Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Gado gado


__ADS_3

Ketika rona cinta mulai semu


Membungkam gemawan rindu


Dalam syahdu menitip kasih


Dalam derap sunyi yang tiada kilauan dalam kabus suram


Aksara cinta di persiakan bagaikan tiada arti


Tergamam seketika biasan rindu


Menjerit pilu dalam tenunan serakah kasih


Meronta dalam kepekatan resah


Melerai setiap gulung rindu saat tirai cinta kian malap


Usang mencoret tinta berdarah di sanubari


Sepi dalam kelam


Lentera kasih merangkai listrik rindu bernoda menggapai mimpi yang tak berkesudahan


Detik sepenggal kasih berlalu sayu


Merangkul rindu mendekap kasih


Membisik sayup di keheningan


Cinta mereda lembah sepi


Kala salju cinta mencair sudah


Dan ku biarkan embun menetes di dedaunan


Rindu mengusap lembayung kasih takkala gelora menyerbu rimbunan cinta meresap asa


Semarak cinta menghiasi ruang


Berkelipan cahaya kasih dalam dekapan


Berpaut di dahan rapuh


Rindu menggamit lesu dalam untaian berlabug di tepi samudra


Berkemudikan sauh cinta


Berseloka rindu tersimpul di pelaminan


Di tebing cinta terbelenggu


Di pesisir rindu tiada bertepi


Di pusaran kasih bersimpuh malu dalam renungan


menatap


D sukma belaian kasih


Terusik buaian cinta dalam pelukan sayup


***************************************************


Awal mulai ceria selalu


Pertengahan rasa mulai resah


Bagai kemelut di muara kasih


Lerai di pertengahan


Harapan hanya sebuah pengharapan


Dalam kertas yang tertulis tertumpah air


Kabur jelas pandang mata


Nyata anyaman kasihku kasihmu tiada ujung


Pintal benangmu tidak di simpul


Takdir tertulis kau dan aku tak bisa menyatu


Mampukah kau selami tasik dihatiku


Namun kau terus diam tanpa kata


Tiada serangkapan jawaban


Dari bibirmu yang terus bungkam diam


Ingin berlari namun tak bisa


Bagai kaki terantai terikat oleh kasihmu


Namun tiada ikatan di ujungnya


Dalam laku jujurmu


Nampak ikhlas bukan belas


Walau taut erat dan dekat


Kadang aku bagai tidak mengenalmu


Kau tidak pernah memaksa


Untuk aku meluahkan rasa


Seakan menguji sebisa mungkin untuk bersabar


Kemungkinan bertahan atau runtuh


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Menunggu dalam penantian


Duduk sendiri di tepian hati nan sepi


Mengembara jiwa entah kemana


Sementara raga terpasung dilema


Terkadang curiga merongga dada


Terkadang cemburu meruah kakbu


Terkadang hati sulit mengendalikan emosi


Goda gelisah mengambang ruang


Hambar terserang


Ada mata di jaga doa


Dimana hati nyatakan rona berlinang pinta


Seberapa lama lagi aku menunggu


Kau tak jua datang menyapaku

__ADS_1


Adamu begitu hampa dan samar


Aku lelah sudah menunggu


Jauh di relung hati


Rintih tangis memaki hati


Menanti cinta yang tak pasti


Entah dimana kau kini


Duniaku terasa mati sunyi menepi


Terlampau lama terdekap sunyi


Hanya bertemu dan berc*umbu lewat mimpi


Sedang nyata tetaplah sama


Terkunci di balik jeruji sepi


Bilakah ini berujung


Mungkinkah terlalu jauh rasa ingin menyentuh hatimu


Aku yang terlalu lama berdiam diri di penantian


Menjadi jiwa yang rela atas takdir cinta ini


Menjadi dua insan yang terjerat pikat rindu


Terhalang oleh tembok waktu


Hanya bisa merelakan diri pada sumpah cinta ini


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Menanti jawab mengulas tanya


