
L.......
Lintasan kenangan bermain dalam bayangan
lamunan menerawang ke ufuk timur
Lembayung ungu hadir di balik cahaya
lantunkan nada irama padang pasir
lirik syahdu mendayu dayu
lenyapkan jiwa tak bertuan
Lembutnya sinar dimatamu
lama memandang terbuai madumu
lupa dengan impian semu
lupa tentangmu
lupa letak dimana hatimu
Luka yang di torehkan
lobang yang perih
layaknya sebagai insan yang tak dianggap
Lalu lalang ibarat angin malam
Lelah menatap ujung semesta
luka menganga di peraduan jingga
Lahirkan tawa kecil bagai hujan tak bertepi
Lapuk tergerus waktu
Luluh dalam dekapan asa
Luruh rasanya dalam dekapan
Linangan embun menghiasi pipi
Liang tanah merah jadi saksi
Lebur derita berselimut kasih
Lantunan doa membasuh harap
I..........
Ilusi bayang bayang kekasih menari indah
Iman terguncang hasrat meronta
Irama dalam tiap hembusan nafasku dan derasnya aliran darahku merasuk ke dalam jiwa
Ikatan luka di sudut mata
Indah terasa hingga akhirnya menyiksa batin
Isi hati terkoyak hingga membiru
Inikah hidup pada duka dan kecewa ku bertanya
Impian terbang melayang
Ini hati hancur tak bertuan atas pengkhianatan
Ilusi mimpi menyerang hati
Ingin menarik hati yang sakit dan merobeknya
Ingin menangis tapi uda kering air mata
__ADS_1
Ingin pergi, pergi sejauh mungkin
N........::
Niat melarikan diri dari mimpi
Niat melupakan
Niat berlari dari kenyataan
Niat menemukan cara mengatakan selamat tinggal
Namun......
Nyeri tak sanggup karena uda terlalu lelah
Nafas terakhir terlihat hilang
Naluri menyatakan berhenti
Nalar menyatakan jangan
Namamu selalu ku agungkan
Namun siapa aku cuman beban dalam hidupmu
Noda terlukis tanpa ada yang gubris
Nada tercipta tanpa iringan syair
Netra memandang dalam kehampaan
Nestapa diam menyelimutin jiwa
Netralisasi dari keadaan alam
Neraka seakan datang menyapa
Nisan bersanding di pusara cinta yang usang
D........
Dari kejauhan kedengaran irama padang pasir
Dawai gitar terpetik dengan indah
Dedikasikan sebuah nada buat jiwa yang merana
Dahagakan kerinduan ini
Dalam sebuah kebisuan
Dengan dilema denduman doa di dada
Dua kata sebaris makna
Durjana hadir selaksa duri
Dusta terlahir dari sebuah pembenaran
Dupa mengasap kabut melanda
Deburan ombak menyanyikan senandung alam
Debaran hati menyayat pilu
Dan.......
A......
Aku yang dulu sudah tiada
Aku yang sekarang cuman jiwa yang kosong
Aku mengejarmu dalam serpihan waktu
Awan kelabu menjatuhkan rintik rindu
__ADS_1
Akara menghilang senja menyapa dengan lunglai
aku mendekap erat cakrawala cinta
Angan melayang terbang jauh
Ada rasa perjalanan hati
Asa di kenang dalam dendam dan penyesalan
Abadi bersemayam dalam tiap helaan nafas
Aku rindu sentuhan dan pelukanmu
Aku memimpikanmu dalam keramaian
Aku bangun dan menangis
Airmata jatuh pasrah dipelupuk mata
Aku ingin lari dan bersembunyi
Aku ingin nangis dan menjerit
Aku ingin terus maju tapi sulit melepaskan
Akhirnya yang tersisa cuman
AKU Dan Sesosok bayangan misteri
ilusi mimpi menyerang jiwa
Tak kala hidup serasa tak berarti
Kenangan semua menghiasi dengan duri
lelah kaki melangkah dalam pusaran waktu
Menikmati proses tanpa tujuan
Tersiksa dalam kenangan
Terbelenggu dalam belaian kerinduan
Dalam jemu aku membisu
Diam termenung terbentuk dalam kehampaan
Parodi panggung sandiwara cinta
Luka ini terlalu dalam
Hati hancur tak bertuan
Jiwa sekarat sampai akhir hayat
Akankah hilang tersapu ombak derita ?
Kenangan tersimpan dalam bingkai permata hati
Aku sungguh kehilangan dan hancur termakan waktu
Begitu sepi....
Terpuruk diam membisu
Dan.....
Akhirnya....
Beristirahat dalam lamunan sebuah
FATAMORGANA
Terlihat ada namun tiada........
__ADS_1
SEMU.......