
Ya Tuhan
Hanya doa yang aku punya
Ya Tuhan
Aku bukanlah pria sempurna
Aku juga bukan harapannya
Tapi
Aku adalah pria yang mencintainya Engkau tau itu
Aku sungguh memohon kepada-Mu
Izinkan aku menjadi hamba yang lebih baik
Ku mohonkan berjuta maaf dan ampun Kepada-Mu dan juga kepadanya
Na
Dikala mentari menyongsong di ufuk timur
Tak mengalahkan indahnya melihatmu saat aku terbangun tidur
Seperti ujung kuku yang selalu tumbuh meski selalu dipotong
Begitulah rasa rinduku meski hanya sedetik berpisah denganmu
Na
Diammu lukaku
Senyummu bahagiaku
Tawamu anugrah terindah dalam hidupku
Aku berharap malam tak bertemu fajar
Gelap tak berganti terang
Sehingga aku dapat memeluknya erat selamanya
Seluruh kelelahan tergambar di wajahnya
Sejuta keletihan tergurat di wajahnya
Namun tak terdengar keluh kesahnya akan semua itu
Kau seumpama malaikat disurga, Na
Jangan ada dusta dan khianat
Senantiasa jujur
Pegang teguh amanat nurani suci
Jangan sampai tergelincir
Terbuai di ombak lalai
Terhanyut di arus lupa
__ADS_1
Untukmu, Na
Terimalah persuntingan jiwaku
Bersama sama marilah melangkah
Seiring sejalan meniti cahaya cahaya
Berlayar searus segelombang menuju DermagaNya
Anganku menemukan langitnya dimatamu
Matamu bagai bulan purnama bersinar terang
Bertaburkan gemerlap berjuta bintang
Kesunyianku hilang di keluasan hamparan
Aku terbang bagai belibis di langit
Terbang dan terbang mengikuti nyanyian alam
Saat cahaya semakin tinggi kutatap langit
Terbesit dalam benak satu nama yang terindah
Dirimu
Na
Aku mengajakmu masuk ke dalam hati dan jiwaku
Aku bahkan tidak mengenalmu
Sentuhlah tanganku adalah ajakan agar kau menatapku
Tapi berani aku katakan bahwa bening tak ada syarat untuk aku menyayangimu
Terlihat tak beda dengan daya khayalku yang terlalu tinggi
Tidak benar jika dikatakan ini tak berguna
Ini berguna karena hati yang sudah bergerak tanpa bicara
Ini tak butuh perhatian siapapun
Karena hanya satu garis yang ku bangun
Antara kau dan aku
Ini bukan masalah siapa dengan siapa
Siapa yang jatuh cinta
Siapa yang butuh cinta
Dan siapa yang sedang mencari cinta
Ini masalah perasaan yang tumbuh dengan baik
Tidak ada variabel
Karena cinta ini tanpa syarat
__ADS_1
Dan Na
Aku ingin berkarya di hatimu
Memandu cinta dengan deretan puisi indah yang ku tulis
Yang membuat diriku mampu untuk menulis abjad demi abjad namamu
Anganku menjulang tinggi
Menggapai asa menyentuh putih mega
Habis miskin anganku kering
Menguap oleh hawa panas sang mentari cinta
Anganku kian melayang tanpa batas
Ketika saksikan raga bersenandung tanpa balas
Berteman guratan bait bait puisi asa semu
Anganku mungkin terkesan gelap padamu
Namun cintaku putih seputih wajahmu, Na
Andai dirimu tau
Aku padamu laksana katak di tengah kemarau panjang
Dengarkan bait sandi sandi puitisku
Dengarkan dan ajarkan padaku
Menunggu hujan dari hatimu
Na...
Kita berdua hanya manusia
Dari jenis yang berbeda
Tapi tercipta untuk bersama
Dalam keagungan maha pencipta
Aku temukan arah lurus
Aku temukan keindahan di wajahmu
Aku mencarimu dengan niat
Dan meminnangmu dengan doa
Hujan membawa lamunanku malam ini pada-Nya
Rintiknya merdu menghantarkan untaian doa yang sederhana
Zahir rana keraguan
Alur cinta ini tak pernah bermuara
Sajak kita akan menjadi sajak tak bertuan selamanya
__ADS_1
Namun akan ku ramu dalam doa doa di sepertiga malamku
———————————————————————