Menghitung berbait sajak asmara


Harap berbalas rasa yang sama


Beku kangkah mematikan rasa


Goresan pena menyuarakan gema rasa


Berbaur aksara dalam nyata dan maya


Kau tikam jiwa merayu penuh cinta


Raga bergetar menciptakan bara


Lembut sutra sehangat kapas putih


Masih dalam hasrat cinta


Naungan rinduku menjadi satu


Lamunan desiran ombak


Menyairkan memori sendu


Hingga berlinang tersedu sedu


Bahasa isyarat syair kalbu


Lewatan goresan langit bahasa rindu


Tentang puisi jiwa tak terbaca


Utuh tersimpan dalam lemari hati


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Engkau yang jauh di sana


Cintaku sepasang mata buta


Terus menanti kau hadir disisi hati


Menghimpit bait terlerai senyap


Kesepian hati hanya tersiram rindu


Merindu purnama pada langit kelabu


Gelap rasa menutup ruang kalbu


Hilang dalam bingkai terang dirimu


Sepenggal cerita tak lagi terjelajahi


Karena cinta tak lagi searah


Mekar layu harapan


Pudar sebuah impian


Jiwaku gersang tak ada tangan yang memapah


Menoreh aksara tanpa makna


Melangkah ditemani kesepian jiwa


Kesendirian di gerbang senja


Sepatah kata yang terucap membawa luka


Ku coba merangkai namun sia sia


Rindu yang hilang dapat tergantikan


Pagi yang hambar ditemani wangi kopi


Kopi pekat tersajikan


Kau yang dingin dan kau yang membisu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak kan ku seka sembab matamu


Tak kan ku hapus jejak basah itu


Biarlah menjadi sungai dilembah hatiku


Akulah muara segala kesedihanmu


Menangislah sederas sungai membelah kelam


Jika itu bisa membuatmu larut dan terdiam


Kehidupan tidak selalu meninggalkan keindahan


Biarlah kenangan membungkus di kejauhan


Hujankan airmatamu didadaku


Rebahlah dalam pangkuan

__ADS_1


Untuk tumpahkan segala gundah


Jangan bersedih kasih


Masih ada aku yang menyayangimu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku sadar....


Aku hanyalah pengganti


Aku sadar....


Peranku bukan sebagai tokoh utama


Aku hanya sebagai sebuah hiburan


Sebagai sebuah tempat persinggahan


Tak ada yang menetap untuk bertahan


Datang membawa berjuta kenangan


Rasa senang dan juga sedih


Aku hanya mengobati tanpa pernah terobati


Memperlakukan aku sesuai keinginanmu


Menjadi hati persinggahan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bagai awan gelap yang pekat


Menutupi cahaya sang mentari


Seperti badai di laut hati


Menghancurkan semua rasa ini


Kau pergi tanpa pamit


Kau tinggalkan aku tanpa seucap kata


Berikan aku rasa sakit yang sangat


Di hati yang telanjur cinta


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tersimpan rapi panji panji asmaraku di lemari masa


Sedikit terkoyak oleh tajamnya kuku sang waktu


Mengeja masa menyulam rasa


Menyunting kelu di hati batu


Tersadar luka ini semakin manis


Ukiran kecewa semakin bengis


Maaf.....


Bukan sengaja aku mengurai kata


Mencipta kalimat agar kau baca


Menoreh aksara dengan harap menembus sukma


Pada sebelah takdirku


Separuh kakiku berpijak


Pada setengah cinta yang aku sisakan


Pada satu nama yang senantiasa aku abadikan


Sendiri menimbang janji


Yang sekian lama aku sucikan


Satu diantara dua yang berbeda


Memilih adalah hal yang tak mungkin


Aku masih berdamai pada gejolak hati


Ketika aku harus memilih


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ingin ku pasung luka ini yang tak pernah mengering


Semakin perih dan jadi berkeping keping


Ingin ku tikam rasa ini


Agar tak dapat lagi menggores hati


Sungguh romantis kepedihan yang ku rasakan


Menjerat nadi mengaliri luka


Kau belai hati ini dengan raungan pilu, Kasih


Kau belai rindu ini dengan rintihan


Bagai alunan lagu yang terkapar di hamparan sahara


Menghujam asa lewat puisi cinta


Menjarah kata lewat goresan tinta


Rindu terpahat pada bujuk rayu


Kasih terpatri pada onggokan tirani


Memikat rasa dalam jelaga rindu yang tak nyata


Tersirat luahan rasa di beranda


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Cukup kisah terjalin


Hanya pada rindu inginkan senggama


Terlampiaskan hanya diatas ranjang


Begitu ingin hasrat memuncak ubun


Baling baling rindu sudah menimbun


Gegas bertandang ingin bersanding


Liarkan tubuh menggapai *******


Hanya untuk mengeluh puas

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2