setidaknya aku masih bisa memeluk bayanganmu


Semua keindahan tak lagi berbekas


Rindu ini tak terbalas


Hanya semua kunikmati keindahanmu


Kesunyian merasuk dalam hampanya jiwa


Airmata kembali menitik tanpa suara


Tergores aksara menyayat sukma


Menggiringku pada dua sisi mata hati


Rasa ingin memiliki dan mencoba relakanmu pergi


Diantara ruang taman hati


Melempar rasa gelisah dan resah


Dalam serpihan waktu saat jarak membentang


Tak lagi kurasakan gelapnya malam


Tak lagi kurasakan dinginnya rembulan


Bercampur sedih dan kesal mengiringi untuk saling mengerti


Semua hilang ditengah badai kehidupan


Semua sudah terjadi tanpa perlu mengasihi


Cukup di kenang tanpa harus mengemis hati


Cintamu hanya sekedar pelangi


Indah namun tidak kekal abadi


Demi ego hancurkan hati dimakan oleh sepi


Menyisakan dinginnya hati dalam renungan


Setia hanya sebatas kata kata


Hangat dan menyegarkan jiwa


Namun harus tenggelam oleh sang malam

__ADS_1


Kata kata merupakan sebuah tujuan


Janji janji merupakan sebuah harapan


Namun semua hanyalah kemunafikan


Pasrah menerima kenyataan


Ditemani kesunyian dalam setiap tangisan


Kicauan burung burung tak henti bersahutan


Menyemangati jiwa yang telah padam


Hembusan angin menyelimuti hati


Dedaunan bergoyang dengan jenaka


Yang kini hanya sebatas kisah lama


Membangun diri dari mimpi kelam


Walau tak tahu apa yang ada di depan


Karena hidup sebuah perjalanan


Lelah pun tak terhiraukan


Bayang semua melanda tak terhindarkan


Menimbang mana yang memiliki kemungkinan


Tak sedikit sanggahan datang bergiliran


Berusaha agar dapat di dengar


Mengorek setiap inci ingatan


Mencari jawaban yang berharap sebuah kepastian


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=+++++++++++++++\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku hanya bisa berbisik


Agar tuhan tahu apa yang tercuplik


Dalam hati untuk dia yang indah


Kasih ini seutuhnya


Cinta ini tiada duanya


Namun ada jarak diantaranya


Haruskah runtuh semua asa


Terpuruk karena berbeda


Hati tak mau mengalah


Cinta tak bisa berbantah


Segala keindahan akhirnya acak acakan


Karena semua angan


Tak bisa satu di kebersamaan


Cuman karena akar budaya


Prinsip dasar manusia


Sebisa yang diusahakan


Untuk terlepas dari buaian duniamu


Untuk kabur dari lelahnya duniaku


Lebur bagaikan air


Mengalir tak tahu arah


Diri terhenyak perlahan bangkit


Saat terdengar suara berbisik


“ Inilah saatnya untuk pulang “

__ADS_1


__ADS_2