
Ketika rona cinta mulai semu
Membungkam gemawan rindu
Dalam syahdu menitip kasih
Dalam derap sunyi yang tiada kilauan dalam kabus suram
Aksara cinta di persiakan bagaikan tiada arti
Tergamam seketika biasan rindu
Menjerit pilu dalam tenunan serakah kasih
Meronta dalam kepekatan resah
Melerai setiap gulung rindu saat tirai cinta kian malap
Usang mencoret tinta berdarah di sanubari
Sepi dalam kelam
Lentera kasih merangkai listrik rindu bernoda menggapai mimpi yang tak berkesudahan
Detik sepenggal kasih berlalu sayu
Merangkul rindu mendekap kasih
Membisik sayup di keheningan
Cinta mereda lembah sepi
Kala salju cinta mencair sudah
Dan ku biarkan embun menetes di dedaunan
Rindu mengusap lembayung kasih takkala gelora menyerbu rimbunan cinta meresap asa
Semarak cinta menghiasi ruang
Berkelipan cahaya kasih dalam dekapan
Berpaut di dahan rapuh
Rindu menggamit lesu dalam untaian berlabug di tepi samudra
Berkemudikan sauh cinta
Berseloka rindu tersimpul di pelaminan
Di tebing cinta terbelenggu
Di pesisir rindu tiada bertepi
Di pusaran kasih bersimpuh malu dalam renungan
menatap
D sukma belaian kasih
Terusik buaian cinta dalam pelukan sayup
***************************************************
Awal mulai ceria selalu
Pertengahan rasa mulai resah
Bagai kemelut di muara kasih
Lerai di pertengahan
Harapan hanya sebuah pengharapan
Dalam kertas yang tertulis tertumpah air
Kabur jelas pandang mata
Nyata anyaman kasihku kasihmu tiada ujung
Pintal benangmu tidak di simpul
Takdir tertulis kau dan aku tak bisa menyatu
Mampukah kau selami tasik dihatiku
Namun kau terus diam tanpa kata
Tiada serangkapan jawaban
Dari bibirmu yang terus bungkam diam
Ingin berlari namun tak bisa
Bagai kaki terantai terikat oleh kasihmu
Namun tiada ikatan di ujungnya
Dalam laku jujurmu
Nampak ikhlas bukan belas
Walau taut erat dan dekat
Kadang aku bagai tidak mengenalmu
Kau tidak pernah memaksa
Untuk aku meluahkan rasa
Seakan menguji sebisa mungkin untuk bersabar
Kemungkinan bertahan atau runtuh
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Menunggu dalam penantian
Duduk sendiri di tepian hati nan sepi
Mengembara jiwa entah kemana
Sementara raga terpasung dilema
Terkadang curiga merongga dada
Terkadang cemburu meruah kakbu
Terkadang hati sulit mengendalikan emosi
Goda gelisah mengambang ruang
Hambar terserang
Ada mata di jaga doa
Dimana hati nyatakan rona berlinang pinta
Seberapa lama lagi aku menunggu
Kau tak jua datang menyapaku
__ADS_1
Adamu begitu hampa dan samar
Aku lelah sudah menunggu
Jauh di relung hati
Rintih tangis memaki hati
Menanti cinta yang tak pasti
Entah dimana kau kini
Duniaku terasa mati sunyi menepi
Terlampau lama terdekap sunyi
Hanya bertemu dan berc*umbu lewat mimpi
Sedang nyata tetaplah sama
Terkunci di balik jeruji sepi
Bilakah ini berujung
Mungkinkah terlalu jauh rasa ingin menyentuh hatimu
Aku yang terlalu lama berdiam diri di penantian
Menjadi jiwa yang rela atas takdir cinta ini
Menjadi dua insan yang terjerat pikat rindu
Terhalang oleh tembok waktu
Hanya bisa merelakan diri pada sumpah cinta ini
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Menanti jawab mengulas tanya
Menghitung berbait sajak asmara
Harap berbalas rasa yang sama
Beku kangkah mematikan rasa
Goresan pena menyuarakan gema rasa
Berbaur aksara dalam nyata dan maya
Kau tikam jiwa merayu penuh cinta
Raga bergetar menciptakan bara
Lembut sutra sehangat kapas putih
Masih dalam hasrat cinta
Naungan rinduku menjadi satu
Lamunan desiran ombak
Menyairkan memori sendu
Hingga berlinang tersedu sedu
Bahasa isyarat syair kalbu
Lewatan goresan langit bahasa rindu
Tentang puisi jiwa tak terbaca
Utuh tersimpan dalam lemari hati
