Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Ough


__ADS_3

Caramu menyayangiku membunuh rasaku


Meluruh rasa di waktu yang salah


Tak mampu mengatur rindu


Tak terusik pada pekatnya malam


Rindu menyebar seluruh tubuh


Gulirkan tetesan peluh terisak lara


Hadir dari goresan genangan sejarah


Mengekang rasa dalam asa


Derita kian mewabah


Segala gundah makin tak terarah


Dalam hening mencoba bernyanyi


Ungkapkan rasa yang tak bisa berbunyi


Lelah kurasakan sendiri


Hangat kecupan dan pelukmu tersimpan dalam rindu


Pada senja ku titipkan lelah dan rinduku


Biar kau tahu berartinya hadirmu


Bias keremangan memudarkan kasih


Memutar hati menguak ilusi


Menggugah hati kala gelisah


Air hujan menetes berduka


Menyibak tirai kegalauan jiwa


Berhembus angin membelai lembut


Meliuk menari rumput nan ayu


Merayu jiwa bernyanyi kerinduan


Sehalus awan di langit


Bersama bayang bayang semu


Memandang indah seduh sedih merasakan sunyi


Aku masih seperti yang kemaren


Membelai bayangmu dalam hening


Detik ini mengalah pada waktu


Serpihan malam berselimut bayang semu


Ku lukis indah mega wajahmu


Seribu ceria bertabur riang gemerlap bintang


Ketulusan akan sebuah kata sarat makna

__ADS_1


Tak pernah tercipta termakan sang waktu


Aku cuma sebuah bayangan gelap


Dan....


Kau bidadari yang terlelap


Luka yang terpendam


Kenangan yang tak pernah bisa ku lepas


Perasaan ini selalu menjebakku


Seakan terpatri di hati


Benci hati untuk bertanya


Apakah kau juga sama atau tak ada rasa lagi ?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku masih disini


Di jauh kedalaman hatimu


Dalam nuansa cinta berkalang kabut


Berselimut hangat menerpis resah hati yang takut


Aku bukanlah dia


Orang yang kau harapkan sempurna


Sungguh aku takkan pernah bisa


Aku seperti tak mengenalmu


Aku yang dulu dengan kau yang sekarang


Waktu terus melaju tanpa henti


Aku tak bisa melihat dengan mataku


Tapi aku bisa merasakan dengan hatiku


Memang aku bukan yang terbaik untukmu


Tapi aku mengerti arti menjaga perasaan


Selembar hati terbadai kecewa


Kepingan duka perih serak rintihan jiwa


Kian merambah dalam getirnya rasa


Dua rasa yang mencinta


Terkikis dinding harapan


Jurang penghalang pada sulam kemesraan


Selembar cinta tercipta luka hati


Tajam dusta merobek rasa


Pudar cahaya kasih tinggal lamunan duka

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Membingkai cerita nyata di alam maya


Indah di kenang dalam ilusi jiwa


Rindu bayangan kasih dalam wujud semu


Membubuhkan asa di dalam sukma


Aku disini di dalam airmata bukan bersembunyi


Aku coba tersenyum walau menyesakkan dada


Dalam hening suara hati


Melangkah di padang hampa


Dan tersesat di lembah rasa yang penuh noda


Bersama kepingan harap gelisah jiwaku


Selalu bercerita indah tentangmu


Hangatnya balutan kasih sayangmu


Menyentuh rindu di relung hati


Aku mencintaimu dalam bentuk sederhana


Membelenggu rinduku dalam dilema cinta


Laksana angin cinta tak bisa ku genggam


Membungkam beribu tanya dalam jiwa


Mendatangkan tangis dalam rindu


Terjebak asmara yang ku tangkap


Satu cinta terlarang bercerita kisah sendu


Mengores duka dalam sebuah bingkai rasa


Cinta berduri menjerat hati


Pena duka ciptakan pilu


Engkau adalah cinta yang mengalirkan rindu dalam keheningan


Tersimpan dalam keharuan airmata


Saat keindahan memeluk jiwa sang pecinta


Cinta yang terjal menyeret hasrat meragu menuai mimpi


Batin bersembunyi menikam diri


Bulir airmata tergenang senyap dalam telaga cinta


Diantara amarah yang merajam


Tak mampu aku bertanya.....


Saat maaf sekedar pemanis lisan


Tak mampu aku berkata

__ADS_1


“Mungkinkah diam akan lebih baik “


__ADS_2