Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Xoxoxox


__ADS_3

Aku tak tau


Apa itu arti kehidupan


Apa itu kesendirian


Apa itu perasaan


Ingin ku cari jawabannya


Tapi tak ada yang tau


Ingin ku tau apa itu cinta


Seberapa hebat kekuatan yang di miliki


Mungkin aku seorang pecundang


Yang tak mengerti siapa dirinya


Mungkin aku seorang yang lemah


Yang tak mengerti perasaan


Hanya bisa menyesali waktu


Menangisi kisah hidup yang tolol


Menangisi semua rasa sakit


Meratap sesal yang membeku


Semuanya terlambat sudah


Semua sudah menjadi debu


Hitam membayang


Kesempatan harapan raib sudah


Aku hancur berkeping


Aku memang rapuh bagai kelam


Aku selalu menjadi rentetan kegagalan


Aku seonggok sampah yang pantas ada dibawah kaki


Beginikah cara takdir mempermainkanku ?


Asa yang terpendam


Sudah usang tanpa jejak


Semakin jauh aku melangkah


Semakin aku tersesat dan tenggelam


———————————————————————


Aku pergi


Untuk sudahi lara dari tajamnya tutur


Berdiri pada ego


Berpangku membutakan mata hati


Kata samar telah ku rakit


Ku titip pamit


Undur menepis sesak menghimpit


Tugasku telah selesai


Dalam mengejar angan dan mimpi

__ADS_1


Maaf dengan segala ego yang ada


Akasa berhamburan


Tak kala kisah tercipta telah sirna


Biarkan terbawa angin


Lalu hilang dan terlupakan


Ujung senja di akhir cerita


Sepenggal kisah kelam di tepian kepahitan


Cerita dari kusamnya hati yang berdebu


***************************************************


Aku bercinta atas namamu


Atas saksimu


Dan diatas nisanmu


Ku tuliskan surat tentang rinduku pada mati


Tentang suara yang ku cintai berhenti membelai


Ku pahat batu nisan sendiri


Dan kupagut


Bunga layu termakan rapuhnya usia


Sekuntum bunga tak berwarna diatas tanah kubur


Kering tanpa airmata


Pohon terakhir tak sempat tertanam di batu nisan


Matahari yang sama di persinggahan


Nisan terpahat dari bunga mekar penghabisan


Terkubur dalam lukisan tanah


Terpendam dalam alunan kalbu


Terdiam menyendiri sepi


Dikala airmata tak berarti lagi


Terkubur dalam reruntuhan hati


Jika hati melampaui kerasnya baja


Sentuhan melekatkan aroma bunga


Tiap kata ada ruang kosong


Membentang menjadi jurang


Nyawa ku titipkan pada kunang kunang


Agar kata mencoba menemukan makna


Pujangga berlagu


Tentang waktu mengekang rasa


Tentang jarak membius rasa


Batu nisan pembawa rindu


Membasahi kain hitam


Menggenggam gambar keabadian

__ADS_1


Dosa seutas sayatan kulit ari


Pandir jiwa bersimbah airmata


Pusara cinta pusara kenangan


Bunga kamboja selaksana Melati


Wewangi terhirup aroma cendana


Kesedihan rekat di badan nisan


Yang menyisakan tulang


Dari makam yang telah usang


Rindu tanpa nista


Mengukir resah dengan desahan**


Mengungkap rasa dengan aksara***


Mawar melati kembang kantil


Diatas basah makam dosa


Melayu kelopak kembang membalur nisan


Batu nisan terukir namaku dan namamu


Sekerat hati terselip diantara nama kita


Wajah tandus merindu sentuhan lembut


Terkubur dalam tumpukan kamboja


Sejuta duka tersimpan dalam rintik hujan


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Tubuhku telah lebur ke udara


Berpagut mesra pada haluan semesta


Menjadi abu tanpa bunga kamboja


Dan....


Aku bukan lagi kenangan yang menikam


Bagai dinding kelam yang membatu


Tak ada lagi dusta yang mengambang di hati


Dosa dan cela redam dalam damai


Seperti hujan memusuhi bintang


Kata tergenang agar tetap di kenang


Rupa cahaya tak jelang remang


Arah menghilang di ujung pandang


Isi hati sesakit di ujung gamang


Jelang petang berkabung menusuk jantung


Jiwaku cuman pion yang akan tumbang


Dalam lobang yang berkubang


Aroma nikmat dunia tak kurasakan lagi


Rasa sakit telah usai sudah


Nisan berbatu memaku senyum

__ADS_1


Menggalang radang seisi gelanggang


__ADS_2