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Engkau yang jauh di sana
Cintaku sepasang mata buta
Terus menanti kau hadir disisi hati
Menghimpit bait terlerai senyap
Kesepian hati hanya tersiram rindu
Merindu purnama pada langit kelabu
Gelap rasa menutup ruang kalbu
Hilang dalam bingkai terang dirimu
Sepenggal cerita tak lagi terjelajahi
Karena cinta tak lagi searah
Mekar layu harapan
Pudar sebuah impian
Jiwaku gersang tak ada tangan yang memapah
Menoreh aksara tanpa makna
Melangkah ditemani kesepian jiwa
Kesendirian di gerbang senja
Sepatah kata yang terucap membawa luka
Ku coba merangkai namun sia sia
Rindu yang hilang dapat tergantikan
Pagi yang hambar ditemani wangi kopi
Kopi pekat tersajikan
Kau yang dingin dan kau yang membisu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak kan ku seka sembab matamu
Tak kan ku hapus jejak basah itu
Biarlah menjadi sungai dilembah hatiku
Akulah muara segala kesedihanmu
Menangislah sederas sungai membelah kelam
Jika itu bisa membuatmu larut dan terdiam
Kehidupan tidak selalu meninggalkan keindahan
Biarlah kenangan membungkus di kejauhan
Hujankan airmatamu didadaku
Rebahlah dalam pangkuan
__ADS_1
Untuk tumpahkan segala gundah
Jangan bersedih kasih
Masih ada aku yang menyayangimu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku sadar....
Aku hanyalah pengganti
Aku sadar....
Peranku bukan sebagai tokoh utama
Aku hanya sebagai sebuah hiburan
Sebagai sebuah tempat persinggahan
Tak ada yang menetap untuk bertahan
Datang membawa berjuta kenangan
Rasa senang dan juga sedih
Aku hanya mengobati tanpa pernah terobati
Memperlakukan aku sesuai keinginanmu
Menjadi hati persinggahan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bagai awan gelap yang pekat
Menutupi cahaya sang mentari
Seperti badai di laut hati
Menghancurkan semua rasa ini
Kau pergi tanpa pamit
Kau tinggalkan aku tanpa seucap kata
Berikan aku rasa sakit yang sangat
Di hati yang telanjur cinta
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tersimpan rapi panji panji asmaraku di lemari masa
Sedikit terkoyak oleh tajamnya kuku sang waktu
Mengeja masa menyulam rasa
Menyunting kelu di hati batu
Tersadar luka ini semakin manis
Ukiran kecewa semakin bengis
Maaf.....
Bukan sengaja aku mengurai kata
Mencipta kalimat agar kau baca
Menoreh aksara dengan harap menembus sukma
Pada sebelah takdirku
Separuh kakiku berpijak
Pada setengah cinta yang aku sisakan
Pada satu nama yang senantiasa aku abadikan
Sendiri menimbang janji
Yang sekian lama aku sucikan
Satu diantara dua yang berbeda
Memilih adalah hal yang tak mungkin
Aku masih berdamai pada gejolak hati
Ketika aku harus memilih
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ingin ku pasung luka ini yang tak pernah mengering
Semakin perih dan jadi berkeping keping
Ingin ku tikam rasa ini
Agar tak dapat lagi menggores hati
Sungguh romantis kepedihan yang ku rasakan
Menjerat nadi mengaliri luka
Kau belai hati ini dengan raungan pilu, Kasih
Kau belai rindu ini dengan rintihan
Bagai alunan lagu yang terkapar di hamparan sahara
Menghujam asa lewat puisi cinta
Menjarah kata lewat goresan tinta
Rindu terpahat pada bujuk rayu
Kasih terpatri pada onggokan tirani
Memikat rasa dalam jelaga rindu yang tak nyata
Tersirat luahan rasa di beranda
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cukup kisah terjalin
Hanya pada rindu inginkan senggama
Terlampiaskan hanya diatas ranjang
Begitu ingin hasrat memuncak ubun
Baling baling rindu sudah menimbun
Gegas bertandang ingin bersanding
Liarkan tubuh menggapai *******
Hanya untuk mengeluh puas
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=