Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Musafir


__ADS_3

Aku.....


Sang musafir cinta


Penjelajah hati yang berkelana


disemesta ini


Seribu wanita


Seribu dermaga


Telah ku labuhkan hati


Arungin samudra mimpi


Dengan bekal kasih sayang


Sebagai penopang


Dan sauh pelanjut rasa


Aku...


Sang musafir cinta


Tak lelah mendambakan bahagia diujung penantian


Jejak kaki berderap memberi harapan meskipun terpelosok


Bentangan perjalanan seperti kisah para bidadari


Hanyalah sebuah keindahan dalam pelampiasan sunyi


Aku......


Sang musafir cinta


Berlari mengejar mimpi


Menapak bukit mencari kedamaian


Mengarungi hidup menjelajahi takdir


Diantara nista dan indah


Dihiasin godaan dan rayuan


Aku....


Sang musafir cinta


Telah lelah berada dalam gersangnya pasang kegelisahan


Dahaga akan kilauan biasan tipuan cinta pada mata hati


Lautan cinta hanyalah pasir hisap sebagai fatamorgana


Badai airmata menyapu harapan yang terkikis aus dalam raga yang semakin rapuh termakan waktu


Aku....


sang musafir cinta


Menjelajahi ribuan hati wanita untuk berlabuh dalam sebuah dermaga


Meski terkubur dalam tanah


Dengan duka yang mendalam


Kaki melangkah tertatih memelas harapan....


Aku.....


Sang musafir


Menyusuri malam yang mati


Di gelap berhenti sejenak


Dengan setitik misteri dalam kirana


Genggaman lepas berganti


Fajar senja yang nyata


Aku....


Sang musafir

__ADS_1


Mencari bayang yang terus berlari


Rindu akan sentuhan hati


Yang melebur dua denyut nadi


Berpayung hujan merinai


Menggigil dalam asa yang terpatri


Aku......


Sang musafir


Rindukan sangkar dalam biasan pelangi


Memagut dalam keremangan malam


Terbius suilan menimbang rasa


Lelapkan malam tuk bersua


Aku.....


Sang musafir


Menjamah teka teki jalan hidup


Awan memayungi mentari merestui


Membawa sepotong hati yang gersang


Dalam lapisan jiwa yang kering


Berkelana untuk sebuah hati yang bening


Kemana perginya bintang dilangit yang terbentang


Aku....


Sang musafir


Bukan pujangga cinta


Yang merana dalam derita cinta


Tertinggal mimpi tertinggal asa


Aku......


Sang musafir


Melangkah tiada henti


Menghempaskan waktu yang angkuh


Merobek angan setinggi langit


Melawan angin tangis tersedu


Akan gelapnya relung hati


Aku.....


Sang musafir


Berikan aku sedikit kisi


Agar dapat kusampaikan risalah hati


Yang selalu bertahta di kalbu


Siapa gerangan pemilik kasih


Yang menorehkan luka dalam tetesan pilu


Aku.....


Sang musafir


Penjelajah cakrawala dunia yang luas


Menggapai langit jiwa tak sanggup


Dengan udara sesak didada


Rindu menatap memeluk erat


Sebuah rasa yang telah hilang

__ADS_1


Aku....


Sang musafir


Dalam ruang dan waktu


Tersesat dalam belantara nista


Yang menggagahi hati dan jiwa


Terdampar dalam ujung bayangan


Aku....


Sang musafir


Menelusuri jalan setapak demi setapak


Sambil melukis goresan tinta kerinduan


Sebuah harapan yang terenggut oleh cinta


Gerhana menerjang cinta tak terarah


terdampar di pantai yang tak berujung


Aku......


Sang musafir


Dengan tubuh kotor dan terluka


Tertatih melangkah mencari aurora


Melewati bentangan pasir kerinduan


Dalam kelam raga yang rapuh


Rindu akan sentuhan sinar rembulan


Aku....


Sang musafir


Kaki bagaikan kristal yang berjalan


Beralaskan butiran debu


Dihiasin desah nafas sang dewi


Dalam lembah kelamnya sebuah asa


Berpeluh dengan sebuah rasa


Berselimutkan sebuah dahaga


Dalam pusaran oase cinta yang hitam


Aku.....


Sang musafir


Bergelut dalam putaran masa


Menyapa maut dengan tangisan bidadari


Menanti obat penawaran hati


Tercium aroma bayangan mentari


Menyapa bumi tanpa lelah


Dengan sejuta misteri dari langit


Aku....


Sang musafir


Menghadang maut menantang suratan


Dalam lelah menapak tebing


Berseteru dalam misteri


Sempurna dalam kerapuhan


Bersujud dengan kegoyahan


Menantikan sapaan sebuah pusara

__ADS_1


# Lelah.... lelah


__ADS_2