
Caramu menyayangiku membunuh rasaku
Meluruh rasa di waktu yang salah
Tak mampu mengatur rindu
Tak terusik pada pekatnya malam
Rindu menyebar seluruh tubuh
Gulirkan tetesan peluh terisak lara
Hadir dari goresan genangan sejarah
Mengekang rasa dalam asa
Derita kian mewabah
Segala gundah makin tak terarah
Dalam hening mencoba bernyanyi
Ungkapkan rasa yang tak bisa berbunyi
Lelah kurasakan sendiri
Hangat kecupan dan pelukmu tersimpan dalam rindu
Pada senja ku titipkan lelah dan rinduku
Biar kau tahu berartinya hadirmu
Bias keremangan memudarkan kasih
Memutar hati menguak ilusi
Menggugah hati kala gelisah
Air hujan menetes berduka
Menyibak tirai kegalauan jiwa
Berhembus angin membelai lembut
Meliuk menari rumput nan ayu
Merayu jiwa bernyanyi kerinduan
Sehalus awan di langit
Bersama bayang bayang semu
Memandang indah seduh sedih merasakan sunyi
Aku masih seperti yang kemaren
Membelai bayangmu dalam hening
Detik ini mengalah pada waktu
Serpihan malam berselimut bayang semu
Ku lukis indah mega wajahmu
Seribu ceria bertabur riang gemerlap bintang
Ketulusan akan sebuah kata sarat makna
__ADS_1
Tak pernah tercipta termakan sang waktu
Aku cuma sebuah bayangan gelap
Dan....
Kau bidadari yang terlelap
Luka yang terpendam
Kenangan yang tak pernah bisa ku lepas
Perasaan ini selalu menjebakku
Seakan terpatri di hati
Benci hati untuk bertanya
Apakah kau juga sama atau tak ada rasa lagi ?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku masih disini
Di jauh kedalaman hatimu
Dalam nuansa cinta berkalang kabut
Berselimut hangat menerpis resah hati yang takut
Aku bukanlah dia
Orang yang kau harapkan sempurna
Sungguh aku takkan pernah bisa
Aku seperti tak mengenalmu
Aku yang dulu dengan kau yang sekarang
Waktu terus melaju tanpa henti
Aku tak bisa melihat dengan mataku
Tapi aku bisa merasakan dengan hatiku
Memang aku bukan yang terbaik untukmu
Tapi aku mengerti arti menjaga perasaan
Selembar hati terbadai kecewa
Kepingan duka perih serak rintihan jiwa
Kian merambah dalam getirnya rasa
Dua rasa yang mencinta
Terkikis dinding harapan
Jurang penghalang pada sulam kemesraan
Selembar cinta tercipta luka hati
Tajam dusta merobek rasa
Pudar cahaya kasih tinggal lamunan duka
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Membingkai cerita nyata di alam maya
Indah di kenang dalam ilusi jiwa
Rindu bayangan kasih dalam wujud semu
Membubuhkan asa di dalam sukma
Aku disini di dalam airmata bukan bersembunyi
Aku coba tersenyum walau menyesakkan dada
Dalam hening suara hati
Melangkah di padang hampa
Dan tersesat di lembah rasa yang penuh noda
Bersama kepingan harap gelisah jiwaku
Selalu bercerita indah tentangmu
Hangatnya balutan kasih sayangmu
Menyentuh rindu di relung hati
Aku mencintaimu dalam bentuk sederhana
Membelenggu rinduku dalam dilema cinta
Laksana angin cinta tak bisa ku genggam
Membungkam beribu tanya dalam jiwa
Mendatangkan tangis dalam rindu
Terjebak asmara yang ku tangkap
Satu cinta terlarang bercerita kisah sendu
Mengores duka dalam sebuah bingkai rasa
Cinta berduri menjerat hati
Pena duka ciptakan pilu
Engkau adalah cinta yang mengalirkan rindu dalam keheningan
Tersimpan dalam keharuan airmata
Saat keindahan memeluk jiwa sang pecinta
Cinta yang terjal menyeret hasrat meragu menuai mimpi
Batin bersembunyi menikam diri
Bulir airmata tergenang senyap dalam telaga cinta
Diantara amarah yang merajam
Tak mampu aku bertanya.....
Saat maaf sekedar pemanis lisan
Tak mampu aku berkata
__ADS_1
“Mungkinkah diam akan lebih baik “